
Pagi yang cerah, embun pagi membasahi dedaunan, pagi ini Angel sudah siap dengan baju olahraganya, ya seperti biasa di setiap hari minggu Angel akan membawa sang putra berolahraga di taman kota.
Namun kali ini mereka tidak berdua, melainkan berempat karena ibu nilam dan wulan juga akan ikut berolahraga bersama mereka.
Terlihat ramai di taman kota orang yang berolahraga pagi, ketiga wanita beda usia dan pria kecil terlihat berlarian kecil, peluh keringat mulai membasahi baju olahraga mereka, sesekali Angel menyeka keringatnya dengan handuk kecil.
"Hos...hos.. hos, cukup mama mau istirahat dulu! kalian lanjut saja! " ucap ibu nilam sudah tak sanggup untuk berlarian lagi.
"Baiklah, mama istirahat di warung sana nanti kita nyusul." ucap Angel di angguki ibu nilam.
Angel kembali melanjutkan lari pagi nya, namun seseorang yang tak diharapkan muncul didepan mereka.
"Hay," Sapa Even kepada wulan sedangkan Agra terlihat dingin namun dapat dilihat dari sorot matanya ia terlihat canggung, bingung itulah yang ia pikirkan saat ini.
"Ha.. halo, boleh aku ikut bergabung? " tanya Agra kepada Angel.
Angel tidak menjawab, Angel terus berlarian kecil melanjutkan olahraga nya dan diikuti Agra, bisa dibilang penguntit.
"Anda bisa diam tidak! " ucap Angel menghentikan langkahnya dan menatap tajam Agra sedangkan yang ditatap tersenyum manis.
"Hehee, aku tidak akan diam sebelum kamu mengizinkan ku mengajak Bara bermain! " pinta Agra pada Angel, Angel yang mendengar permintaan Agra mengangkat alisnya.
"Apa yang kamu inginkan? " ucap Angel menyelidiki maksud Agra.
"Tu... tunggu dulu! kamu jangan salah paham aku murni hanya akan mengajak Bara anak kita bermain tidak akan mengambilnya." ucap Agra saat mendapatkan tatapan mematikan Angel.
"Sial, kenapa aku malah takut lihat tatapannya, khem bagaimana mungkin Agranda jastien settle takut dengannya tidak mungkin." batin Agra menenangkan dirinya.
"I... iya, dan saya akan pastikan Bara tidak lecet sedikitpun nantinya." ucap Agra bersemangat namun masih tersirat rasa takut terhadap wanita yang sedang menatapnya siapa lagi kalau bukan Angel.
"Ais, bagaimana bisa aku, berakhir di pelukan wanita ini waktu itu, lihat lah tatapan matanya begitu mengerikan Ais." keluh Agra mengumpat tentu saja di dalam hatinya jika Angel mendengarnya sudah dipastikan dia tidak akan bisa berbicara lagi.
"Kalau begitu, aku bawa Bara nya dulu." ucap Agra dan menetralkan sikapnya agar Angel tidak dapat mengetahui jika dia saat ini tertekan.
"Hem." Ucap Angel acuh.
"Papa." teriak Bara saat melihat Agra yang berlari beriringan dengan sang mommy.
"Hey boy, apa mau bermain dengan papa? " tanya Agra sambil menggendong putranya itu.
"Apa mommy izinin? " ucap Bara dengan wajah lesu.
"Pergilah, tapi ingat jam 7 malam kamu harus sudah berada di rumah." ucap Angel kepada putranya.
"Hole....Bala belmain dengan papa, bala bakalan jumpa oma, opa dan juga tante yunda, dan paman alex." ucap Bara bersemangat akan bertemu orang yang iya sebutkan itu.
Bara sudah tidak sabar akan berjumpa dengan mereka hingga menarik-narik tangan Agra untuk segera menemui mereka.
"Iya sabar sayang, pamit dulu sama nenek tante wulan sama mommy juga." ucap Agra memberitahu sang putra.
"Iya, bala lupa, nenek,tante,wulan mommy bala pelgi dulu ya sama papa, nanti bala balik lagi, dadah." ucap Bara dan tang lupa memberi ciuman dipipi ketiga wanita itu dan Agra pun pergi bersama Bara setelah berpamitan dengan ibu nilam dan Angel.