Imagine Boyfriend Series EXO Sehun

Imagine Boyfriend Series EXO Sehun
You



Bismillah


Start


                              🌸🌸🌸


"Lo sengaja kan?!!"


Teriak Mega dengan mata tajam dan nyalang ke arahmu. Tapi nyatanya, tatapan itu bukan membuat dirimu takut. Tapi justru membuatku ingin tertawa puas dan senang.


"Sialan!"


"Gue ganti deh hp Lo, kalo emang Lo gak terima.. gue tahu berapa harganya. Kita ke counter hp aja sekarang gimana?"


"Ini bukan soal hp nya!! Tapi soal isi di dalam hp itu! Lo ngerti gak sih?"


Wajah Mega memerah dan dia sepertinya akan menangis jika saja kamu tak mendekatinya


"Santai dong mbak, gue tahu kok. Gue minta maaf, maaf banget karena udah nyenggol Lo dan bikin hp Lo jatuh tadi. Tapi serius deh.. gue gak sengaja, gue gantiin hp lo"


Mega memejamkan matanya dan menghela nafas berat


"Gak usah, gue masih sanggup beli sendiri yang lebih bagus"


Ujarnya sambil meninggalkan dirimu begitu saja masih dalam toilet.


Gue jahat ya, tapi gue juga kesel sama Lo yang udah bikin nama pak Sehun jelek. Gimana dong?


Batinmu dan kamu akhirnya keluar dari sana untuk kembali ke meja.


.


"Heh!! Lama amat Lo, pup ya?"


"Enak aja, enggak. Ada hal yang terjadi tadi di toilet"


"Apaan?"


"Drama sandiwara terbaru"


"Ha? Apaan?"


Tanya Rika dengan wajah penasarannya


"Iya drama baru, judulnya 'Ku Jebak Dosenku, karena Menolak Cintaku' "


Jawabmu dengan tersenyum lebar


"Sinting ya Lo?"


"Gue serius.. nih, gue ceritain"


.


--meanwhile--


"Lo emang pinter atau emang lagi jadi orang bego sih?"


Ujar dyo yang baru saja mendengar cerita dari Sehun seluruhnya


"Gue harus gimana sekarang Yo?"


"Jangan mau ngikutin permintaan gila dari cewek itu. Lo gak salah Sehun"


"Tapi dia punya foto dan video nya juga.. kalo itu kesebar.. orang gak bakal percaya lagi sama gue"


"Denger ya oh Sehun, kalo Lo mikirnya begitu, ya itu yang bakal kejadian. Tapi kalo Lo yakin emang Lo gak salah dan gak berbuat apapun yang melanggar hukum atau agama. Buat apa sih Lo takut? Tuhan gak tidur, ini cuma masalah sepele.. gak usah takut"


Ujar dyo dan menepuk punggung Sehun berusaha menenangkan lelaki berkulit pucat itu


"Udah, buat sekarang Lo.. tenangin diri dulu, kalo Lo masih mau disini ya disini aja. Gue pinjemin baju gue, nanti gue kabarin yang lain kalo Lo ada disini"


Sehun mengangguk dan mengusap wajahnya kasar


.


.


--skiipp--


"Pak Sehun ijin gak masuk hari ini, dia sakit katanya"


"Terus tugasnya?"


"Gak ada tugas, kita jam bebas jadi kalian boleh pulang setelah tanda tangan absensi"


Ucap komting kelasmu begitu masuk.


"Wiihhh.. gak biasanya pak Sehun sakit. Dia bisa sakit juga ternyata?"


Ucap Rika sambil mengemasi kembali laptopnya ke dalam tas.


"Iishh, gak boleh gitu Lo. Ada orang lagi sakit juga"


"Cieee.. belain pak Sehun ciee.. biasanya juga Lo cuek aja gue ngomong apa soal dia."


"Kan gue bilang, dia lagi sakit pinter!"


"Hahaha.. iya deh iya, jadi kita ngapain dong sekarang? Kita kan cuma ikut kelas ini aja hari ini?"


"Uhmm.. kantin? bosen, DPR? Males deh pasti lagi rame banget, mall? Kok bosen juga ya, paling gak beli apa apa"


"Lo ngapain? Ngedumel?"


"Hehe, kan gue lagi mikir.."


"Mikir sih mikir, gak usah Lo sebut juga apa yang ada di otak Lo"


Ujar Rika sedikit sarkas


"Terus kita mau kemana ini?"


"Balik aja deh, lagian tugas yang lain juga masih numpuk. Males ah kalo jalan jalan gak jelas kayak kemarin lagi"


Ucapmu dan membuat Rika menghembuskan nafas panjang


"Ya udah, kalo gitu gue mau nyusulin si Satya dulu ya di bawah. Biasa.."


"Hmm"


.


Kamu memang mengatakan untuk langsung pulang, tapi otak, hati dan tubuhmu sama sekali tak selaras kali ini. Karena kenyataannya, kamu justru berjalan menuju ke ruangan dosen dan mengetuk salah satu pintu


'tok tok tok tok'


"Masuk!"


Kamu menghela nafas sebentar, sebelum memutar kenop pintu dan menemui seseorang di dalam ruangan itu.


Chanyeol...


.


"Pagi pak Chanyeol"


"Kamu.. siapa?"


"Oh.. saya (Yn) mahasiswinya pak Sehun, yang waktu itu.."


Chanyeol mengernyit dan mencoba mengingat


"Ohhh.. yang di kafe malem malem itu? Sama Sehun?"


"I-iya pak.."


"Oh iya, duduk dulu duduk. Gimana?"


Ucap Chanyeol yang kini menatapmu intens hingga jantungmu ikut berdetak kencang tanpa henti. Bagaimanapun Chanyeol juga masuk ke dalam list lelaki tampan di kampus kan? Meskipun dia seorang dosen


"Jadi gimana (Yn), ada apa ya? Apa pak Sehun beri tugas?"


"Bukan pak, bukan itu.. tapi.. uhm, tadi saya dengar kalau pak Sehun lagi sakit. Jadi saya cuma mau tahu kenapa pak sehun bisa sakit dan pak Sehun sakit apa ya pak? Maaf.. kalau saya gak sopan"


Chanyeol meletakkan pena nya dan lagi-lagi menatapmu


"Kamu khawatir?"


Tanya Chanyeol dan bodohnya kamu segera mengangguk kecil tanpa sadar tapi...


"Eh, bukan pak.. cuma penasaran aja, soalnya kan pak Sehun jarang banget sakit"


"Oh.. iya, dia cuma lagi gak enak badan aja sih. Kayaknya gitu, tenang aja.. paling 2-3 hari lagi dia udah masuk kok kayak biasa"


"Oh.. iya pak, kalau gitu saya permisi dulu. Maaf ganggu waktu bapak"


"Eh.. bentar,"


"Y-ya.. pak?"


Chanyeol menyobek kertas kecil dan menuliskan sebuah alamat disana.


"Nih, kamu ke tempat ini aja. Bawain dia susu hangat dan bubur atau apa aja... Minta dia buat makan ya"


Ucap Chanyeol dan menyerahkan kertas itu padamu.


Dan kamu hanya bisa menerima nya dalam diam dan keluar dari sana


.


.


.


ONE CHAPTER DONE!