
Bismillah
.
.
Pagi itu, Sehun menjemputmu ke apartemen.
Garis bawahi...
SEHUN MENJEMPUTMU
SEHUN...
MENJEMPUT DIRIMU...
Yup, pagi ini dia sudah duduk diruang tamu apartemenmu lengkap dengan pakaian khas dosen yang akan mengajar.
Kemeja putih, celana kain hitam, dan kacamata minus yang membuatnya terlihat ribuan kali lebih tampan dari seorang dewa. Menurutmu...
"Uhmm.. bapak, ngapain kesini?"
Tanyamu dengan bodohnya pagi itu di hadapannya.
"Jemput kamu. Kita berangkat ke kampus bareng"
Jawab Sehun datar dengan wajahnya yang tanpa dosa.
"Jemput saya? Bapak gak salah?"
Sehun menghela nafas kasar dan mendekat ke arahmu. Membuatmu secara refleks memundurkan tubuhmu agar tak terlalu dekat dengan dosenmu itu.
"Kamu ingat gak semalam yang kita lakukan?"
#glek
Kamu menelan salivamu dan mencoba mengingat kejadian semalam yang masih sangat jelas tersimpan di dalam ingatanmu.
"M-maksud bapak?"
"Ciuman itu, kamu ingat kan?"
Kamu diam, menatap kedua kelopak matanya dan mencoba menetralkan perasaan juga detak jantungmu yang sama sekali tak terkendali sekarang.
"S-saya..."
"Jangan terlalu formal, ada banyak yang harus saya katakan sama kamu."
"Tapi pak.. saya, gak ada jadwal kuliah hari ini"
Ucapmu dengan gugup, karena memang kenyataannya begitu. Kamu memang tak berbohong. Hari ini adalah jadwal liburmu pada hari Jumat.
"Hahh.. kenapa gak bilanh daritadi?"
Tanya Sehun yang kini memundurkan lagi tubuhnya dan menyandarkan punggungnya ke sofa apartemen mu.
"Bapak gak tanya.."
Jawabmu singkat
"Hahaha, iya juga ya. Kenapa saya gak tanya sama kamu ya?"
Kamu tercengang, bukan apa-apa.. tapi ini kali pertamanya kamu melihat dosen killer mu itu tertawa seperti ini. Dengan bibir yang terbuka lebar dan gigi putih yang terlihat, sekaligus.. jangan lupakan suara renyahnya yang membuatmu... Aaarrgghhhh!!!
"Jadi kamu kosong hari ini?"
Tanya Sehun dan kamu mengangguk cepat.
"Bagus, cepetan ganti baju sana. Saya tunggu disini"
"Ha? Tapi kan saya libur pak"
"Saya tahu, justru karena kamu libur itu bagus. Saya bisa ajak aku jalan jalan.."
"Jalan-jalan gimana maksudnya?"
Sehun kembali menghela nafasnya
"Kamu gak pernah jalan jalan emangnya? Refreshing, datang ke tempat yang bisa hibur kita. Ngerti gak?"
"Iya ngerti pak.."
"Pernah?"
"Pernah.."
Sergah sehun dan membuat mu menatap dirimu sendiri sekarang.
"I-iya pak.."
Kamu segera berlari menuju ke dalam kamar dan dengan cepat mengganti pakaianmu dengan setelan casual plus make up ringan yang terkesan natural.
.
.
--skiipp--
Selama dalam perjalanan menuju ke tempat itu, saat ini.. tak ada satupun perbincangan yang terjadi di antara kalian berdua.
Baik kamu ataupun Sehun sama sama tidak memulai pembicaraan dan hanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
Seperti dirimu yang berpikir,
Mau kemana kalian sekarang?
Kenapa dosenmu mengajak kamu jalan keluar sekarang?
Apa dia masih ingat kejadian semalam?
Dan lain sebagainya yang membuat dirimu terdiam seribu bahasa. Hingga...
Sebuah tangan hangat kini menggenggam tangan kecilmu dan menaruhnya di pangkuan seseorang yang duduk di balik kemudi.
"P-pak.."
"Kita cuma berdua, panggil nama aja"
Ucap Sehun dengan nada tenang untuk menutupi jantungnya yang sebenarnya juga berdetak sangat kencang.
"S-sehun.."
"Hmm.."
"T-tangan.."
Ucap mu gugup. Sungguh, jantungku rasanya mau lompat dari tempatnya dan kamu ingin berteriak sekencang mungkin untuk menutupi rasa gugupmu saat ini.
Tapi Sehun...
Seolah tak mengerti atau pura-pura tak mengerti dengan ucapanmu..
Bukannya melepaskan genggaman tangannya dari dirimu, lelaki itu justru menggenggam tanganmu jauh lebih erat. Mengaitkan jarinya di sela-sela jari jari kecilmu. Dan ibu jarinya yang menguap lembut punggung tanganmu tanpa henti sembari terus mengemudi.
"Kamu ngerasain apa?"
Tanya lelaki itu tanpa menoleh sedikitpun padamu
"A-aku? M-maksud kamu?"
Kamu memejamkan mata mendengar ucapanmu sendiri. Aku? Kamu? Sejak kapan kalian sedekat itu untuk memanggil dengan sebutan seperti itu?
"Iya.. kamu, kamu ngerasain apa sekarang?"
Tanya Sehun lagi tapi kini ekor matanya sedikit menoleh ke arahmu. Melihat mu sekilas dan menyunggingkan senyum manis nya padamu.
"Hangat..."
Terkutuk lah mulut mu sekarang yang dengan santai mengatakan hal yang tak kamu mengerti
Sekali lagi Sehun tersenyum
"Kamu gak mau tanya, saya ngerasain apa sekarang?"
Kamu menoleh ke arah Sehun dan menatap pahatan wajahnya dari samping yang terlihat begitu sempurna.
"Aku ngerasain kalau aku lagi genggam masa depan aku sekarang"
Ucap Sehun yang sekali lagi membuat otakmu berhenti bekerja dan jantungku berdetak ribuan... Bukan, jutaan kali lebih cepat hingga rona merah terlihat jelas di kedua pipi mu sekarang.
"Kamu paham kan, apa yang aku maksud sekarang?"
Tanya Sehun lagi dan menatap wajahmu.
.
.
ONE CHAPTER DONE!