I'M The Queen!!! No The Princes

I'M The Queen!!! No The Princes
selamat bermain....



Seperti biasa aura keagungan seorang pemimpin dengan baju kebesarannya, dan penutup wajah setengah, menambahkan kesan misterius dan diikuti oleh si tangan kanan dari belakang kanan Angel.


Suara pijakan hells bergema di setiap lorong yang ia lewati, menambahkan suasana mencengkram di ruangan gelap dengan penerangan lampu kuning kemerahan, Angel memasuk ruangan itu dapat ia lihat enam orang pria bertubuh kekar yang bergantungan, mereka begitu familiar dimatanya, hingga dapat merubah sorot mata Angel yang tak seperti biasanya ia menyiksa musuhnya, biasanya ia akan bersikap tenang, lembut dan acuh.


Namun kali ini dimatanya tersirat, kebencian, keganasan, dan hasrat yang bergejolak mendidih.


perlahan namun pasti.


Ia berjalan mendekati keenam pria itu dengan wajah angkuh dan ganas.


semua para bawahannya, dapat merasakan aura yang berbeda dari pemimpin mereka.


"Apa kabar? " tanya Angel dengan suara angkuhnya.


"Apa kalian cukup bersenang-senang? " tanya Angel penuh penekanan.


"S.. siap kalian? " tanya pria yang sebelah kiri.


" A.. apa mau kalian lepaskan kami!..


"Kami tidak pernah mengusik kalian...


" Siapa kalian? kenapa kalian menangkap kami?"tanya pria yang memiliki pipi bekas goresan.


HAHHAHAHHAHAHAHHA........


Suara tawa bergema di ruangan itu, membuat siapa yang mendengarnya merinding, suara tawa bagaikan nyanyian kuntilanak itu lah yang dapat diungkapkan dalam pikiran para bawahannya itu.


"Kalian, bertanya siapa aku, apa mau ku dan mengapa dan apa dan kenapa itu yang kalian pertanyakan," ucap Angel setelah menyelesaikan tawanya dan berkata setiap katanya penuh penekanan dengan senyuman yang menyeramkan.


"Apakah kalian pernah menjelaskan saat kalian menyandera orang? tanya Angel berteriak.


" Apakah kalian memberitahu alasan kalian, membunuh seorang wanita hamil? "tanya Angel membentak mereka dengan marah.


" Apa kamu masih ingat, seseorang mengatakan untuk menyiapkan nyawa kalian? "tanya Angel dengan jari telunjuk mengangkat dagu pria memiliki goresan di pipi.


Pria itu begitu terkejut saat mendengar perkataan Angel,bagaimana dia tidak ingat dengan kata kata itu, perkataan itu yang selama ini tidak bisa membuat ia tenang perkataan itu selalu bergema di telinganya.


Terlihat pria itu ketakutan, saat menatap mata Angel.


" Ti... tidak, mu... mungkin, wanita itu sudah mati tidak mungkin dia hidup kembali."ucap nya ketakutan.


Angel membuka topengnya, memperlihatkan wajahnya membuat pria itu semakin ketakutan.


"Bagaimana? apakah kamu mengenal wajah ini." tanya Angel.


"Kali ini,aku akan memainkan permainan baru." ucap Angel tersenyum penuh arti.


"Aku akan membuat kalian merasakan ketakutan sesungguhnya." ucap Angel menyeringai.


"Rohan, bawa kemari si merah kecil(si semut merah) oh jangan lupakan si imut halus kecil(si tikus) biarkan mereka bersenang senang jangan lupa oleskan madu di tubuh mereka dulu sebelum si kecil menikmatinya." ucap Angel dan ia dapat menyaksikan Rohan dan anak buahnya mengoleskan madu di setiap tubuh mereka berenam.


Si merah kecil mulai berjalan mengerumuni tubuh mereka dan sedangkan si imut halus kecil berusaha menaiki tubuh mereka dengan memanjati kaki mereka.


"Selamat bermain dan bersenang senanglah." ucap Angel tersenyum ramah.


Angel pun pergi meninggalkan ruangan itu, di sepanjang jalan ia dapat mendengar teriakkan permohonan keluar dari mulut mereka masing masing.


"Katakan dengan Rohan jangan biarkan mereka mati, karena aku ingin mereka menikmati permainanku lebih lama." ucap Angel kepada yuli


"Baik Queen." ucap yuli penuh hormat dan kembali keruangan penyiksaan.


"Aku ingin kalian merasakan mati perlahan lahan." batin Angel.