
Di Rumah besar bak istana itu terlihat semua anggota keluarga itu begitu senang terutama wanita paruh baya itu yang tak lain ibunya Agra.
"Kamu pasti menderita selama ini cucu oma." ucap nyonya Linda.
"Tidak om." ucap bara membuat mereka bingung.
"Oh iya, Mommy mengizinkan Bara bermain disini? " tanya bara.
"Paman Even akan meminta izin mommy kamu." ucap Agra.
"Apa jadi papa belum minta izin mommy." ucap bara kaget jika papanya tidak meminta izin sang mommy.
Terlihat anak itu mondar mandir dengan pemikirannya, membuat mereka semua menjadi kasihan melihat bara mencemaskan sang ibu
"Tenang lah sayang, kamu tidak perlu mencemaskan mommy kamu!" ucap Oma Linda.
"Bala tidak mencemaskan mommy, bala mencemaskan kalian." ucap bara, dia tau dengan tempramental mommy nya itu, tidak akan membuat mereka yang mengusiknya dengan tenang.
Mereka semua terkejut karena Bara mencemaskan mereka bukan mommy nya dan wajah keterkejutan mereka tidak sampai disitu saja, saat seorang berlari terburu buru menghampiri mereka mengatakan jika ada dua orang asing memasuki pekarangan rumah.
"Apa, bagaimana mungkin wanita itu tau alamat rumah ini." ucap Agra.
Angel telah sampai di pintu besar rumah itu, Yuli membukakan pintu mempersilahkan Angel masuk, Angel masuk perlahan dengan aura mengintimidasi, mereka semua menoleh kearah Angel dan Angel dapat melihat Agra melihatnya dengan cepat Angel menarik leher Agra membuat Agra susah bernafas.
"Beraninya kau mengambil putraku." ucap Angel penuh penekanan mereka semua bergetar ketakutan namun tidak dengan satu wanita yang menatap Angel penuh kebencian, kemarahan dan kekecewaan.
Sedangkan Yuli telah mengamankan Bara di genggamannya
"Aku mohon lepaskan putra ku, aku mahon hiks.... hiks." nyonya Linda bersujud memohon supaya Angel melepas kan Agra.
"Apa kamu gila, huk.. huk." ucap Agra saat ia berhasil melepaskan genggaman Angel.
Namun belum sempat Angel membalas ucapan Agra seorang wanita telah menampar wajah Angel.
"Kenapa kamu kesini,apa kamu masih belum puas menyakiti orang terdekat mu ha." Bentak Wanita itu tak lain mantan tangan kanannya.
Angel menatap wanita didepannya, dengan mata kerinduan, kesedihan juga kekecewaan, Angel menatap wanita itu dalam dalam sebelum menarik nafas.
Hal ini lah yang ia takut kan, takut karna tidak mampu memberi kejelasan kepada mantan kepercayaannya itu, dengan cepat Angel menggenggam tangan Bara untuk pergi meninggalkan rumah itu.
"Kau dengar ini baik baik penghianat seperti mu tidak pantas dicintai, kamu hanya pantas untuk dibenci kamu tidak berhak hidup bahagia kamu akan selamanya akan menderita." teriak wanita itu kepada Angel, Angel hanya bisa menahan air matanya.
Plak.... plak... plak... plak...
"Kamu kerterlaluan Ayunda Seharusnya kamu yang pantas dibilang penghianat, kamu hanya tau penderitaan mu sendiri, apa kamu tau apa yang telah dialami Nona saat itu,Ha." bentak Yuli.
Membuat Ayunda menatap mantan tangan kanannya itu yang kini menjadi tangan kanan Angel.
"Ayo pergi Yuli! " Suru Angel dingin.
"Apa nona akan terus seperti ini, wanita ini telah kelewatan batas jika nona tidak mau menjelaskannya maka aku yang akan menjelaskannya.
" Dengar baik baik, saat itu kamu meminta pertolongan kepada nona, namun saat itu nona juga mendapatkan kabar bahwa ibunya mengalami kecelakaan nona, sebelum nona pergi kerumah sakit nona telah memberitahu mereka untuk membantu mu, jika tidak kamu tidak akan selamat."ucap Yuli.
"Yuli." ucap Angel supaya Yuli berhenti namun Yuli masih melanjutkan ucapannya.