Imagine Boyfriend Series EXO Sehun

Imagine Boyfriend Series EXO Sehun
Kiss part 1



Bismillah


Start


                               🌸🌸🌸


Sehun kini menatapmu lekat dengan kedua matanya yang terlihat sayu dan lemah.


"Ini untuk bapak, semoga bapak cepat sembuh"


Ucapmu sedikit gugup dan enggan menatap wajahnya


"Tahu dari mana alamat rumah saya?"


Tanya Sehun dan kamu terdiam


"Pak Chanyeol yang beritahu saya, tapi.. bukan saya yang minta kok pak, beneran. Saya... Saya cuma tanya soal kondisi bapak ke pak Chanyeol terus di kasih alamat buat kesini"


Jelasmu lagi agar Sehun tak salah paham.


"Iya.. makasih ya"


Ucap Sehun dengan nada lembut yang membuatmu mendongakkan kepala dan balik menatapnya


"Makasih.. udah mau jengukin saya kesini. Bawa kue segala, bikin kamu repot"


Ucap nya lagi dan kini hatimu terasa tak karuan, entah karena kehangatan yang Sehun berikan lewat ucapannya atau sikap ramahnya padamu saat ini


"Saya.. gak repot kok pak"


Sehun mengulas senyum tipis dan secara tiba-tiba tangan nya menyentuh tanganmu, meraihnya dan menggenggam lembut sambil mengusap punggung tanganku dengan ibu jarinya.


"Naik apa kesini, hmm?"


"Gojek.."


Jawabmu singkat


"Hmm.. nanti biar pulangnya di anter supir saya aja ya"


"Eh, gak usah pak.. saya bisa pesen gojeknya lagi dari sini kok"


"Gak usah, saya pengen anterin kamu pulang. Tapi badan saya lemes banget sekarang, saya gak mau ada apa-apa kalo saya paksain buat antar kamu ke rumah... Makanya mending di antar aja sama supir. Kamu tahu kan, kalo saya gak menerima dan gak suka sama penolakan?"


Ujar Sehun lagi dan bodohnya kamu mengangguk kecil karena tatapan tajam dari Sehun yang begitu teduh tapi juga tegas.


.


"Ini, di minum dulu ya.."


Ucap mamah Sehun dan tersenyum padamu


"M-makasih tante.. jadi ngerepotin"


"Ah, gak repot kok. Hahaha, santai aja. Ini kali pertamanya Sehun biarin temen ceweknya datang ke rumah. Biasanya cuma temen satu geng aja yang isinya cowok semua, ya kan hun?"


Ucap mamah Sehun lagi dan lelaki itu kini hanya mengangguk


"Ya udah, mamah tinggal dulu ya. Kalian lanjutin aja ngobrolnya. Mamah mau masak dulu, (Yn) nanti sekalian makan malam disini kan?"


Tanya mamah sehun lagi dan kamu baru saja akan menggeleng dan mengucapkan kata tidak saat Sehun sudah lebih dulu memotong ucapanmu.


"Iya mah, dia makan malam disini kok. Sekalian bilang ke pak Udin buat siapin mobil buat anterin (Yn) pulang nanti ya"


"Oh.. iya, tenang aja. Ya udah.. mamah keluar dulu ya"


Kamu kini menatap Sehun dengan tatapan sedikit kesal karena jujur saja, kamu tak enak hati... Ini pertama kalinya kamu datang ke rumah Sehun dan Sehun juga sedang sakit. Tapi kamu malah merepotkan Sehun dan keluarganya dengan makan malam dan mau di antarkan pulang ke rumah? Huufftt...


"P-pak... Saya, mendingan pulang sekarang aja ya. Saya gak enak sama ibu nya bapak. Masa iya, saya baru datang udah di ajak makan sama di antar pulang? Saya beneran bisa pulang sendiri padahal pak. Serius deh"


Ucapmu dengan nada memohon pada Sehun. Tapi lelaki itu justru menggeleng dan tersenyum


"Gak usah, saya udah bilang.. kalau saya gak menerima penolakan. Kamu juga santai aja, mamah saya gak masalah kok"


Kamu berdecak, dasar dosen muka datar yang egois! Bisa-bisa nya memaksamu seperti ini


Sampai akhirnya dia mulai berbaring lagi dan menyelimuti dirinya sendiri


"Saya sambil tiduran gak apa ya, masih pusing"


"Bapak tidur aja, saya mau keluar sebentar"


"Kemana?"


"Kamar mandi"


Sehun mengernyit


"Tuh ada di sana"


Ucapnya lagi sambil menunjuk pintu di dalam ruangannya.


"Gak deh pak, saya masih cukup waras buat gak sembarangan masuk ke kamar mandi laki-laki yang bukan muhrim"


Ucapmu lagi dan langsung berjalan keluar dari kamar Sehun. Sementara lelaki itu terkikik kecil dan bergumam


Kode banget pengen di halalin cepet apa ya?


.


.


Sementara itu, kamu sebenarnya tak ingin ke kamar mandi.. melainkan ke sebuah tempat...


Dapur..


Yup, kamu memutuskan untuk membantu mamah Sehun memasak sebagai bentuk rasa terima kasih mu dan sedikit mengurangi rasa tidak enak hati yang kamu rasakan sekarang ini


"Tante.."


Panggilmu begitu melihat sosok familiar itu


"Eh, (Yn).. kamu kok disini?"


"Uhm.. iya, pak Sehun tidur. Masih pusing katanya, jadi.. saya kesini aja"


"Oh.. ya udah,duduk dulu disini"


"Ehm.. Tante.."


"Ya?"


"Boleh bantuin masak gak?"


Tanyamu perlahan dan mamah sehun kini tersenyum dengan sangat lembut


"Kamu mau bantuin mamah?"


"I-iya.. Tante"


"Boleh kok, sini sini. Bisa masak gak?"


Tanya nya padamu


"Sedikit sih Tante, di ajarin ibu di rumah. Tapi belum pinter banget"


"Oh.. iya, tapi bagus lho. Masih muda udah mau bantuin ibunya gitu.. cocok buat jadi calon menantu"


"Ha? Gimana Tante?"


"Hahahaha.. gak, gak apa-apa.. yuk mulai masak nya. Tolong potongin sayuran sama bawang merah bawang putih sama cabai nya juga ya. Mamah mau rebus daging nya dulu. Kita buat SOP daging sapi kesukaan Sehun"


Kamu mengangguk dan segera melakukan yang di minta oleh mamah Sehun sambil mengobrol dan sesekali bergurau dengan mamah dari dosenmu itu. Sosoknya yang easy going bahkan membuatmu tak canggung sama sekali.


Dapur terasa begitu semarak dan Sehun menatapmu dari ujung tangga rumahnya dengan senyum


"Gila, Sehun gila.. Sehun gila.."


Gumam nya yang kini terus menatapmu dan mamahnya. Dua wanita yang kini mencuri perhatiannya dalam waktu yang sama.


.


.


.


ONE CHAPTER DONE