I'M The Queen!!! No The Princes

I'M The Queen!!! No The Princes
ibu dan anak



"Sungguh menakutkan, memberi kebahagian lalu meregang nyawa." Batin Biyan.


"Penyiksaan yang menakutkan, mati dengan wajah bahagia dan mati tanpa jejak." Batin Rohan menggerdik ngeri.


Para mafioso yang memperhatikan hanya bisa terdiam, menyaksikan penyiksaan dan pengambilan nyawa yang sangat mengerikan, kematian yang tidak terluka, tidak berdarah dan tidak teracuni hanya kematian kebahagian terukir di wajah mereka.


Para mafia lain, sangat mengagumi cara penyiksaan kelompok Red Phoenix yang sangat halus dan bersih penyiksaan tanpa berdarah.


Banyak para mafia lain mengira bahwa pemimpin Red Phoenix menyiksa dengan menggunakan racun yang tak dapat di periksa oleh orang lain namun pemikiran mereka salah, penyiksaan dilakukan Queen Red Phoenix yaitu di sebut kebahagiaan.


Jam yang sudah menunjukkan 09;30 Angel bergegas mengemudi mobilnya untuk menjemput putra kecilnya di sekolah.


Sesampainya di gerbang sekolah ia dapat melihat putranya duduk di bangku tunggu di temani seorang gadis kecil bersama ibunya.


"Maafkan mommy sayang telat menjemputnya." ucap Angel yang telat menjemput sang putra.


"Ehm, tidak apa tapi sesuai atulan nomol 10 jika mommy telat menjemput sang putra maka mommy halus di hukum!hem kalena mommy telat 15 menit maka hukumannya lingan kok" ucap Bara sambil melihat jam tangannya.


"Eh si bocah, kan mommy hanya telat 15 menit pria kecil." ucap Angel sedikit kesal dengan putranya itu.


"Mommy tidak ada kata telat sedikit, kalau telat ya telat kan mommy sendili yang buat atulan." ucap Bara sambil melipat tangannya didada. ya Bara sudah bisa berbahasa Indonesia lancar hanya penyebutan R Bara masih salah.


"Dasar pri kecil, ya udah apa hukumannya." ucap Angel pasrah.


"Hukumannya mommy halus izinin Bala main laptop selama 3 jam." ucap Bara sambil membentuk jarinya.


"Oke deal." ucap Angel sambil jabatan tangan dengan sang putra.


Sedangkan dua orang wanita beda usia itu hanya memperhatikan interaksi antara ibu dan anak didepan mereka sampai wanita dewasa itu berdehem.


"Hemmm.


"Ah, tidak masalah saya sangat kagum dengan kedekatan anda sama putra anda." ucap wanita itu.


"Oh iya perkenalkan, saya Mira dan ini putri saya Atasyi."


"Saya Angel dan putra saya Barastian." ucap Angel dan memperkenalkan dirinya.


"Oh jadi nama putranya Barastian ya." ucap Mira.


"Jadi kamu belum kenalan sama tante Mira dan Atasyi Bara? " tanya Angel terlihat memelototi anaknya itu hanya bisa menunduk.


"Ah maafkan putra saya nyonya Mira yang tidak sopan ini, Bara selalu saja seperti itu jika orang yang belum dia kenal bahkan yang udah kenal aja dia selalu cuek " ucap Angel tidak enak hati karena Mira sudah menemani putranya menunggu ia dijemput.


"Ah tidak apa Nyonya Angel,saya tadi hanya melihat Bara duduk bersama Atasyi menunggu jemputan, jadi saya sekalian menemani Bara dijemput, soalnya baru baru ini ada berita anak hilang." ucap Mira.


"Anak hilang? hem saya beberapa hari ini tidak melihat berita jadi saya tidak tahu,saya sangat berterimakasih sudah mau menemani putra saya" ucap Angel berterima kasih.


"Tidak apa nyonya, kita saling menjaga saja dan Atasyi dan Bara juga satu kelas." ucap Mira.


"Karena Bara sudah dijemput saya pamit dulu nyonya Angel kasihan supir saya nunggu." ucapnya sedikit canggung.


"oh iya, sekali lagi terimakasih nyonya Mira." ucap Angel kembali berterimakasih.


Setelah kepergian Mira, Angel dan Bara juga pergi meninggalkan gedung sekolah itu.


"Kamu mau makan siang apa sayang? " tanya Angel.


"Telselah mommy aja, apa yang mommy masak Bala suka." ucap Bara yang duduk di samping Angel sambil membaca bukunya.


"Yaudah kalau gitu kita ke minimarket sebentar." ucap Angel.