
Hentakan suara kaki terdengar begitu nyaring ditelinga, langkah demi langkah memasuki lorong yang gelap hanya disinari sedikit warna lampu merah ke jingga'an, sebuah tangan mendorong pintu besar mempersilahkan seorang wanita dengan jubah kebesarannya dan sebuah topeng separuh wajah yang hanya memperlihatkan mata yang indah serta bibir merah merekah dengan rasa hormat membungkukkan badannya.
perlahan namun pasti langkah kaki itu memasuki ruangan gelap diterangi lampu kuning memantulkan cahayanya dengan begitu berwibawa,satu hentakan kaki membuat para mafioso yang didalam mengeluarkan keringat dingin tidak mampu menahan aura yang begitu mencengkram disaat langkah demi langkah.
Dengan cepat para mafioso menyambut kedatangan sang wanita itu dengan penuh hormat mereka menundukkan kepala mereka sambil berkata"Selamat datang di Ruang penyiksaan Queen."ucap serempak mereka semua.
Sedangkan para tahanan yang menyaksikan dengan mata mereka sendiri bagaimana para mafioso yang menahan mereka begitu menghormati wanita misterius itu, mereka menghardik ngeri, mereka juga bisa merasakan nyawa mereka seakan hilang seketika ketika melihat sosok didepan mereka.
"Ck.. ck.. hanya sebuah geng kecil berani bermain dengan ku, sungguh mencari kebahagian." ucap Wanita misterius itu yang tak lain Angel.
Angel perlahan berjalan dan mengarahkan kuku palsu panjangnya ke wajah mereka satu persatu yang begitu mendominasi, mereka hanya bisa menelan selivanya seteguk demi seteguk, senyuman ngeri terlihat disudut bibir merahnya.
Angel berdacih sambil menggelengkan kepalanya pelan lalu berkata begitu lembut.
"Tenang lah, aku tidak akan mengambil nyawa kalian, itu tidak akan menyenangkan, aku tidak suka dengan bau darah itu sangat menjijikkan." ucapnya dengan lembut sambil memainkan sebuah kemoceng yang baru saja ia ambil.
"Tapi...." ia menekankan kata tapinya
"Tapi aku akan membuat kalian memohon untuk mengakhiri nyawa kalian, sebelum kalian memintanya aku akan membuat kalian tertawa sangat bahagia sampai kalian mengeluarkan air mata kebahagiaan." ucap Angel sambil tersenyum manis semanis mungkin.
Angel berjalan ke salah satu dari mereka dengan membawa kemoceng ditangannya Angel mulai menggosokkan kemoceng itu ke kaki pria itu membuat pria itu tertawa karna terasa geli.
"Apakah geli? " tanya polos Angel.
"Geli... hahaha... geli... haha." ucapnya sambil tertawa.
"A... haha... aku... mo... haha.. mohon hentikan."ucap pria itu memohon.
Terlihat seulas senyum di bibirnya dengan tatapan mata yang tajam
" Semakin kamu memohon, semakin saya ingin bermain."ucapnya dengan sorot mata yang mengerikan.
"Lanjutkan penyiksaan dan gunakan alat yang baru di rancang." ucapnya dengan lantang dan duduk di kursi kebesarannya menyaksikan berjalannya penyiksaan dengan di temani Biyan dan jangan lupakan Rohan yang memimpin berlangsungnya penyiksaan.
"Siap Queen." ucap mereka serempak.
Satu persatu para mafioso mengaktifkan mekanik dengan memutar salah satu alat yang berbentuk kepala ular, dengan tiga kali putaran terdengar suara mesin satu persatu perlahan aktif tepat di tengah mereka tahanan yang akan menjadi tontonan itu terlihat sebuah lingkaran kayu yang berukiran naga itu perlahan sebuah tali yang mengikat tangan mereka terlepas di gantikan dengan pengikat kaki mereka dan tak lupa para mafioso menidurkan mereka setelah mereka tertidur tangan mereka perlahan terikat serta pinggang mereka.
Lingkaran kayu berukiran naga itu perlahan meningkat dari tingkat satu sampai tingkat dua, perlahan lingkaran naga berputar perlahan lahan sampai mengeluarkan sebuah bulu ayam dari sehelai bulu ayam berputar mengitari kaki mereka, sampai beberapa tangan besi keluar dari lingkaran naga menggelitik perut mereka.
Suara tawa menggelegar dalam ruangan itu beribu kata permohonan terlontar dari mereka,beribu tetes air mata kebahagian mereka keluar dari mata mereka.
Sudah dua jam penyiksaan berjalan dan satu persatu mereka meregang nyawa dalam kondisi ada yang mulut terbuka lebar ada mata yang melotot ada yang tubuh nya menegang.
"ck.. ck... tidak menarik." ucapnya malas dan berjalan menghampiri mayat mainannya.
"Rohan Biyan kematian yang paling menakutkan, yaitu kematian secara perlahan dengan memberikan mereka kebahagian di wajah mereka dari pada melihat wajah ketakutan mereka dan disertai semburan darah itu terlalu ringan untuk mereka." ucap Angel kepada bawahannya dengan wajah menghadap ke langit langit sambil menghirup udara kebebasan korban.
"Kalian urus semua mayat ini sampai bersih jangan meninggalkan bau." ucap Angel dan pergi meninggalkan ruangan gelap itu dan di ikuti Biyan.