
Bismillah
Start
🌸🌸🌸
"Kamu kenapa menghindari saya?"
Pertanyaan itu meluncur sempurna dari bibir Sehun dan membuat mu terkesiap
"S-saya? Enggak pak. Saya gak menghindar dari bapak.. mungkin cuma perasan bapak aja"
Ucap mu sedikit tergagap.
"Terus kenapa gak mau liat muka saya? Saya lagi ngomong sama kamu lho sekarang"
"Gak apa apa pak"
Jawab mu lagi
"Ya udah, terserah kamu aja deh. Saya pulang dulu"
Dan Sehun... Benar benar pergi sekarang..
.
'tuutt tuutt'
"Halo bang?"
"Lo dimana?"
"Di kampus, lagi mau balik. Kenapa emangnya?"
"Ngumpul sekarang, tempat biasa ya"
"Ada apaan emang nya bang?"
"Ya gak ada apa-apa. Emang harus ada alasan khusus setiap kali kita kumpul ya?"
Ucap seseorang di seberang sana.
"Bang Dae.. gue kan tanya bener, siapa tahu emang lagi mau bahas sesuatu yang spesial kayak kemarin"
"Oh.. ya tapi ini gak ada alasan khusus. Udah buruan.. udah pada dateng nih kecuali Chanyeol"
"Lah.. tuh orang kenapa gak dateng?"
"Kesayangannya lagi sakit. Makanya dia mau jagain dulu sekarang"
Sehun berdehem
"Ya udah gue kesana bang. Eh tapi.."
"Apaan?"
"Disana ada WiFi kan?"
"Ada lah.. emang Lo lupa? Biasa juga streaming disini Lo"
"Oh.. bagus deh, gue ada butuh sama WiFi disana soalnya"
"Ya udah buruan!"
Dan telpon pun di tutup sepihak oleh jongdae. Sementara itu, Sehun yang tadinya sudah di depan mobil kini justru berbalik dan kembali ke area kampus.
Entah kenapa dan apa tujuannya sampai kaki panjangnya melangkah lagi ke sana...
"(Yn).."
Panggil Sehun dan dia melihat jelas bahwa kamu terkejut
"Bapak kok masih disini?"
"Kemasi semua buku sama laptop kamu sekarang dan ikut saya"
"Tapi pak---"
"Gak ada bantahan atau nilai kamu saya kurangi jadi C!"
Kamu hanya mampu menghela nafas berat dan mengikuti ucapan Sehun. Di pikiranmu banyak sekali pertanyaan yang melintas untuk lelaki itu.
Mau nya apa sih nih dosen!! Ganggu aja
Udah tahu gue mau ngerjain tugas banyak gini, malah di suruh ikut sama dia...
Mck, udah dibilangin kalo gue gak mau ke apartemennya dia juga
Gimana nolaknya coba?
Gak takut ketahuan ceweknya apa?!
Aahhh.. sial! Gue jadi inget terus sama yang tadi pagi kan!
.
"Udah kan?"
"Udah pak., Tapi tadi kan saya udah bilang. Kalau ke apartemen bapak mendingan gak usah pak. Saya..."
"Gak kesana kok"
"Lah terus?"
"Makanya ikut aja, bawel banget tanya terus kamu"
Sehun kini menarik tanganku sedikit memaksa dan membuat mu berlari kecil mengikuti langkah kakinya yang lebar...
Dia membukakan pintu mobilnya untukmu dan mau tidak mau kamu menuruti itu.
Mungkin kalau kejadian tadi pagi tidak menghantui dirimu, kamu bisa saja meleleh dan merona menerima perlakukan dingin nya yang juga hangat di satu waktu yang sama. Tapi kali ini berbeda, perasaanmu campur aduk tak karuan melihat dosenmu itu
.
.
--skiipp--
"Kamu boleh bicara jujur sama saya sekarang. Selagi kita cuma berdua"
Ucap Sehun memecah kesunyian
"Jujur soal apa ya pak?"
"Soal diri kamu, kenapa kamu gak mau liat wajah saya? Kenapa menghindari saya?"
Pyasss
Wajahmu memanas.. kejadian tadi pagi yang kamu lihat kini semakin jelas di ingatan kamu dan membuat matamu memerah menahan tangis. Dadaku kembali sesak rasanya.
"Enggak ada apa-apa pak"
Ucapmu dengan nada seluruh mungkin menetralisir suaramu yang bisa saja terisak
"Kamu pikir saya bisa di bohongin?"
"Saya gak apa apa pak"
Ckiitt
Sehun membanting setir mobilnya ke ke kiri dan menepikan mobilnya kini
"Kamu kenapa sih?! Tinggal jawab aja pertanyaan saya jujur, susah banget! Saya gak suka dan benci kalau ada orang yang ngomong sama saya tapi gak mau liat muka saya! Dan kamu bikin saya terganggu sama sikap kamu seharian ini tahu!!"
Ucap Sehun dengan nada tingginya
"Hiks..."
Kamu gak bisa lagi menahan tangismu... Kamu memilih membiarkan Isak tangismu keluar dan membuat Sehun mendengar nya juga melihat jelas air matamu.
Dan dia... Panik...
"K-kamu kenapa nangis? Astaga, maaf..saya gak maksud buat bentak kamu. Saya cuma.."
Tangan Sehun yang terulur untuk mengusap air mata mu justru kamu tepis dengan cepat dan ku segera melepaskan sabuk pengaman yang terpasang di tubuhmu.
"M-makasih tumpangannya pak. Saya permisi"
Ucap mu dan langsung pergi dari mobil sehun, meninggalkan dosenmu itu yang masih termenung dengan sikap mu padanya juga karena air matamu yang dia lihat.
"Aarrgghh!!! Sial!! Gue kenapa sih!"
Teriak Sehun dan memukul kemudi mobilnya, dia melihatmu yang menyetop taksi lalu pergi begitu saja
.
.
--skiipp--
Kamu menghempaskan tubuhmu ke ranjang dan menangis...
"Jahat banget sih! Gue salah apa sama dia?!"
Gerutumu masih sambil menangis
"Dasar dosen mesum gila!! Gue benci sama Lo!! Sialan!!!"
.
.
.
One chapter done!!