
Bismillahirrahmanirrahim
.
Sudah 1 minggu berlalu sejak kamu pergi begitu saja dari villa Sehun hari itu. Kamu yang kala itu sedang di penuhi emosi, capek, kesel, bete, sebel, dan egois yang begitu besar akhirnya memilih menjauh dan membatasi komunikasi mu dengan Sehun.
Kamu bahkan hanya pamitan seadanya pada orangtua Sehun yang saat itu bingung melihatmu berurai air mata, hingga akhirnya mengijinkan kamu pulang dengan di antarkan oleh supir pribadi mereka.
Dan hebatnya, Sehun sama sekali tak memahanmu atau mengejarmu. Atau bahkan, mencoba menghubungi dirimu hanya sekedar untuk memperbaiki hubungan kalian.
Oh, jangan tanya tentang kuliah. Kamu tetap masuk seperti biasa kok. Bahkan di kelas Sehun sekalipun, walaupun ya... Kamu tak memandang Sehun sama sekali.
Dan seolah kembali pada kehidupanmu yang dulu sebelum Sehun datang, kamu kini duduk di meja batu DPR yang terletak tepat di depan gedung fakultasmu. Untuk mengerjakan tugas.
"Loh, (Yn) kan?" Itu bukan suara Rika ataupun Sehun, tapi Chanyeol. Dosen tampan mu yang juga sahabat Sehun.
Kamu berbalik dan berdiri menghadap Chanyeol, "Iya pak. Hehehe... Kok bapak masih inget nama saya?" Tanyamu.
"Hahahha... Ya ingetlah, gimana bisa saya gak inget sama cewek yang udah berhasil bikin sahabat saya galau tingkat dewa begitu?! Hahahah..." Tawa Chanyeol terdengar dan kamu mematung mendengar ucapan dosenmu itu.
"M-maksudnya pak?" Kamu mengerjapkan matamu dan menatap Chanyeol bingung.
"Kamu beneran gak tahu, apa pura-pura gak tahu?" Tanya Chanyeol balik. Dan kamu menggeleng kecil, hingga Chanyeol menetralkan tawanya dan mulai bicara lagi padamu.
"Kamu pacarnya Sehun kan? Eh, bukan bukan. Calon istrinya Sehun. Bener kan?" Ucap Chanyeol.
Kamu mengerutkan kening lagi. "Saya bukan--"
"Mck, iya kamu. Saya gak salah kok. Sehun tuh selalu cerita soal kamu sambil liat foto kamu yang dia pajang di meja kerja dia. Cowok kamu itu, lagi galau berat gara-gara kamu marah sama dia. Paham?!" Ujar Chanyeol.
"Foto saya di mejanya pak Sehun, pak? Serius?" Tanyamu tak percaya dan Chanyeol mengangguk mantap.
"Hmm.. sini deh, ikut saya. Biar kamu percaya." Dan Chanyeol kini berbalik kembali ke arah kantor dosen dengan kamu yang mengikuti dari belakang.
.....
Kamu terduduk di kursi kerja Sehun dengan tangan kananmu yang memegang pigura kecil dengan fotomu di sana. Entah apa yang sekarang kamu rasakan, tapi kamu begitu ingin bertemu dengan Sehun begitu melihat ini.
Ini jelas fotomu secara candid. Iya, candid. Atau foto yang kamu sendiri tak tahu kapan kamu di foto dan bagaimana caranya.
Kamu menggeleng kecil, "Enggak pak. Makasih." Ucapmu dan mengusap perlahan air mata yang sedikit menggenang di sana. Membuat Chanyeol terkekeh.
"Pantesan ya, kamu bisa jadian sama kulkas berjalan kayak Sehun. Kalian tuh kalo di liat rada mirip." Ucap lelaki itu sambil menyesap teh dari tangan kanannya.
"Mirip gimana pak?"
Chanyeol menunjuk dengan dagunya ke arahmu. "Tuh, sama-sama melankolis. Sama-sama gengsian, sama-sama rumit." Ucapnya. "Kalo kamu emang sayang sama dia. Kenapa harus permasalahin ini sih? Soal siapa Sehun, siapa kamu. Kenapa Sehun gak cerita dari awal dan baru jujur sama kamu. Saya rasa, kalo kalian saling cinta. Itu bukan jadi masalah lagi kan? Yang penting sekarang terbuka dan mulai jujur satu sama lain. Selesai!" Ujar Chanyeol lagi.
"Tapi dia anggap saya perempuan yang cuma incar harta dia aja pak." Jawabmu.
Chanyeol menghela nafas sejenak dan menyandarkan tubuhnya ke dinding. "Sekarang, coba kamu bayangin. Kamu yang ada di posisi Sehun, banyak yang dekati kamu. Baik sama kamu. Tapi nyatanya, mereka cuma memanfaatkan kamu aja. Kira-kira, kalau ada orang yang dekati kamu lagi, meskipun dia tulus. Apa kamu yakin, kamu gak akan negthink dulu sama dia di awal?" Ucap Chanyeol dan membuatmu berpikir keras.
Benar juga, apa yang di ucapkan oleh Chanyeol memang ada benarnya. Harusnya kamu mendengarkan dengan tenang semua penjelasan yang di berikan Sehun saat itu. Tapi tak kamu lakukan, kamu justru pergi begitu saja kemarin dan memperkeruh hubunganmu dengan Sehun sampai detik ini.
.....
Drap drap drap
"Sial! Kenapa mesti ketinggalan segala sih. **** banget Sehun!" Gerutu lelaki berkulit pucat itu dan segera melangkah ke arah ruang kerjanya.
Tepat saat dia masuk ke dalam. Ada sebuah pemandangan tak nyaman yang dia lihat tepat di depan mata Sehun.
"Lo?!!" Teriak Sehun yang melihat dirimu tengah bersandar di dada Chanyeol sambil terisak.
"Sehun.."
Mata Sehun membulat, wajahnya memerah menahan marah dan kini dia menatap ku juga Chanyeol bergantian.
"Lo berdua khianatin gue???!!!" Teriak Sehun lagi.
.
.
One chapter done!