
Dimalam hari, di balik balkon kamar Angel berdiri dengan segelas coklat panas menatap langit malam, ia memikirkan apa kata sang mama namun dia juga mengingat kenangan pahit yang ia rasakan.
FLASHBACK.....
Siang itu Angel menerima telpon dari wulan jika ibu nilam mengalami kecelakaan membuat Angel khawatir dengan keadaan ibu Nilam, Namun begitu sampai didalam mobil Angel kembali mendapatkan panggilan dari tangan kanannya yaitu Ayunda, yang mengatakan markas cabang mereka diserang banyak anggota terluka Ayunda meminta bantuan sang Queen yaitu Angel.
Angel yang sedang hamil besar saat itu sangat syok, dia bingung harus mana yang ia temui duluan,yang satu banyaknya nyawa yang harus ia selamatkan yang satu ibu nilam orang selama ini yang menyayanginya layaknya anak sendiri.
Angel memutuskan untuk membantu anak buahnya, namun sayangnya ia di kejar oleh dua mobil di belakangnya menuju markas cabang,dia tau jika dia tidak akan lepas dari bencana itu, saat dia merasakan perutnya nyeri yang siap untuk lahiran.
Dengan cepat ia menelpon para ketua setiap kelompok untuk membantu markas cabang yang saat itu berada di jakarta dan membantu dirinya juga, Namun sayangnya Angel didorong oleh pria kekar dengan goresan di pipinya sehingga membuat perut Angel membentur batu yang berada di depannya.
"Akhahahhh," rintihnya menahan sakit di perutnya.
"Hahahha, jangan salahkan kami nona, salahkan dirimu yang memiliki wajah cantik." ucap pria itu tertawa begitu menyeramkan bagi mereka yang mendengar tapi tidak dengan Angel.
"Jika terjadi, sesuatu kepada anak ku maka saat itu siapkan nyawa kalian." ucap Angel dengan mata merah menyala.
"Hahhahaha, kamu bisa apa nona jika hari ini hari kematianmu." ucap pria itu, dan menusuk perut Angel begitu sadis tanpa sedikit berperasaan.
"Tidakkkkkkkk, anak ku." ucap Angel berteriak saat pria itu menusuk perut Angel yang sedang hamil itu.
Mereka tertawa, bahagia menyaksikan misi mereka telah selesai.
"Ayo pergi, dia pasti sudah mati." ucap pria itu.
Kesadaran Angel perlahan perlahan memudar, namun ia berusaha agar tetap sadar, menantikan pertolongan.
Angel menangis untuk pertama kalinya,menangis menahan sakit dan darah terus keluar dari perutnya, dan berdoa agar tuhan dapat melindungi anaknya.
Mata Angel perlahan lahan mulai menutup, namun sebelum dia benar benar menutup matanya Angel melihat bawahannya menghampiri dan memanggil namanya dengan khawatir.
"Kishen, cepat hubungi lion minta dia bersiap siap kita akan menemuinya,kita akan ke tempatnya untuk menyelamatkan Queen dan anaknya." Ucap Jasen.
"Raisya, hubungi iron untuk mendaratkan helikopternya kesini." ucap Jasen.
Dengan cepat mereka semua melakukan tugas mereka, setelah helikopter sampai Jasen langsung masuk dan meletakan Angel dengan hati hati dan ditemani Raisya.
DI Amerika Serikat Angel langsung ditangani oleh dokter muda yang tak lain lion, pria itu dengan cekatan membedah perut Angel yang sudah gak sadarkan diri itu.
Lion mengeluarkan seorang bayi laki-laki dari perut Angel, dia bahagia saat melihat bayi itu baik baik saja, Namun kebahagian dokter itu hilang saat mengeluarkan bayi perempuan yang sudah tak bernyawa dengan bekas tusukan ditubuhnya.
Dengan sedih pria itu kembali menjahit perut Angel,dalam setengah hari Angel sudah sadarkan diri karna mentalnya yang kuat.
"Anak ku...." teriak Angel saat sadar,membuat mereka semua berlarian memasuki ruangan Angel.
"Anak ku... anak ku baik-baik ajakan." tanya Angel dengan suara lemahnya.
Mereka menyerahkan bayi laki laki itu kepada Angel, membuat Angel menangis bahagia jika anaknya tidak terjadi apa apa.
Namun kebahagiaan nya hilang saat mereka menyerahkan bayi perempuan yang tak bernyawa itu, membuat jantung Angel langsung lemas.
"Ti.... tidak anak ku masih hidupkan, pu.. putriku masih hidupkan? " tanya Angel kepada para bawahannya itu dan meletakkan bayi laki laki itu di tempat tidurnya dan mengambil Bayi perempuan itu dari tangan Raisya.
Angel dapat melihat bekas tusukan di tubuh putrinya saat ia melepas bedong bayi perempuannya.
"Tidak... I.. ini tidak benar, putriku masih hidup kan, kalian cepat tolong dia, sadarkan dia, cepat apa yang kalian tunggu, putriku masih hidup dia masih hidup, kamu pasti hanya tidurkan sayang, kamu bercanda kan dengan mommy." ucap Angel tak percaya dengan air mata terus mengalir.
"Maaf... hiks... hiks... maafkan mommy, mommy tidak bisa melindungi mu, hiks mommy mohon buka matamu sayang." ucap Angel menangis pilu dengan pikiran kacaunya, selama 6 bulan Angel dinyatakan kehilangan kewarasannya.