I'M The Queen!!! No The Princes

I'M The Queen!!! No The Princes
Racun



"Masuklah aku akan menjawab semua pertanyaan mu." ucap Angel, angel yang melihat sang putra bersikap mode marah membuat ia merasa gemes.


"Hey, pria kecil, apa kamu akan bersikap seperti ini terus? " tanya Angel sambil berjalan mengikuti sang putra begitu juga Wulan.


Bara masih diam dan berjalan dengan gaya cueknya.


"Yaudah gih sana ganti baju setelah itu kita makan oke." ucap Angel.


"Hem." ucap Bara dan masih memperhatikan wulan dengan tajam, setelah itu naik keatas menuju kamarnya.


"Dasar bocah." ucap Angel geleng kepala dengan sikap anaknya itu.


"Duduklah, aku akan mengambilkan minum untuk mu, kamu pasti haus kan." ucap Angel dan berjalan menuju dapur.


"Tidak perlu, aku kesini bukan untuk minum." ucap wulan namun dengan nada bicara pelan.


"Uhhhhh, ais....


" Yang seperti kamu lihat, lima tahun yang lalu aku hamil bara, aku tidak memberi tau kalian karena karena aku takut kalian tidak bisa menerima kehadiran nya, setelah selama 9 bulan aku mengandung tepat tanggal 17 maret ibu mengalami kecelakaan,mendengar ibu kecelakaan aku mengemudi menuju rumah sakit."ucap Angel sambil menarik napas sebelum melanjutkannya.


"Uhhhhhh, Namun naas aku juga mengalami kecelakaan saat itu,bersyukur ada yang menolongku dan mereka membawa aku keluar negri untuk pengobatan." ucap Angel dan berusaha menahan air matanya mengingat kejadian itu, Namun tidak di ketahui wulan bahwa Angel tidak menceritakan semuanya.


Wulan yang mendengar perkataan Angel terkejut dia tidak menyangka selama ini kak nya telah melalui hal yang sulit.


"Apa yang telah aku pikirkan? " batin wulan merasa bersalah.


"Ma.. maaf aku tidak tau semua itu, aku malah... " ucap wulan dan menangisi kebodohannya.


"Sudah lah aku tidak, menyalahkan mu, semua susah takdir." ucap Angel memeluk wulan dan menghapus air matanya.


"Mommy." ucap Bara yang baru turun.


"Bara perkenalkan dia bibi kamu, wulan." ucap Angel menjawab kebingungan di wajah putranya.


"Hem," ucapnya cuek karena masih marah.


"Apa dia masih marah? " tanya wulan.


"Iya, itu tidak tahan lama, ayok kita makan bersama." ucap Angel dan kini mereka makan bersama dengan lahap.


pagi hari seperti biasa Angel mengantar anaknya ke sekolah sedangkan wulan sudah kembali ke rumahnya malam itu, dia tidak bisa menginap karena di harus menjaga sang ibu.


Setelah Angel mengantar sang putra, seperti janji dia semalam bahwa ia akan mengunjungi sang ibu dan kini Angel melajukan mobilnya menuju kediaman sang ibu.


Angel dapat melihat rumah tua dengan atap bolong, sangat jauh dengan tempat tinggalnya Angel keluar dari mobil dan berjalan mendekati rumah itu, perlahan ia memasuki pekarangan ia dapat melihat kerumunan para warga di rumah tua itu.


"permisi ini ada apa ya pak? " tanya Angel penasaran kenapa rumah sang adik dikerumuni.


"Oh itu neng, ibu nilam tadi terjatuh didepan rumah,sampai sekarang belum sadar dan kasihan neng wulan." ucap Bapak itu Angel langsung menerobos masuk.


"Eh neng." ucap bapak itu ingin menahan Angel.


"Ma, wulan." ucap Angel semua orang yang menoleh ke arah angel begitu juga dengan dokter yang memeriksa ibu nilam.


"Ma maafin Angel ma, angel baru menemui mama,hiks.. hiks." ucap Angel menangis, sambil menggenggam tangan sang ibu.


"Bagaimana dok keadaanya? " tanya Angel.


"Ais ini sudah terlambat untuk menyelamatkannya, seandainya waktu itu wulan mau menerima lamaran tuan muda alex, nyonya nilam pasti bisa dirawat di rumah sakit dengan segera." ucap Sang dokter jordan, Angel menatap sang dokter dengan tajam seakan dia tau apa yang terjadi pada keluarganya itu.


Angel memeriksa sang ibu, benar saja dugaannya bahwa ibunya tidak sakit melainkan diracuni, racun ini berkerja perlahan lahan sehingga orang yang terkena racun itu akan mengalami sakit dan batuk seperti orang sakit biasa.