I'M The Queen!!! No The Princes

I'M The Queen!!! No The Princes
jangan berani melukai kakakku



"Akkhkkk... sial siap memukul kepalaku sialan." ucapnya marah.


"Gue,... apa lo masih merasa kurang? " ucap Angel orang yang memukul Fhair dengan santai.


"Beraninya kau mengganggu kesenanganku." ucap Fhair marah.


"Oh maaf, tangan gue soalnya licin." ucap Angel dengan nada memprovokasi


Fhair yang masih merasakan sakit di kepalanya dan sedikit sempoyongan akibat pukulan Angel tadi ditambah ia sudah sedikit mabuk, Fhair berusaha menetralkan rasa sakit yang ia rasa di kepalanya, Wulan yang melihat sosok orang yang ia kenal hanya bersikap acuh seolah ia tidak mengenal orang itu meski harus menahan rasa rindunya.


"Apa Kamu Tidak Bisa Bekerja Di tempat Lain Ha? Mengapa harus tempat Neraka ini Haa?. " ucap Angel yang disetiap katanya penuh penekanan.


"Anda siapa nona,anda tidak berhak melarang saya mau berkerja di mana. " Ucap Wulan di setiap katanya penuh penekanan.


Bagaikan seribu jarum menusuk ulu hatinya, Angel terdiam tuk sesaat, dengan spontan tangannya terayun yang ingin menampar pipi halus wulan, Namun tangannya di tahan oleh seseorang.


"Nona, anda tidak baik melukai orang saya. " Angel menatap pria itu dengan horor.


"Tu.. tuan Even."ucap Wulan semakin membuat Angel seakan mau mengambil nyawa pria yang ada di depannya.


Even yang merasakan aura seakan harinya seakan berakhir hari ini menelan selivanya dan melepaskan tangan Angel.


Wulan yang melihat Fhair berjalan mendekati Angel dengan botol ditangannya yang siap untuk mengenai Angel buru buru ia berteriak.


" Kakak awas.... "teriak Wulan dan mencoba menghadang Fhair ketika ia tidak merasakan apa apa ia perlahan membuka matanya dan melihat kalau tangan Fhair sudah dilumpuhkan dan ditendang seseorang ia tak lain Agra.


"Wulan kamu tidak apa apa? " tanya Angel khawatir.


"Tidak apa apa." ucap Wulan, Even terdiam saat mendengar Wulan memanggil wanita yang ia tahan tangannya dengan sebutan kakak membuat ia melongo seolah ia tak mengerti apa dan bagaimana.


Wulan berjalan menuju Fhair yang terletak di lantai tanpa basa basi Wulan menginjak tangan Fhair dengan hells yang ia kenakan, membuat Even dan Agra terdiam.


"Akhhhhhhh... akhkkk... dasar ****** sialan lepaskan aku." ucap Fhair yang meringis kesakitan.


"Bukhkkk... bukhkkk... kau masih berani memaki ku rasakan ini." ucap Wulan menendang berkali kali perut Fhair sampai ia mengeluarkan cairan berbau.


Wulan tidak bisa Mentoleransi orang yang mencoba melukai orang yang ia sayang.


"Sudah Wulan berhenti,ayo pulang." ucap Angel.


"Ti... " sebelum Wulan menjawab Angel sudah membungkamnya.


"Tidak ada penolakan, jika kamu masih menganggap aku kakak mu ikut aku pulang aku tunggu di mobil." ucap Angel meninggalkan wulan, wulan meremas roknya mencoba membuat keputusan.


"Kamu tidak apa nona Wulan." ucap Even.


"Saya tidak apa tuan Even,terimakasih sudah mau membantu saya." ucap Wulan sedikit membungkuk mengucapkan terimakasih.


"Tidak masalah, dan itu tadi... " ucap Even sedikit bingung antara Wulan dan Angel tadi.


"Oh itu tidak perlu khawatir tuan, itu kakak saya dan saya permisi untuk menemui manajer izin mengundurkan diri." ucap Wulan.


"Nona Wulan tidak perlu menemui manajer lagi nona bisa langsung menemui nona Angel yang disini biar saya yang urus." ucap seseorang pria yang menggunakan switer dan masker.


"Baiklah," ucap Wulan, Wulan sudah tau siapa pria itu jadi dia tidak ragu dengan apa yang di ucapkan pria itu.


Wulan pergi meninggalkan Even dan Agra, sedangkan Agra terlihat bahagia di raut wajahnya Even yang tak sengaja, melihat sekilas senyuman di wajah sahabatnya sekaligus bosnya itu mengerutkan keningnya.


"Akhirnya aku menemukanmu," gumam Agra