Imagine Boyfriend Series EXO Sehun

Imagine Boyfriend Series EXO Sehun
You is Mine



Bismillah


.


Kamu sampai ke sebuah tempat...


Tempat yang kamu memang ingin sekali kunjungi beberapa Minggu belakangan ini.


Dufan!


Yup


Kamu memang sangat ingin mengunjungi tempat ini seharian penuh karena tugas menumpuk yang selama ini kamu terima dari dosenmu. Termasuk... Dosen mu yang saat ini berdiri di sampingmu dan menggenggam tanganku dengan erat bahkan setelah turun dari mobil dan mengantri tiket masuk.


"Kamu mau main yang mana dulu?"


Tanya Sehun padamu.


"Uhmm.. kalau bapak?"


Sehun mengernyit dan menatapmu kini.


"Kok bapak sih? Sehun. Panggil nama aja, nanti saya di kirain om om pedofil lagi kalau kamu panggil saya begitu"


"O-oh.. iya, Sehun.. hehe.. maaf deh"


Sehun menghela nafasnya dan mengeratkan tanganmu di genggaman tangannya. Menarik tubuhmu untuk lebih dekat padanya lalu mulai berjalan beriringan denganmu.


"Kamu suka wahana yang santai, apa yang menantang?"


"Kalau saya sih, biasanya main yang menantang dulu baru nanti..  kalau mau pulang, kita main yang santai.. biar dapet semuanya "


Ucapmu dengan senyum manis.


"Hmm... Oke, kita main wahana yang ekstrim dan menantang dulu yang kamu mau. Setelah itu kita ke wahana yang santai buat rileks sebelum pulang. Oke?"


"Oke!"


Senyum yang terukir di wajahmu kini dan tanganmu yang juga balas menggenggam erat tangan Sehun. Tanpa kamu sadari, membuat lelaki berkulit pucat itu tersenyum kecil dan hatinya terasa begitu hangat.


.


--skiipp--


Waktu terus berlalu dan kamu juga Sehun begitu menikmati waktu kebersamaan kalian di tempat itu. Berbagai macam wahana dari rollercoaster hingga kora-kora sudah kamu naiki bersama dengan Sehun.


Makan es krim, gula kapas, burger, kentang goreng bahkan minum satu botol fanta merah dingin untuk berdua pun kalian lakukan. Seolah lupa dengan status kalian yang masih sebagai dosen dan mahasiswanya. Kalian sudah bersikap selayaknya pasangan kekasih hingga banyak gadis yang menatapmu dengan pandangan itu karena melihat paras Sehun yang begitu tampan itu berada disisi mu.


.


.


"Kamu mau makan malam dulu baru naik bianglala, atau naik bianglala duluan baru makan malam?"


Tanya Sehun lagi padamu


"Makan duluan aja deh, soalnya udah jam makan juga kan? Lagian katanya tadi ada kembang api mulainya jam 9 malem. Kan asyik tuh, naik bianglala sambil liat kembang api"


"Ya udah, ayo kamu mau makan dimana. Tapi jangan junk food lagi. Daritadi kita udah makan yang kayak gitu, kamu harus makan sayur dan yang lebih layak biar gak sakit"


Ucapan Sehun membuat mu tersenyum dan hatimu menghangat. Meski di ucapkan dengan nada datar dan tanpa ekspresi, tapi kamu tahu ada rasa perhatian di setiap kata yang keluar dari bibirnya itu.


.


"Nasi goreng ayam super pedes satu, es teh nya satu ya mbak. Kamu mau makan apa?"


Tanyamu pada Sehun yang masih memegang daftar menu.


"Sama aja kayak kamu, tapi pedesnya sedengan. Punya dia juga jangan super pedes ya mbak, sedang aja pedasnya."


Ucap Sehun meralat menu yang kamu pesan.


"Loh kok gitu sih?"


"Nanti perut kamu sakit sayang"


"Oh.. baik, berarti pesanannya 2 porsi nasi goreng ayam pedas sedang, 2 es teh. Itu saja?"


"Ya itu aja, nanti kalau ada tambahan lagi saya pesan lagi"


"Baik, kalau begitu tunggu sebentar untuk bill-nya dan pesanannya"


Ucap si pelayan hingga akhirnya pergi beranjak meninggalkan Sehun dan kamu disana.


...


"Kamu seneng gak?"


Tanya Sehun yang menatapmu masih mengulas senyuman manis.


"Seneng banget..."


"Syukurlah.. kalau kamu seneng"


"Tapi.. kenapa di ajakin kesini? Bapak juga suka ajak mahasiswa bapak yang lain jalan-jalan begini juga?"


Tanyamu dengan polosnya.


"Bapak lagi.. kamu tuh emang labil banget ya, panggil saya kadang bapak, kamu, Sehun... Sebenarnya kamu mau gimana?"


"Heheh.. maaf ya, gak kebiasaan jadi suka ganti ganti seenaknya."


Jawabmu lagi


"Jadi, kamu sering ajak mahasiswa yang lain juga jalan-jalan begini atau enggak?"


Ucapmu mengulangi pertanyaan tadi pada Sehun.


"Enggak, cuma sama kamu aja"


"Serius? Sama aku aja?"


"Iya.."


"Kenapa? Ngapain?"


"Nanti kamu akan tahu jawabannya kalau udah waktunya kok. Sebentar lagi"


Jawab Sehun yang membuatmu berpikir apa yang dimaksud oleh dosenmu itu sekarang.


Hingga pesanan kalian datang dan kalian larut pada makanan yang tersaji di hadapan kalian masing-masing. Tanpa mengucapkan sepatah katapun.


.


.


--skiipp--


Wahana terakhir yang kalian naiki sudah berjalan sejak 5 menit yang lalu. Yupp.. bianglala...


Wahana terakhir yang kamu sepakati bersama Sehun untuk menjadi wahana terakhir yang kalian naiki untuk menutup hari ini.


Bertepatan dengan pesta kembang api yang akan di lakukan...


"(Yn)..."


Panggil Sehun dan memanggil dirimu.


"Ya?"


"Would you be mine?"


Ujar Sehun dengan nada serius dan menatap matamu lekat.


.


.


One chapter done!