
Bismillah
Part sebelumya ada kesalahan ya, udah sampe 800 kata lebih tapi ternyata yang tersimpan di ******* cuma 300. Jadi aku revisi
.
.
Acara makan malam mu dengan keluarga Sehun berjalan dengan sangat lancar.
Bagaimana tidak?
Mamah Sehun yang begitu ramah dan di tambah lagi kemampuan memasak mu yang cukup menjanjikan membuat bibir wanita paruh baya itu tak lepas dari lengkung senyum manis dan selalu membanggakan kamu juga masakannya di depan Sehun dan suaminya.
"Kamu udah punya pacar belum?"
Tanya mamah Sehun padamu dan membuatmu hampir tersedak
"Belum tante.."
"Wah.. kok bisa sih, cantik, pinter dan jago masak begini belum punya pacar?"
Tanya mamah Sehun lagi yang membuat pipimu merona.
"Mah, gak usah bahas begitu ah. Dia gak nyaman nanti"
Ujar Sehun yang membuat kedua orang tuanya tertawa.
"Tuh mah, jangan bikin dia gak nyaman. Nanti gak mau main kesini lagi. Gitu kan hun?"
Ujar papah Sehun dengan senyum yang sulit di artikan
"Mck, bukan gitu pah.. tahu ah"
Sehun mencebikkan bibirnya dan menggerutu kecil
Sementara kamu terhenyak, ternyata dosen killer mu itu bisa juga ngambek dengan hal sepele semacam ini. Dan memberikan reaksi semacam itu pada orang tuanya di hadapan mu.
"(Yn), jangah kaget ya liat anak mamah. Dia keliatannya ketus dan kejam. Tapi sebenarnya dia baik banget lho, dia juga anaknya lembut dan perhatian."
Ucap mamah Sehun dengan senyum cerahnya.
"Ah.. iya Tante.."
"Udah, ayo makan lagi. Keburu makanannya dingin."
"Iya.."
.
.
Sehun mulai memakai jaketnya dan memakai sneaker nya lalu menyambar kunci mobilnya dengan cepat.
"Yuk, aku anterin aja"
Ucapnya yang masih berpamitan dengan kedua orang tua Sehun di ruang tamu
"Eh, tapi.. bapak kan masih sakit. Saya pulang sendiri gak masalah kok"
"Iya hun, kamu masih demam. biar supir aja yang anterin dia ya"
Ucap papah sehun dengan nada khawatir
"Sehun gak apa kok pah, udah sehat. Demam dikit sih gak masalah"
Ucapnya lagi dan mamah juga papah Sehun hanya bisa mengangguk pasrah
"Ya udah deh, (Yn) sayang... Jangan kapok main kesini ya. Sering sering deh kesini buat masak sama Tante. Kalaupun gak sama Sehun juga gak masalah, iya kan pah?"
"Iya.. main aja, Sehun juga jarang pulang ke rumah ini kok"
Ucap papah Sehun yang membuat Sehun sekali lagi berdecak kesal
"Pah, mah.. gak usah buka kartu gitu dong."
Ucapnya.
"Hahaha, iya deh iya.. udah sana, kamu hati-hati nyetirnya hun, jangan ngebut. Jangan meleng, jangan lirik lirik cewek selama di jalan juga"
Kamu yang melihat perdebatan itu hanya bisa tersenyum kikuk dan sesekali melirik ke arah dosenmu.
"(Yn) pamit pulang dulu ya om.. Tante.. makasih buat makan malam dan semuanya. Assalamualaikum.."
"Iya, waalaikum salam.."
.
🌸🌸🌸
Sepanjang perjalanan pulang, tak ada satupun percakapan yang kamu lakukan dengan Sehun. Hanya ada suara radio yang dinyalakan secara random dengan lagu-lagu yang bahkan kamu tak tahu apa judulnya.
"P-pak.."
Sapamu memecah kesunyian
"Hmm"
"Bapak.. marah ya sama saya?"
Sehun melirikku sebentar dan kembali mengemudi
"Marah kenapa?"
"Gak tahu juga, mungkin.. karena saya main ke rumah bapak, karena saya jengukin bapak, atau mungkin karena saya.. udah ngerepotin bapak yang harus anterin saya pulang malem-malem begini. Padahal kan, bapak masih harus istirahat sekarang"
Ucapmu sambil menunduk dan sesekali melirik ke arah lawan bicaramu
"Saya gak marah"
"Kalau gak marah, daritadi bapak gak ngomong apapun sama saya"
Ucapmu lagi, memang benar... Karena daritadi kamu justru sering mengobrol dengan ibu nya di banding dengan Sehun sendiri.
"Emang biasanya saya suka ngobrol sama kamu?"
Tanya Sehun yang kini justru membuat hatimu tertohok.
Duh.. mulut gue kok gak kontrol banget sih, bego!
Batin Sehun yang cukup sadar dengan perkataan nya yang juga mampu menyakiti mu tadi.
"(Yn).. saya.."
"Enggak, gak apa pak. Saya tahu kok. Emang.. saya aja yang gak sadar gimana biasanya interaksi bapak sama saya.."
Ucap mu dengan menahan tangis dan air mata yang mampu luruh kapanpun saat itu.
.
--skiipp--
"Makasih banyak karena udah anterin saya pak, hati hati di jalan dan semoga bapak cepat sembuh."
Ucapmu dan kini bersiap untuk beranjak dari mobil Sehun.
Grepp
Ssrrttt
Cupp
Entah apa yang terjadi kamu sama sekali tak mengerti, semuanya begitu cepat hingga kamu tak bisa melihatnya secara jelas.
Hanya saja..
Kamu merasakan tanganmu yang di pegang erat oleh Sehun dan tubuh mu yang di tarik olehnya, lalu.. sebuah benda kenyal dan sedikit basah menempel sempurna di bibirmu saat ini juga.
Matamu masih membuka lebar, hingga kamu merasakan pergerakan bibir Sehun di bibirmu dan salah satu tangannya menahan pinggangmu.
.
.
One chapter done!