
"Bagaimana hasil penyelidikan kalian? " tanya Angel dengan mengeluarkan aura kepemimpinannya, sambil berjalan keruangan nya diikuti lima orang di belakangnya setelah membubarkan para mafioso lain.
"Menurut mata mata,tuan Ayan mengalami struk, setelah mendengar kabar Queen kecelakaan." ucap tangan kanan kelompok B yang biasa di panggil Biyan.
"Hem,lalu apa kamu sudah tau siapa dalang kejadian kecelakaan waktu itu dan siapa orang yang waktu itu mencegat saya" ucap Angel sambil bermain dengan jarinya di meja seolah sedang bermain piano.
"Sudah Queen, ini semua informasi yang kita dapat Queen." ucap Biyan, memberikan semua bukti yang telah ia kumpulkan.
"Oh,Kelihatannya sudah waktunya mereka musnah." ucap Angel menyeringai.
"E... h i...itu Queen, dalam lima tahun ini ada seorang yang menyelidiki identitas Queen." ucap Biyan gugup.
"Oh,apakah ada para tikus baru lahir sepertinya? " ucap Angel sambil menatap Biyan dengan tajam.
"A.. anu Queen sepertinya dia bukan dari kalangan mafia." ucap Biyan menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Lalu? " ucap Angel sambil menyesap jus sirsak yang telah di buatkan salah satu mafioso wanita.
"Itu dari Grup SIRCLO STORE STELLE." Ucap Biyan membuat Angel menyemburkan air jus yang baru ia minum.
"Queen anda tidak apa apa? " tanya Jasen
"Tidak apa, aku hanya terkejut saja kenapa perusahaan yang terkenal internasional itu mencari informasi tentang saya." ucap Angel merasa terkejut.
Bagaimana tidak, perusahaan yang hampir mendunia itu mencari informasi tentang dirinya, Angel tidak mau pusing untuk memikirkan tentang apa, apa alasannya karena baginya jika tidak mengusiknya maka ia tidak akan bertindak namun jika sebaliknya ia tidak segan segan membasmi semua musuhnya.
"Lupakan itu, selagi dia tidak mengganggu hal yang tidak seharusnya ia ganggu maka saya tidak mempermasalahkan nya." ucap Angel.
"Dan bagaimana mana kabar mama dan adik ku? " tanya Angel yang terlihat sebuah kerinduan di matanya meskipun mereka bukan mama dan adik kandungnya.
"Baik lah, yiran bagaimana dengan perkembangan racun? "tanya Angel.
"Resep pembuatan racun yang baru baru ini di berikan ketua baru lima puluh persen dalam penanganan para mafioso lain,dan juga sudah diuji racun grip itu tidak berbau jadi jika setelah terkena racun grip tidak ada yang bisa menyadarinya juga jika di buat jadi bahan peledak tidak akan mengeluarkan asap kabut sehingga tidak ada yang menyadari jika yang meledak racun." ucap yiran.
"Bagus, iron bagaimana dengan senjata? " tanya Angel.
"baru baru ini para mafioso kelompok A sedang merancang senapan yang diberi nama pulp tipson senapan ini meski terlihat tidak berbahaya seperti terlihat senapan pneumatik yang menembakkan proyektil dengan menggunakan tenaga udara atau sejenis gas tertentu yang dimampatkan. Senapan ini meski terlihat seperti untuk olahraga dan berburu binatang kecil seperti burung dan tupai, ukuran peluru yang dipakai biasanya juga tidak terlalu besar yaitu ukuran kaliber .177 atau 4,5 mm dan 5,5 mm biasanya terbuat dari bahan timah, jadi tidak ada yang bisa mengetahui jika senapan pulp tipson bisa membunuh manusia." ucap iron.
"Bagus, dan kamu Rohan... " ucap Angel melihat rohan.
"Sepertinya selama lima tahun ini sudah lelah bersantai santai. " ucap Angel karena ia tau jika Rohan lima tahu ini menganggur.
"Begitulah Queen, namun saya diam diam memberi hukuman pada kecoak kecoak yang menggangu nona wulan. " ucap Rohan.
"Oh, ada apa dengan wulan? " tanya Angel.
Rohan menceritakan kan semua yang ia lihat dan dengar saat ia bermain di bar Gemini dimana wulan berkerja, banyaknya anak para pengusaha yang mencoba melecehkan wulan dan juga yang mencoba menjebak wulan.
Begitu Angel mendengar penjelasan Rohan, matanya terlihat memerah dan mengepalkan tangannya.
Di sebuah ruangan di penuhi lampu berwana warni dan musik yang memekakkan telinga dipenuhi muda mudi bersenang ria,
di lantai atas tepatnya ruangan bertembok kaca itu terlihat dia orang pria, yang tak lain Agra dan Even, yang sedang menunggu seorang.
seorang yang ditunggu mereka akhirnya datang dengan menggunakan penutup wajah dan juga menutupi tubuhnya hampir seperti mumi siapa lagi jika bukan Anggi seorang wanita yang baru pagi ini ia temui di bandara.