
Di sebuah perusahaan settele company tepatnya diruang Ceo utama terlihat Agra begitu bahagia dan memeluk sang asisten serta sahabatnya itu mengucapkan terimakasih.
"Hahaha... akhirnya penantianku tidak sia sia, terimakasih Ven." ucap nya sambil menepuk bahu sang sahabat.
"Iya, aku juga ikut bahagia, selamat kamu bisa ketemu dengan anak mu gra." ucap Even yang ikut bahagia.
Agra telah mengetahui setelah menyelidiki identitas Angel waktu di bar, dengan usaha akhirnya mereka mendapatkan jawaban yang selama ini mereka cari.
"Jadi bagaimana gra, kamu ingin menemui WAitu?" tanya Even.
"Tentu saja, aku ingin menemui anak ku, aku tidak tau apakah dia tumbuh dengan baik? " ucap Agra.
"Dari mata mata ku mengatakan bahwa mereka berada di minimarket jl,sari kasim." ucap Even yang memberitahu Agra saat ia membaca pesan teks yang baru masuk.
"Ya Udah apa yang kita tunggu, segera kesana! " ucap Agra dan bergegas pergi.
"Aduh maaf buk, anak saya emang suka begitu kalau di rumah." ucap Ziya canggung Akmal hanya tersenyum melihat istrinya canggung.
"Astagfirullah,ada tamu maaf semuanya."ucap Akmal malu begitu juga Arsyad.
Di minimarket Angel terlihat sibuk memilih belanjaannya, sedangkan bara mengikuti setiap langkah kaki Angel dengan gaya cool nya.
"Bara kamu tidak beli Chiki? " tanya Angel.
"Tidak mom, chiki bala masih banyak." ucap bara yang memang chiki di kamarnya masih begitu banyak.
"Yasudah,kita ke kasir dulu!" ajak Angel.
"Mom Bala mau ke toilet dulu." ucap Bara yang kebelet.
"Apa mau mommy temani? " tanya Angel menggoda sang putra.
"Mommyyyy.., Bala bisa sendili." ucap bara kesal.
Angel terlihat senang melihat wajah kesal sang putra.
Hanya butuh waktu 20 menit Agra dan Even sampai di minimarket dimana Angel berada.
Bara yang baru keluar dari minimarket untuk pergi ke toilet tidak sengaja menabrak Agra yang hendak memasuki minimarket.
"Auu." rinti Bara kesakitan sambil menggosok bokongnya.
"Kamu tidak apa? " tanya Agra datar.
"Hem,tidak apa maaf menabrak anda." ucap Bara setelah itu pergi meninggalkan Agra dan terlihat berlari.
"Even ikuti adak itu, kenapa anak itu lari terburu buru, apa dia dikejar penjahat? " tanya Agra
"Mungkin Agra, akhir akhir ini banyak berita anak hilang." ucap Even.
Kini mereka mengikuti Bara, sampai di toilet umum, mereka berdua menunggu bara dengan setia sampai bara keluar dari toilet namun ketika dia ingin pergi meninggalkan toilet umum itu ia ditahan seorang dan meminta uang pembayaran pemakaian toilet.
"Bag, Bala tidak bawak uang mommy lagi di minimarket boleh bala ambil uang dulu." ucap Bara meminta izin karena dia tidak pengang uang.
Agra yang melihat Bala dengan seseorang segera menghampiri, bara.
"Ada apa? " tanya Agra.
"Ini tuan, adik ini belum bayar uang toilet jadi dia minta izin mau ambil uang dulu katanya." ucap pria itu.
"Oh yasudah, biar saya aja yang bayar, ini uangnya ambil aja kembaliannya." ucap Agra mengeluarkan uang lima puluh.
"Terimakasih tuan." ucap pria itu.
Bara pergi meninggalkan Agra begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih.
Agra dan Even hanya diam dan mengikuti Bara, sedangkan bara berjalan sambil berpikir.
"kenapa, wajah om itu tidak asing ya? "batin Bara dan sesekali menoleh kebelakang.
" Tuan apa anak itu takut dengan kita?"tanya Even.
"Entah lah, coba kamu berbicara dengannya." ucap Agra, Even pun berlari kecil untuk menyeimbangi langkah Bara.
"Hay adik kecil, jangan takut kita bukan orang jahat kok, kita hanya menjaga kamu dari orang bahaya." ucap Even dan terlihat senyum ramah.
"Menjaga ku." ucap Bara sambil menunjuk dirinya dan menoleh kenan dan ke kiri tampak tak mengerti dengan apa yang dikatakan pria dewasa didepannya itu.
Bagaimana tidak, karena Bara tidak perlu di temani semua bawahan Agel selalu menjaga Bara dari kejauhan tanpa diketahui orang.
Bara ingin menjawab perkataan Even,namun Angel memanggilnya.
"Bara." ucap Angel dan melihat orang yang berbicara dengan bara membuat Angel mengangkat alisnya.
Sedangkan Agra dan Even saling tatap, dan kembali melihat Angel dan bara.
"Di.. dia anakku." batin Agra terdiam dan merasa bahagia ia ingin memeluk sang putra namun ia tahan sebisa mungkin.