
"Dan kita semua tidak tahu jika nona hamil saat itu dengan usia kandungan sembilan bulan, nona diserang waktu itu juga sampai ia harus kehilangan anaknya, kami kehilangan nona kecil apa kau mengerti apa kau tau seberapa menderitanya dia, jika dia penghianat lalu kamu ini apa ha." bentak Yuli dengan Air mata mengalir mereka semua bagaikan disambar petir, terutama Agra dan Ayunda.
"Cukup Yuli.......ayo pergi" bentak Angel sambil menahan tangisnya.
sedangkan bara dia tahu bahwa adik kembarnya tidak selamat, namun dia tidak tau bagaimana adiknya bisa tidak selamat, bara menggenggam tangan mommy nya memberikan kekuatan untuk sang mommy.
Merekapun pergi meninggalkan kediaman itu.
sedangkan bara terdiam lemas dia tidak dapat membayang kan kejadian itu, bagaimana Angel berusaha menyelamatkan kandungannya.
"Ma, aku salah.... aku pria yang tak berguna bisa bisanya aku ingin mengambil bara sedangkan dia telah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan anak kami." ucap Agra buliran air mata pun jatuh dari matanya.
Linda memeluk sang putra menenangkan putranya itu, Linda juga mengutuk dirinya karena berniat memisahkan ibu dan anak itu.
Dia tidak tau begitu besarnya pengorbanan wanita itu, yang harus mempertaruhkan nyawanya juga kepercayaan orang terdekatnya.
"Mama juga salah, kita telah salah hiks.. hiks." mereka semua kini merasakan apa yang selama ini yang Angel rasakan.
Ayunda seperti tidak bernyawa mendengar penuturan Yuli, sang suami mencoba menenangkan Ayunda yang terlihat sangat terpukul.
"Aku salah... plak...tidak ini tidak benarkan plak..... hiks... hiks.. aku salah. plak... hiks.. aku sangat bodoh." ucap Ayunda menampar dirinya sendiri.
Suaminya menarik tangan Ayunda membawa Ayunda kedalam pelukannya.
"Sudah tenangkan dirimu, kamu tidak salah sepenuhnya tenangkan dirimu." ucap Aril suami Ayunda.
"Sungguh kasihan tuan Agra." ucap pelayan itu.
"Tapi kasihan nona Angel juga, kita tidak tau seberapa besar penderitaannya, dia telah berusaha menyelamatkan anaknya namun tetap saja satu anaknya tidak selamat." ucap pelayan yang lebih muda itu.
"Hey sudah sudah ngapain pada ngumpul, pergi lakukan pekerjaan kalian." ucap bik irin kepala pelayan.
"Semoga keluarga ini selalu bahagia." ucap bik irin menatap satu persatu kamar tuannya itu dan berlalu pergi.
Angel duduk di sofa ruang tamu menenangkan sejenak pikirannya diikuti Yuli dan bara berdiri disampingnya.
"Maafkan saya Queen." ucap Yuli dan bersujud dilantai beralaskan karpet lembut itu.
"Maafkan Bala juga mommy,Bala janji tidak akan menemui papa lagi, bala akan selalu bersama mommy." ucap pria kecil itu menitikkan air mata.
Angel memegang pundak bara dan menghapus air mata putranya itu sambil tersenyum.
"Maafkan mommy, sayang mommy hanya terlalu takut untuk kehilangan mu, cukup mommy kehilangan Biyanka mommy tidak ingin kehilanganmu mommy terlalu takut." ucap Angel menangis sambil memeluk sang putra dengan erat, Yuli dapat merasakan penderitaan Queen Nya itu juga merasa sedih.
"Kamu tidak salah Yuli, saya yang terlalu takut untuk untuk menghadapinya." ucap Angel.
"Hey, kenapa kita harus bersedih tidak baik bersedih terus." ucap Angel menghapus air matanya dan putranya itu, Angel menepuk pundak Yuli mengatakan bahwa ia baik baik saja.