Imagine Boyfriend Series EXO Sehun

Imagine Boyfriend Series EXO Sehun
Penyangga Baru



Bismillahirrahmanirrahim


.


"Kalian berdua selingkuh dan khianatin gue???!!!" Teriak Sehun dengan wajah memerah menahan amarahnya yang siap meledak kapan saja, sementara kamu dan Chanyeol yang terkesiap karena terkejut segera memberi jarak di antara kalian berdua untuk berdiri dengan kamu yang menatap Sehun lekat.


"Sehun, ini gak kayak yang kamu pikirin. Kita gak selingkuh..." Ucapmu.


"Bohong! Terus apa tadi, ha??!! Kamu pikir aku buta?! Jadi gini kelakuan kamu disaat kita lagi ada masalah? Bukannya memperbaiki hubungan. Tapi malah mesra-mesraan sama sahabat aku sendiri?!" Racau Sehun. "Oh, atau jangan-jangan. Kamu memang dari awal udah suka sama Chanyeol, makanya kamu datar aja sama aku? Iya???" Ucap lelaki berkulit pucat itu sekali lagi


"Hun, Lo jangan kasar gitu. Ini cewek Lo, hun..." Lerai Chanyeol.


"Alah!! Lo gak usah ikut campur bang! Gue pikir kita temen. Tapi apa ini? Lo malah peluk dia seenak jidat lo. Disaat Lo tahu gue lagi ada masalah sama dia begini." Chanyeol membulatkan matanya, dia tak percaya Sehun membentak dirinya dan menuduhnya sembarangan seperti ini.


Apa salah, jika Chanyeol menenangkan kamu yang mulai menangis tanpa henti? Toh, kamu juga menangis gara-gara laki-laki yang sedang mengamuk kesetanan ini sekarang.


"Hun! Jaga mulut Lo ya! Gue gak sepicik itu!!" Teriak Chanyeol tapi Sehun seolah tak mau mendengar apapun lagi, dia menarik tanganku pergi dari sana dengan kasar hingga kamu meringis kesakitan.


Bugghh!!


Chanyeol melayangkan tinjunya ke arah Sehun hingga akhirnya Sehun tersungkur di lantai dengan darah yang keluar dari sudut bibir tipisnya.


"Brengsek!! Lo gak percaya sama gue, ha?!!!" Ucap Chanyeol, dan


Bugghh!!


Sekali lagi, tinjunya melayang dan menghantam wajah Sehun. "Kalo gue, emang mau rebut cewek Lo. Mau selingkuh sama dia. Gue gak akan bawa dia ke ruangan Lo, dasar ****!!"


Bugghh!!!


"*****!! Dia nangisin elo!!" Racau Chanyeol dengan nafas terengah, sementara kamu cuma bisa menangis melihat semuanya. Kamu takut, bingung... Dan.. campur aduk rasanya sekarang.


Sehun sekarang seolah kembali sadar, saat dia melihat ke arah sekitarnya dan benar... Dia melihat pigura fotomu yang kamu pegang disana sembari menangis.


"Maafin gue bang.." ucap Sehun, dan Chanyeol kini terdiam. Dia menjauh dan bangkit lalu menatap ke arahku dan Sehun secara bergantian.


"Kelarin masalah Lo berdua. Gue pergi.." ucapnya dan segera keluar dari sana sambil mengusap kasar wajahnya sendiri seperti orang frustasi.


.....


Kamu sekarang sudah duduk sembari menunduk di dalam mobil milik Sehun, ya..  setelah kejadian tadi. Lelaki itu menarik tanganku sekali lagi menuju ke dalam mobilnya untuk menyelesaikan masalah di antara kalian berdua.


Walaupun tak sekasar tadi. Tapi cukup membuatmu merasakan nyeri di pergelangan tangan dan juga hatimu sendiri


"Kamu duluan," ucapmu dan Sehun menggeleng. "Kamu aja duluan, kamu perempuan." Jawabnya. Lalu kami menghela nafas lagi.


"Aku gak selingkuh sama pak Chanyeol, tadi itu aku nangis karena aku inget sama kamu. Terus pak Chanyeol nyoba buat tenangin aku. Udah, itu aja. Aku gak pernah suka sama pak Chanyeol yang kayak gitu. Meskipun, dia emang ganteng banget dan masuk jajaran dosen most wanted di kampus. Tapi serius, aku gak punya pikiran begitu. Mikirin masalah kita aja udah pusing. Masa iya, aku mau nambahin masalah begitu." Ucapmu.


Sehun menghela nafas panjang dan mulai bicara. "Iya, aku tahu. Aku minta maaf udah nuduh kamu. Aku cuma gak suka aja liat kamu di sentuh sama cowok lain begitu, aku aja gak pernah begitu sama kamu." Ucap Sehun


Gak pernah begitu, tapi kan udah cium gue berkali-kali. Gak inget apa?!


Batinmu sendiri.


"Terus, apa tadi kamu bilang? Dia ganteng? Most wanted??!" Sehun terkekeh seolah meremehkan Chanyeol. Mungkin Chanyeol akan menggeplak kepala Sehun kalau melihat ekspresi merendahkan yang di tunjukkan Sehun sekarang.


"Itu kan kenyataannya hun!" Ucapmu.


"Ya tapi kamu gak usah ngomong gitu juga. Lagi begini, masih sempatnya kasih pujian ke cowok lain sih. Kamu gak mikirin perasaan aku?!" Protes Sehun.


"Ya kamu juga gak mikirin perasaan aku kan waktu ngomong seenaknya kemarin, terus nuduh aku selingkuh seenaknya barusan! Aku juga sakit hati hun! Kamu pikir kamu aja?! Mana gak ada niatan buat hubungin aku duluan kek, datang ke rumah kek, minta maaf kek, kejar aku kek! Ini malah diem aja, kamu pikir aku patung yang gak punya hati apa?!! Aku kan cewek hun. Peka dikit dong!"


"Oke, aku salah.."


"Ya emang kamu yang salah, masa aku?" Ucapmu.


"Iya, aku minta maaf. Aku gak akan ulangi lagi yang kayak kemarin atau tadi, hmm?" Ucap Sehun.


Kamu melirik ke arah Sehun yang menatapmu penuh harap. "Kalo diulang lagi?" Tanyamu.


"Gak akan diulang lagi."


"Kan misalnya hun.."


"Gak ada misalnya, pokoknya gak akan di ulang."


"Sehun, serius. Kalo kamu ulangin lagi. Gimana?"


Sehun tak menggubris ucapanmu dan segera menyalakan mesin mobilnya untuk mengantarkanmu pulang. Menganggap bahwa masalah kalian selesai meskipun kamu belum menjawab akan memaafkan lelaki itu atau tidak.


.


.


One chapter done!