I'M The Queen!!! No The Princes

I'M The Queen!!! No The Princes
wanita itu angel



Again......


Angel menarik nafas dalam dalam, mencoba menenangkan pikirannya dan menghapus air matanya yang membasahi pipi nya dan menyisip coklat panasnya yang hampir dingin.


"Maafkan mommy nak," ucap Angel menatap langit malam.


Seperti biasa pagi ini Angel mempersiapkan bekal anaknya untuk disekolah, Namun bedanya hari ini dia tidak membuat serapan melainkan ibu nilam.


"Ma, jangan terlalu bergerak, mama baru keluar dari rumah sakit." tegur Angel, orang tua itu tidak mau diam selalu ada aja yang mau dia kerjakan.


"Tidak apa apa, lagian mama bosan berbaring terus." ucap Ibu Nilam.


"Biarin aja kak, mama emang begitu kalau sudah sehat." ucap Wulan yang tau tentang ibunya itu.


"Aishs, oh iya Angel nanti mau kekantor ma, setelah antar Bara ke sekolah, nanti kalau ada apa apa suruh Wulan hubungi Angel dan ada yuli juga menemani mama." ucap Angel.


"Tapi kak, Wulan mau kerja juga." ucap Wulan.


"Lanjutkan kuliah kamu baru mikir kerja, ya udah Angel sama Bara berangkat dulu ma." ucap Angel


"Dada nenek, dada Tante, bala sekolah dulu." ucap Bara melambaikan tangannya.


Sampai di sekolah Bara tidak lupa mencium pipi kiri kanan mommy nya itu sebelum memasuki sekolah.


"Dada mommy." ucapnya sambil melambaikan tangannya.


"Dada sayang." balas Angel, sambil memastikan anaknya itu masuk ke sekolah.


Di sebuah kamar tidak ada penerangan sedikitpun, tampak seorang laki laki 30an itu, duduk di lantai dengan penampilan berantakan di temani botol minuman keras berserakan.


"Apa, apa yang bisa aku lakukan lagi? " tanyanya dengan suara seraknya.


"Aku, Aku tidak bisa berbuat apa apa, jika saja waktu itu aku cepat menemukan wanita itu, putriku pasti masih hidup sekarang." ucap Agra terlihat frustasi.


"Nona Angel, nama nya Angel Gra." ucap Even memberitahu nama Angel.


"Iya wanita itu, tidak akan menderita dan putriku pasti masih ada." gumam Agra.


"Angel Gra nama nya Angel bukan wanita itu." ucap Even memperbaiki lagi, Agra menatap Even mungkin tersirat kekesalan untuk Even namun juga terlihat menyedihkan.


Even menelan slivanya saat mendapatkan tatapan tajam dari sahabat berstatuskan bosnya itu.


"Kamu masih punya Bara yang harus kamu jaga,tidak seperti ini." ucap Even menasehati sahabatnya itu.


"Tapi, wanita itu tidak akan mengizinkan aku untuk bertemu dengan putraku sendiri, aku dapat melihat ada kebencian dimatanya." ucap Agra sendu.


"Angel, a.n.g.el, angel bukan wanita itu," ucap Even kembali memperbaiki sebutan Agra untuk Angel dengan mengejanya.


"Iya aku tau, Angel bisa tidak kau dari tadi tidak membuat ku kesal Even." teriak Agra frustasi dengan sahabatnya itu.


"Khem.. hem, saranku coba lah berbicara baik baik dengan nona Angel atau minta bantuan Anak mu." ucap Even membuat Agra menatap Even berbinar.


"Ha, kamu benar, wanita itu tidak akan mau berbicara dengan ku, mengingat aku telah mencoba menjauhkannya dengan anaknya, namun jika aku berbicara dengan putra ku mungkin dia bisa membantu ku membujuk wanita itu agar aku bisa bertemu putra ku." ucap Agra semangat.


"Kalau bisa sekalian mommy nya juga." ucap Agra penuh arti, membuat Even ternganga melihat perubahan ekspresi sahabatnya itu.


"Semoga, saja kamu tidak di mutilasmile(mutilasi smile)."batin Even mengingat tentang status Angel.