
Bismillah
Start
.
.
"Gila tuh pak Sehun, ciuman di area kampus begini. *****, gak kira-kira deh"
Gerutu Rika setelah sampai ke tempat yang cukup aman dan sepi
"Hiks.."
"Lah.. (Yn)? Lo nangis?"
Kamu segera mengusap kasar air matamu dan menggeleng dengan cepat pada Rika yang memandangiku dengan tatapan penuh heran.
"Enggak, gue gak nangis. Kelilipan"
Ucap mu cepat tapi tentu saja Rika tak percaya semudah itu, gadis itu kini justru menatapmu semakin lekat dan mendekat.
"Lo nangis gara-gara liat pak Sehun ciuman tadi?"
Kamu kembali menggeleng dan mengusap lagi air matamu yang sialnya terus keluar tanpa henti.
"(Yn)..."
"Enggaklah, buat apa gue nangis gara-gara orang gak penting begitu? Emang nya dia siapa gue?"
Sergahmu cepat
"Terus kenapa nangis?"
"Dada gue sakit ka.. kayaknya, asma gue kambuh"
Ucapmu lagi sambil memegangi dadanya kuat karena rasa sakit yang entah kenapa begitu terasa saat ini...
"Asma Lo kambuh? Ya Allah, gimana dong? Mampus nih"
Ujar Rika yang mulai panik, dia memang tahu soal riwayat penyakit asma yang kamu miliki. Dan jelas dia tahu bagaimana buruknya jika sampai penyakit itu kambuh padamu
"Minum.."
Ucap mu lagi dan dengan kecepatan kilat Rika mengangguk lalu berlari kencang untuk membelikan mu minuman sebelum akhirnya dia menepuk nepuk juga punggung mu perlahan.
"Masih sesek gak nafas Lo?"
Kamu hanya mengangguk kecil
"Duh.. Lo balik aja deh, setelah ini cuma kelasnya pak Sehun aja kan Lo, gak ada kelas lain lagi?"
Tanya Rika masih dengan nada khawatir yang sangat kentara
"Iya tapi nanti gimana absensi gue?"
Rika berdecak, benar juga.. dosen berwajah datar itu juga memasukkan nilai berdasarkan absensi mahasiswanya..
"Gue ijinin deh. Gimana?"
Kamu berpikir sebentar, kemarin kamu sudah tak masuk satu kali karena kejadian dimana kami di bully oleh gadis gadis itu. Dan sekarang? Apa iya kamu juga harus mengorbankan kuliahmu untuk masalah tidak penting seperti ini?
"Gue masuk aja deh, sekarang kita cari tempat buat ngadem dulu aja gimana?"
Rika menghela nafasnya pelan, dia tak menolak usulan mu karena alasan dosen pengampu nya adalah seorang oh Sehun yang sangat sulit di tebak.
"Ya udah, ayok. Ntar gue traktir deh."
Ucap Rika sambil menggamit lenganmu dan membawamu pergi dari tempat itu.
🌸🌸
"Hun, gu-- astaghfirullah!!!"
Chanyeol membulatkan matanya dan berteriak hingga membuat Sehun dan seorang gadis cantik itu terkesiap, dengan cepat kedua nya menjauh dan gadis itu merapikan penampilannya sebelum keluar dari ruangan Sehun dan membungkuk sebentar pada chanyeol.
BLAMM
"Sinting ya Lo?!!!"
Teriak Chanyeol lagi pada Sehun yang nampak masih terkejut hampir sama dengan Chanyeol sekarang.
"Ini salah paham bang"
"Salah paham gundul mu!! Itu lipstik nempel di bibir Lo namanya apaan?!!"
Sehun terdiam
"Hun, ini ruang kesiswaan. Bisa aja mahasiswa liat kelakuan Lo tadi. Mikir gak sih?!"
Lanjut Chanyeol masih dengan nada tinggi penuh emosi
Ucap Sehun pada Chanyeol dengan wajah memelas
"Masuk ke ruangan gue, ngomong dan jelasin semuanya!"
Ucap Chanyeol serius. Sehun memang begitu, sekalipun dia sering bersikap seenaknya pada Chanyeol. Tapi jika dia tahu dia membuat kesalahan.. dia tak akan segan memohon pada Chanyeol dan meminta maaf seperti sekarang. Sehun langsung menurut dan mengikuti langkah Chanyeol menuju ruangan lelaki itu.
.
.
--skiipp--
Kamu kini duduk di bangku agak ujung dan mepet ke tembok untuk bisa menyandarkan separuh tubuhmu di dinding.
"Lo yakin masih mau masuk?"
Bisik Rika padamu
"Iya, berisik deh. Kalo gue gak kuat, gue bakal ijin balik. Yang penting tuh absensi udah nyampek ke tangan gue"
Ucap mu dengan masih memejamkan mata dan menyandarkan kepalaku ke tembok
"Ya udah deh.."
"Loh.. (Yn) kenapa? Kok pucet gitu sih. Lo sakit?"
Tanya Musa, cowok yang bertindak menjadi komting di kelas Sehun.
"Ehmm.. gak enak badan aja kok, dikit"
"Oh.. yakin?"
Kamu hanya mengangguk samar menanggapi Musa. Sumpah demi apapun, bayangan Sehun yang masih berciuman dengan gadis asing itu terus memasuki pikiranmu dan membayangi dirimu sepanjang waktu ini.. membuat kepalaku terasa berdenyut.
Bego.. ngapain gue pake sakit hati segala sih!
Dia bukan siapa siapa gue
Gue gak berhak buat marah sama dia
Siapa dia, siapa gue?
Sial! Kenapa selalu kebayang terus sih
Gerutuan itu terus berada di hatimu sampai akhirnya Sehun masuk seperti biasanya ke dalam kelas.. seolah tak ada apapun yang terjadi hari ini.
.
Kamu berusaha berkonsentrasi pada mata kuliah yang Sehun berikan dari tadi... Mencatat dan mengalihkan pandanganmu dari wajahnya atau pun pandangan matanya yang kadang bertemu dengan matamu.
Sakit...
Semakin melihatnya dadaku terasa semakin sesak..
Semakin sakit...
Buat apa Lo bilang bakal ngelindungin gue kemarin kalo Lo akhirnya ciuman sama cewek lain?
Buat apa Lo nyuruh gue buat bilang ke semua orang kalo gue punya Lo, sementara Lo udah punya orang lain?
"Ishhh.. bego!"
Desismu sambil mengetuk kepalaku sendiri dengan bolpoin
"(Yn)!.. ada apa?"
Tanya Sehun yang memandangimu heran
"E-enggak pak, gak apa-apa"
"Yakin?"
Saat kamu akan menjawab, tiba-tiba saja Musa.. sang komting itu menyeletuk mendahului dirimu
"(Yn) lagi sakit pak"
Dan ya.. Sehun merubah raut wajahnya dan menatapmu lekat
"Kamu sakit?"
Iya.. gue sakit, gara-gara elo!!!
.
.
ONE CHAPTER DONE!