
Bismillahirrahmanirrahim
Start again
.
.
"Kamu sakit (Yn)?"
Tanya Sehun dengan raut wajah cas dan khawatir
"C-cuma..kurang sehat sedikit aja pak"
Jawab mu sekenanya, kamu tak ingin menatap matanya yang tajam itu secara langsung. Kamu menunduk dan meremas tangan Rika yang duduk di samping mu.
"Kalau kamu lagi sakit, lebih baik kamu pulang. Daripada kamu gak konsentrasi waktu mata kuliah saya berlangsung"
Ucap Sehun padamu, tapi lagi lagi kamu menepis semua ucapan Sehun saat itu dengan menggeleng kuat
"Enggak pak, saya gak apa apa"
Jawabmu lagi dan akhirnya Sehun hanya bisa diam sambil sekali lagi melirik sekilas ke arahmu.
.
"Baik.. tugas hari ini dikumpulkan Minggu depan, karena waktunya masih panjang dan cukup. Saya tidak akan menerima alasan, lupa atau apapun.. harus dikerjakan secara maksimal agar nilai kalian juga bisa maksimal.. mengerti?"
"Mengerti pak.."
Sehun sekali lagi melirik mu yang kini mulai mengemasi buku dan memasukkan nya ke dalam tas.
.
--sehun pov--
Brukk
"Huuufftth..."
Kepala gue mau pecah rasanya hari ini. Pagi pagi tadi gue dapet chat dari salah satu mahasiswa bimbingan skripsi gue buat minta waktu untuk konsultasi.. dan ya, gue menyanggupi permintaannya itu sampai akhirnya gue dateng ke kampus pagi banget.
Tapi...
Selesai konsultasi singkat itu, dia bukannya pergi. Tapi malah minta tolong gue yang lain.. dan bawa gue ke ruang kesiswaan yang emang masih sepi banget.
Bego nya oh Sehun karena nurut aja dan dia..
Cium gue...
"Aarrgghh!!"
Tok tok tok tok
"Masuk!"
"Maaf pak Sehun, kepala bagian kesiswaan mencari anda"
"Ha? Oh iya, saya kesana sekarang."
--sehun pov end--
.
.
--skiipp--
"Sore pak"
"Oh, selamat sore pak Sehun, silahkan duduk"
"Iya pak, uhmm.. ada apa ya pak?"
"Pak Sehun, tadi pagi datang ke ruangan ini?"
Tanya kepala bagian itu dengan nada cukup menyelidik
"Oh, iya pak.. ada apa ya pak?"
"Saya tadi memeriksa kamera cctv di ruangan ini. Rutinitas setiap hari saya, dan saya menemukan sesuatu yang membuat saya terkejut pak"
Sehun tahu.. Sehun mengerti betul arah pembicaraan lelaki ini padanya.
"Saya tahu maksud bapak"
Ucap Sehun sebelum kepala bagian itu menegurnya
"Jadi bapak mengakui bahwa bapak telah melakukan tindakan yang masuk dalam ranah asusila di area kampus ini?"
Tanya kepala bagian itu lagi
"Saya bisa jelaskan pak, kalau bapak memang melihatnya secara lebih teliti lagi di rekaman cctv itu. Pasti bapak tahu apa yang terjadi"
Ucap sehun. Dia tak ingin terlihat berusaha terlalu membela diri karena dia juga memang bersalah.
"Saya akan anggap bahwa hal ini tidak pernah ada pak. Saya sudah hapus file rekaman itu.. tapi saya mohon, bapak lebih berhati-hati terhadap tindakan mahasiswa yang kadang kelewat batas terutama pada bapak dan juga pak Chanyeol."
Sehun menghela nafasnya dan mengangguk
"Terima kasih banyak pak, saya akan mengingat ini baik-baik"
Sehun lagi lagi merasa lega
"Pak Vincent? Oh, saya justru bersyukur karena tidak perlu bertemu dia lagi"
Ucap Sehun yakin dan akhirnya keluar dari ruangan itu.
🌸🌸🌸
--sehun pov--
Malam udah mulai menjelang, Chanyeol juga udah balik dari tadi sore... Mau mengejar cintanya katanya...
Jujur aja, pikiran gue melayang gak karuan seharian ini. Gue mikirin banyak hal terjadi selama satu hari ini sama gue dan juga... Cewek itu...
Gue liat dia di kelas gue dan gue tahu persis kalau dia lagi gak kayak biasanya, sampai akhirnya gue tahu dia sakit. Tapi ada yang aneh..
Dia sama sekali gak mau mandang ke arah gue dan milih buat menghindari mata gue...
Dan begonya gue..
Gue gak suka, gue terganggu sama dia yang terus menghindar begitu.
Padahal kan gue bukan siapa-siapa nya dia? Dosen aja, udah gitu.. tapi gue gak suka. Mana tadi ada cowok yang lebih tahu duluan kalau dia sakit sebelum gue. Bikin kesel..
Eh tapi.. kenapa juga gue mesti kesel?
"Hahh.. sehun.. Lo ngapain pake mikirin cewek itu sih"
Gumam gue dan mulai berbenah buat balik ke rumah.. tepatnya apartemen pribadi gue.
--sehun pov end--
.
Kamu mulai membenahi tempat dudukmu dengan nyaman dan membuka laptop juga buku buku materi yang kamu miliki.
Log on pada sistem WiFi kampus dan segera mengerjakan satu per satu tugas yang menumpuk
Lagi...
Kamu lagi lagi terdampar di kampus dan memilih menunda kepulangan mu juga makan malam mu untuk ini semua... Tanpa sepengetahuan Rika tentu saja, karena sahabatmu itu bisa mengomel sepanjang hari karena khawatir padamu.
"Loh? Kamu belum pulang?"
Suara itu..
Mati gue.. ngapain nih orang masih di kampus juga sih jam segini?!
"Hei!"
"Eh.. malam pak Sehun"
"Kamu ngapain masih disini?"
Kamu melirik dia yang penampilan nya sudah agak berantakan. Tapi tetap tampan..
"Bikin tugas pak"
"Tugas saya buat minggu depan kan?"
"Bukan tugas bapak kok, dari dosen lainnya"
Jawabmu masih mencoba sopan tapi lagi-lagi menghindari tatapan matanya.
"Ya udah, ayo ikut.. kerjain di apartemen saya aja. Daripada disini"
Ucap Sehun dengan nada memerintah
"Gak usah pak, disini aja. Kalau di apartemen bapak nanti banyak yang salah paham"
Jawabmu yang membuatmu merutuki mulutmu sendiri.
"Maksudnya? Salah paham apa?"
"E-enggak, itu maksudnya.. kalau cewek sama cowok bukan muhrim di rumah berduaan malam malam kan gak baik pak"
Lanjutnya lagi
"Oh.. ya udah, kalo gitu saya pulang dulu. Hati-hati kamu disini. Jangan lupa makan"
"I-iya pak"
"Uhm.. saya mau tanya"
Ucap Sehun yang tiba-tiba berbalik
"Apa pak?"
"Kamu kenapa menghindari saya?"
.
.
.
ONE CHAPTER CLEAR