
Dua hari telah berlalu, kini Angel sudah berada di rumah sederhananya bersama si pria kecil dan beberapa bawahannya.
Kini, Angel terlihat begitu sibuk mempersiapkan serapan pagi untuk putra kecilnya itu karena mengingat Barastian yang sudah harus memulai pendidikannya sebagai siswa TK.
Setelah selesai menata makanan di meja makan, Angel berjalan menuju lantai atas dimana terletak kamar sanga putra,
"Bara.... sayang kamu udah selesai... ayo serapan ntar telat ke sekolahnya." ucap Angel sambil mengetuk pintu kamar sang putra.
"Uw.. dah mom. " ucap Bara yang masih celat dengan berbahasa indonesia dengan membuka pintu kamarnya.
Angel cukup puas dengan penampilan
anaknya yang begitu rapi meski tanpa ia bantu.
Kini ibu dan anak itu terlihat lahap memakan serapannya, meski dengan hidangan nasi goreng yang sederhana itu sudah membuat bara sangat bahagia.
"Nyam... nyam...uwatan mom aling ezat." ucap nya sambil mengangkat ibu jarinya.
"Pelan pelan sayang. " ucap Angel menggelengkan kepalanya melihat putranya yang begitu bahagia.
Setelah selesai serapan Angel mengantar sangat putra ke sekolahnya salah satu Tk yang terkenal di kalagan elit dan jangan lupakan juga dengan uang sekolah yang mencapai 5 juta perbulan.
"Ingat jangan buat masalah tapi jika ada yang cari masalah kamu beri dia pelajaran biar dia mengingatnya untuk masa depan! " perintah Angel dengan tegas.
"Oke mom." ucap Bara dan pergi meninggalkan Angel setelah pamit.
"Ais... anak itu pasti tidak akan membiarkan aku tenang." ucap Angel,sebelum mengemudi mobilnya
Di sebuah rumah panggung yang terlihat begitu sederhana,terlihat wulan yang melamun disaat menyirami bukanya ia masih teringat perkataan seorang pria yang mengantarnya pulang kemaren malam.
...DUA HARI SEBELUMNYA....
" Nona tidak baik bilang begitu, nona Angel punya alasannya sendiri mengapa dia pergi tanpa pamit waktu itu."ucap pria disebelahnya yang tak lain jasen yang di perintahkan Angel untuk mengantarkan wulan.
"Ukhhh.... ukhhkkk... ukhhkkk..... " suara batuk seseorang menyadarkan wulan dari lamunannya dengan cepat wulan berlari menuju sumber suara.
"Ma... mama tidak apa apa." ucap wulan khawatir sambil memberikan minum kepada wanita lemah itu.
"Mama tidak apa apa." ucap nya dengan suara paruhnya.
"oh iya bagaimana kabar kakak mu apa sudah ada kabar? " tanya wanita lemah dan pucat di wajahnya yang begitu jelas tak lain ibu sambung Angel tak lain Nilam.
Wulan hanya bisa menggertakkan giginya disaat sang ibu bertanya tentang sang kak.
"Ibu tidak usah khawatir, wulan sudah dapat petunjuk tentang kakak Angel nanti wulan cari kakak lagi." ucap wulan menenangkan sang ibu.
"Kak semoga kau memberi aku kejelasan yang memuaskan jika tidak jangan harap aku akan memaafkan mu." batin Wulan.
Kini Angel telah sampai di markas MS_47 atau nama asli El Salvador, sesampainya di sana Angel disambut seperti ratu semua bawahannya memberi hormat padanya tanpa terkecuali.
"Bagaimana," tanya Angel sambil duduk di kursi kebesarannya sambil mengutamakan atik komputer didepannya.
"Nona Anggi kini bekerja di perusahaan pusat kita, di sekretaris manajer tuan ari sang kekasihnya." ucap Biyan.
"Oh,ternyata dia berada di kandang kita sendiri." ucap Angel menyeringai.
"Benar Queen,dan orang yang melukai nona waktu itu sudah berada di ruang penyiksaan." ucap Biyan.
"oh, apa kamu ingin melihat pertunjukan? " tanya Angel dengan tersenyum mengerikan.
"Dengan senang hati Queen." ucap Biyan tersenyum menyeringai.