
"Kamu tidak salah Yuli, saya yang terlalu takut untuk untuk menghadapinya." ucap Angel.
"Hey, kenapa kita harus bersedih tidak baik bersedih terus." ucap Angel menghapus air matanya dan putranya itu, Angel menepuk pundak Yuli mengatakan bahwa ia baik baik saja
"Hem, bagaimana kalau kita jalan jalan ke mall." ucap Angel mencairkan suasana.
"Apa kita mau makan dilual?"ucap Bara antusias.
" Tentu."ucap Angel.
"Ye, ayo tunggu apa lagi." ucap Bara senang.
kini mereka bertiga telah berada di mall terbesar di jakarta, dengan antusias Bara menarik tangan sang ibu agar berjalan dengan cepat.
"Pelan pelan, sayang kenapa buru buru?" ucap Angel.
"Hem, kata teman bala disini ada restoran baru dengan menu es klimnya besal." ucap Bara.
"Oh, jadi kamu mau makan es krim?" tanya Angel.
"Iya mommy, dan itu sangat enak." ucapnya antusias lagi.
"iya iya, tapi pelan pelan jalannya." ucap Angel yang tangannya masih di tarik Bara.
"Tidak bisa mommy, itu es klimnya cepat habis jadi kita halus cepat, sebelum ke habisan." ucap Bara Angel hanya geleng geleng kepala melihat tingkah putranya itu yang begitu antusias kalau sudah menyangkut es krim.
"Disini mommy." ucap Bara lega begitu sampai di toko es krim nya.
"Mbak es krim nya tiga." ucap Angel pada pelayanan toko.
"Maaf nyonya, hari ini es krim nya telah habis dan kita akan buka besok lagi." ucap sang pelanyan toko.
"Yah kan habis," ucap Bara memanyunkan bibirnya kecewa.
"Em, bagaimana besok kita kembali lagi." ucap Angel.
"Bala boleh makan dua." ucap Bara bernegosiasih.
"hem, baiklah dan sekarang kita makan dulu setelah itu, mommy mau jenguk nenek dirumah sakit, apa kamu mau ikut?" ucap Angel.
"Iya dan ada tante wulan juga." ucap Angel.
"Bala mau ikut." ucap Bara senang.
"baiklah sekarang kita makan dulu." ucap Angel.
Kini mereka telah duduk direstoran makanan Jepang, mereka begitu menikmati makananya terutama Bara yang sangat senang dengan makanan Jepang.
Setelah selesai makan, kini mereka menuju rumah sakit indah, dimana ibu nilam dirawat.
"Wulan." panggil Angel saat melihat Wulan di meja resepsionis.
"Kak Angel, Hai bara." ucap Wulan.
"Hem," ucap Bara singkat karena ia memiliki kesan buruk dimata Bara.
"hey, kenapa sangat cuek oh ya maaf kan tante waktu itu ya." ucap Wulan.
"Hem, baiklah."ucap Bara.
" Berbaikan."ucap Wulan memberikan jari kelingkingnya Bara yang melihat itu pun menautkan jari mungilnya.
"Ye, sekarang kita teman." ucap Wulan senang.
"Bagaimana keadaan ibu? " tanya angel.
"Ibu baik-baik saja, kata dokter ibu akan sadar dalam dua hari ini." ucap Angel.
Mereka menaiki lif menuju ruangan ibu nilam sambil berbicara sesekali Wulan bercanda dengan Bara.
kini mereka tiba di ruangan VIP dimana ibu nilam berada, Angel dapat melihat sang ibu terbaring lemas dengan alat bantu pernafasan, Angel merasa sedih melihat sang ibu yang berbaring tak sadarkan diri itu.
Angel berjalan mendekati sang ibu, dan meraih tangan wanita paruh baya itu, Angel mencium tangan ibunya itu dan meminta maaf.
"Maaf... maafkan Angel ma, mama pasti menderita selama ini.
" Maafkan angel, angel janji tidak akan pergi lagi, kita akan selalu bersama, jadi mama harus bangun dan mama juga punya cucu yang sangat tampan namanya barastian dia sangat imut, apa mama tidak mau bermain dengannya hiks... hiks."ucap Angel sambil menangis memeluk tangan sang ibu.