
"Khem, karena papa tulus mau minta maaf pada mama, Bara akan bantu tapi kita berbicara tidak disini." ucap Bara seperti orang dewasa.
"Baiklah." ucap Agra,membawa anaknya itu pergi menuju kafe terdekat setelah meminta izin kepada kepala sekolah dan wali kelas bara.
Dan disini lah, anak dan ayah itu menatap satu sama lain dengan serius, seolah mereka rekan bisnis.
"Ah, sial tingkahnya mirip dengan ku." batin Agra
"Khem, bagaimana idenya? " tanya Agra memulai pembicaraan.
"Papa dengar baik-baik ya! " ucap Bara dan mulai menjelaskan semua ide idenya kepada Agra, Agra mangut manggut mendengar penjelasan sang putra dan juga ada rasa enggan untuk melakukan seperti kata sang putra.
"Seperti itu pa, jika papa tidak setuju dengan saran bara juga gak apa papa." ucap bara dengan wajah sendunya lebih tepatnya kepura-puraan nya
"Baiklah, papa akan coba saran dari kamu." ucap bara pasrah.
"Hehehee, semoga berhasil pa." batin bara tertawa jahat.
"Yaudah papa, antar ke sekolah lagi, bentar lagi mommy kamu pasti jemput kamu." ucap Agra dan di anggukan bara yang masih menyedot jus sirsaknya itu.
Setelah Agra mengantar bara kembali ke sekolah tak berapa lama Angel tiba di pagar sekolah menunggu kehadiran sang putra, Agra yang memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari sekolah bara, bernafas lega karena tidak berpapasan dengan Angel, Namun Agra tidak tau bahwa Angel sudah mengetahui keberadaannya.
Angel hanya berpura tidak melihat kehadiran Agra di sana,sampai sang putra datang ia turun dari mobilnya dan menyambut putranya itu dengan pelukan hangat.
"Bagaimana sekolahnya, apa hari ini menyenangkan?" tanya Angel
"Hem, menyenangkan meskipun sedikit membosankan." ucap Bara.
"dasar pria dewasa bertubuh kecil." ucap Angel meledek sang putra, Angel mengetahui jika putranya sangat jenius, namun ia ingin anaknya tumbuh seperti orang normal pada umumnya.
"Mommy," kesal Bara Memanyunkan bibirnya tak Terima di katai sang mommy.
"Hahaha, baik lah sekarang waktunya pulang." ucap angel sedikit mengacak rambut putranya itu dengan bahagia meledek putranya itu.
*Brak..... prankkkkkk.....
Seorang wanita mengebrak meja dan, menghempaskan gelas wine dimeja itu hingga pecah berserakan.
"Sial, sial, sial, kenapa j****g itu masih hidup." ucap wanita itu marah penuh kebencian saat tau Angel masih hidup, dia tak lain Anggi.
Anggi baru mendapatkan informasi, jika Angel memang masih hidup.
"Ternyata kamu masih hidup, lihat saja aku akan membunuh mu lagi dan lagi." ucap Anggi penuh kebencian.
"Ada lagi bahagian sepertinya." Sendiri Even yang menerobos langsung kekantor Agra.
" Oh iya, bagaimana keadaan kak Yunda? "tanya Even.
" Uuhhhh, dia masih mengurung diri."ucap Agra membuang nafas kasar.
"Ya, dia sangat terpukul dengan penjelasan dari Yuli, dia terluka oleh egonya sendiri." ucap Agra mengingat kakak iparnya itu masih menyalahkan dirinya.
"Lalu apa rencanamu, setelah nona Angel mengizinkan mu untuk sering mengunjungi Bara nantinya? " tanya Even.
"Menikahinya." ucap Agra, Even yang sedang minum saat itu tersedak saat ucapan Agra.
"Me... menikah? apa nona Angel setuju? " tanya Even.
"Itu makanya, bantu aku cari solusi! " ucap Agra memohon.
"Coba lah merayunya, atau jadikan bara alasan kalian untuk bersama dia! nona Angel pasti setuju." ucap Even asal.
"Aih,akan aku pikirkan." ucap Agra membuang kasar nafasnya.
"Nenek bara pulang." ucap bara langsung berlarian masuk ke rumah mencari sang nenek.
"Cucu nenek sudah pulang, bagaimana sekolahnya hari ini? " tanya ibu nilam.
"Sedikit membosankan nek." ucap bara dalam pelukan sang nenek.
"Sayang, turun sini kasihan nenek nya bara kan berat." ucap Angel meminta bara turun dari gendongan ibu nilam.
"Baik mom." ucap bara dan turun dari gendongan neneknya.
"Tidak apa apa, mama malah senang gendong cucu nenek yang tampan ini." ucap Ibu nilam sedikit mengacak rambut Bara.
"Dimana wulan ma? " tanya Angel.
"Oh wulan lagi, di atas mungkin bentar lagi turun." ucap Ibu nilam dan orang yang ditanya pun muncul.
"Halo pria kecil, kamu sudah pulang? " tanya wulan yang baru turun dari kamarnya.
"Jangan panggil bala plia kecil. " keluh Bara yang memang tidak menyukai panggilan itu.
"Eh, kamu kan emang kecil, badan kecil, tangan kecil, pisang pun kecil." ledek wulan Bara yang mengerti maksud pisang menutupi benda didalam celananya.
"Wanita tidak tau malu." ucap Bara menunjuk wulan dan berlari pergi ke kamarnya karena malu.
"Hahhahahha, kamu ini suka sekali meledeknya." ucap Ibu nilam tertawa melihat tingkah cucunya itu, dan terlihat menggemaskan saat malu,Angel hanya menggelengkan kepalanya melihat putranya berlari terbirit birit.