I'M The Queen!!! No The Princes

I'M The Queen!!! No The Princes
nasehat sang mama.



"Kak, mama pasti memaafkan mu dan mama juga pasti senang jika tau dia memiliki cucu yang tampan." ucap Wulan menghibur.


Angel menghapus air matanya dan mengangguk tanda mengerti, dia juga tau bahwa sang ibu tidak akan menyalahkannya. Namun rasa bersalah selalu menghantuinya.


Dua hari telah berlalu kini ibu nilam sudah sadarkan diri dia begitu senang dapat melihat anak tirinya itu telah kembali dan dia juga sangat sedih mengetahui penderitaan yang dialami anaknya itu namun dia juga bersyukur jika cucunya selamat salah satunya.


"Aduh, tampannya cucu nenek." ucap Ibu nilam mencubit pipi bara gemes.


"Aduh, nenek jangan cubit pipi bala sakit." keluh Bara yang tidak suka pipinya ditarik tarik.


"Hahaha, baiklah." ucap Ibu nilam.


"Oh iya, apa bara suka makan? " tanya ibu nilam.


"Bala suka makan, makanan Jepang dan masakan mama." ucap bara.


"Oh ya, hem nanti setelah nenek keluar dari rumah sakit, nenek akan masakan makanan yang paling enak." ucap Ibu nilam.


"Benarkah." ucapnya berbinar.


Suara derap langkah kaki terdengar memasuki ruangan ibu nilam, mereka tak lain dokter yang datang untuk memeriksa keadaan ibu nilam.


"Hem, keadaan ibu lebih membaik dari kemaren, besok ibu sudah diperbolehkan untuk pulang. " ucap sang dokter.


"Ye, nenek sudah bisa pulang, belati sudah bisa masak untuk bala." ucap Bara Riang, meski bara anak yang jenius dari pada anak umumnya namun tingkahnya didepan keluarganya layaknya seperti anak usia 5 tahun.


"Hahhaha, sungguh pria kecil yang lucu." ucap sang dokter sambil mengacak rambut Bara yang membuat wajah bara menjadi masam.


Seperti kata dokter hari ini ibu nilam telah keluar dari rumah sakit, kini Angel membawa kedua wanita beda usia itu,kediamannya.


"I.. ini rumah siapa Angel?" tanya Ibu Nilam.


"Ini rumah Angel ma, mulai sekarang kita akan tinggal bersama." ucap Angel dan membawa ibu nilam masuk ke rumah.


Mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia, bara sangat senang bermain dengan Wulan sampai melupakan keberadaan yuli yang selama ini menemaninya bermain, ibu nilam juga bahagia karena bisa bersama putri tirinya itu dan menambah satu anggota keluarga kecil mereka.


Ibu Nilam memperhatikan Angel yang tersenyum melihat anaknya itu bermain dengan ceria namun juga terlihat dimatanya ada kesedihan.


"Angel boleh mama berbicara." ucap Ibu nilam meminta izin.


"Boleh lah ma, emang mama mau bicara apa?" tanya Angel penasaran.


"Mama tau, kamu tidak ingin kehilangan bara, mama juga tau bara tidak ingin melihat kamu sedih,Begitu juga degan papanya bara dia juga merindukan putranya." Ucap Ibu nilam menggenggam tangan Angel dengan lembut dan menasehati nya.


"Mama tau berat bagimu untuk membiarkan bara bersama papanya,mama juga tidak mengizinkan jika mereka menjauhkan bara dari keluarga kecil kita ini,


"Namun kita tidak boleh egois, lihat lah bara dia masih sangat kecil, dia masih membutuhkan sosok papanya, coba kamu pikirkan baik baik nak,kalian sama sama terluka dan sama sama korban,


"Lalu apakah kalian juga ingin bara menjadi korban ke keegoisan kalian?


"pikirkan lah baik baik jangan terburu buru mengambil keputusan! apapun keputusan mu mama akan selalu mendukung mu." ucap Ibu nilam menepuk pundak Angel dan berlalu pergi ikut bermain bersama bara.