
Bismillah
.
Tin tin..
Klakson mobil Sehun menyentaknya yang sedang duduk di halte bus yang letaknya di depan kampus.
Kamu bergeming, tak merubah posisi dudukmu atau beranjak dari sana sedikitpun. Kamu hanya melihat sekilas dan kembali menunduk sementara langit mulai gelap dan mendung, yang kamu yakin... Hanya beberapa menit atau...
Ccrrrssss
Lihat kan? Feeling mu soal hujan sekali lagi berjalan dan terbukti. Hujan datang di saat hatimu sedang kelabu, seperti awan yang membawanya ke tempat ini.
Kamu tetap diam, tak terusik meskipun air hujan sudah menyentuh tubuhmu. Kamu juga masih melihat mobil Sehun disana. Tanpa ada pergerakan apapun dari tempat itu,
Sampai...
Ssrrttt
Sebuah jas menyelimuti tubuhmu, menutup kepalamu yang basah dan membuatmu mendongak, melihat Sehun yang sudah kuyup terkena air hujan.
"Saya gak mau pul--.."
Kamu belum selesai berucap dan Sehun dengan cepat menggendong tubuhmu. Membuka pintu mobil dengan satu tangannya dan mendudukkan mu di kursi penumpang.
...
"Udah makan?" Tanya Sehun tanpa melihat ke arahmu yang menggeleng, tapi sepertinya Sehun tahu itu. Karena buktinya, lelaki itu menepikan mobilnya di sebuah Drive thru restoran cepat saji yang cukup terkenal.
"Silahkan memesan.."
Sehun melirikmu tanpa menanyakan apa yang ingin kamu makan..
"Dua nasi, dua ayam goreng, dua sup ayam, dua kentang goreng ukuran besar dan... Dua cheese burger ukuran besar."
"Baik tuan, minumannya?"
"Cola dingin ukuran besar, dua.."
"Baik, totalnya 130.000 won. Silahkan ke counter selanjutnya untuk mengambil pesanan anda. Terima kasih..."
Sehun melajukan kemudinya lagi dan mengambil pesanan sekaligus membayar tagihannya. Lalu segera melaju kembali ke apartemen Sehun...
...
--skiipp--
"Pak.. kenapa kita kesini?"
Cupp
Sehun mengecup lembut bibirmu, membuatmu tersentak.
"Peraturan nomor 1, dilarang menggunakan panggilan resmi jika kita sedang berdua dan di luar area kampus dan di luar urusan kampus. Ingat?" Kamu menelan salivamu kasar, gila saja.. kamu seharusnya masih marah tapi dengan seenaknya lelaki ini malah mencium dirimu dan membawa mu ke apartemennya tanpa menjelaskan apapun.
"Ayo masuk, di luar dingin."
Kamu menurut, dan masuk lalu duduk di sofa Sehun.
"Mandi dulu, aku siapin baju ganti buat kamu sama handuk di kamar."
Ujarnya dan kamu terdiam.
"Apa?" Tanya Sehun lagi
"Saya gak bawa baju dalam pak. Kalo pun saya mandi.."
"Taruh di mesin cuci, pilih keringkan. Setelah kamu mandi, semuanya akan kering."
Kamu mengangguk kecil dan menurut, berjalan menuju ke mesin cuci dan kamar mandi untuk membersihkan tubuh. Sementara Sehun menyiapkan makanan.
.
--skiipp--
"Makan dulu, nanti aku antar pulang kalau baju kamu udah selesai di cuci."
"Hun.." panggilmu dan Sehun menoleh.
"...."
"Yang tadi..."
"Makan dulu, nanti kita baru ngomong." Jawab Sehun dan melanjutkan makannya. Sumpah, kamu kesal... Bagaimana kamu bisa makan jika kamu sedang dalam suasana hati yang tak baik seperti ini?
Air matamu menetes, kamu melanjutkan makanmu dengan air mata yang mengalir deras dan menggigit bibirmu sesekali. Agar suara tangismu tak terdengar
Grepp
Sehun menyentuh tanganmu dan berlutut di hadapanmu...
"Jangan nangis, kalau kamu masih makan. Makanan kamu bisa jadi racun kalau bercampur sama air mata sayang..."
Ujar Sehun yang justru membuatmu semakin menangis kencang.
"Aku benci sama kamu.."
Ucapmu di sela tangis.
"Aku tahu.. aku minta maaf.."
"Kamu anggap aku apa sih hun. Kamu..."
Sehun memelukmu begitu erat...
"Maaf, maaf aku gak kasih tahu kamu lebih awal soal ini. Maafin aku.."
Iya, kamu begitu marah dan kecewa begitu tadi pagi saat di kelas. Sehun mengumumkan bahwa dia akan berhenti menjadi dosen di kampusmu dan melanjutkan pendidikannya di luar negeri.
Hatimu rasanya remuk dan moodmu hancur saat itu juga. Itu pula yang membuatmu langsung diam selama perkuliahan berlangsung dan Sehun.. dia tahu itu semua...
...
"Hiks.."
"Udah dong, ini udah 1 jam kamu nangis.."
"Bodo!"
Sehun menghela nafasnya.
"Maaf.. maaf aku bikin kamu sakit begini. Maaf karena aku gak kasih tahu kamu sebelumnya. Bukan karena aku gak mau jujur atau gak anggap kamu ada. Tapi aku bingung buat jelasinnya ke kamu dan lagi... Aku minta kamu buat jadi pacar aku sekarang, sebelum aku pergi.. karena aku cuma gak mau terlambat buat miliki kamu. Aku gak mau kamu jadi sama orang lain kalau aku jauh nantinya. Cuma itu... Maafin aku.."
Jelas Sehun dan kamu terhenyak, hatimu sakit sekaligus menghangat mendengar ucapannya yang begitu tulus.. air mata Sehun juga menetes tanda bahwa dia serius padamu.
"Maafin aku..."
.
..
ONE CHAPTER DONE!