
Flashback .....
setelah kejadian dua bulan lalu, Agra tidur dengan wanita, Agra merasakan tubuhnya tidak seperti biasa dan tingkahnya juga berubah dari sikap aslinya juga sering mengalami mual dan sering ingin memakan makanan asam padahal ia tidak menyukainya.
Setelah beberapa hari ia cuek dengan apa yang ia derita, akhirnya pergi ke dokter namu perkataan sang dokter membuat ia terkejut, ia mencoba mengingat ingat siapa orang yang ia tiduri karena di tau bahwa dirinya tidak pernah mau berdekatan dengan wanita manapun kecuali sang ibu.
setelah mengingat sosok seorang ia merasa, kesal, senang, juga sedih. kesal karena wanita itu membuat ia tak berdaya, senang akan menjadi sang ayah sedih karena ia tidak tau keberadaan wanita itu.
Sesampai di rumah ia menceritakan kepada keluarganya, membuat keluarganya syok juga senang.
"Apa kamu menghamili seorang gadis? " ucap sang mama kaget.
"Ma, Agra tidak memperkosa nya, namun dia yang memperkosa Agra ma." ucap Agra membela diri dengan wajah seperti anak kecil membela diri.
"Apa... dia yang memperkosa kamu? " ucap sang papa kaget, sedangkan sang kakak dan kak iparnya begitu juga sang mama melongo, mereka tak habis pikir bisa bisanya sang putra di perkosa seorang wanita bukan dia yang memperkosa wanita itu, membuat sang papa marah.
"Sialan kamu dasar anak tak tau malu bisa bisanya kamu di perkosa, pergi kamu saya tidak punya anak seperti kamu." ucap sang papa menutup wajahnya karena malu dengan apa yang dikatakan anaknya.
"Pergi cari wanita itu dan bawa kesini, jika kamu tidak bisa membawa wanita itu ke sini kamu jangan pernah kembali lagi." ucap sang mama.
Saat ini..
"Hais, orang tua ini membuat aku pusing aja."umpat nya dan mengakhiri panggilan.
Even yang baru selesai memesan makanan celingak celinguk, mencari keberadaan Angel dan bara yang sudah tidak ada lagi.
" Kemana mereka? "tanya Even.
" Mereka sudah pergi, saya tidak mau tau kamu harus membujuk dia untuk mau tes DNA jika benar bara anak saya, saya akan menikahinya."ucap Agra.
"Jika, nona Angel tidak bersedia, bagaimana? " ucap Agra.
"Ancam dia dengan pengadilan." ucap Agra.
"Kenapa harus saya yang mengerjakan yang beginian." batin Even.
Angel didalam mobil merasa kesal, dengan penuturan Agra.
"Bisa bisanya dia ingin membawa putraku,dia kira dia siapa dia hanya menumpangkan benihnya sedangkan gw yang proses melahirkannya." batin Angel mengumpat.
"Mom." ucap Bara mencoba mengajak Angel berbicara.
"Iya sayang." ucap Angel.
"Mom, kenapa? apa papa membuat mom kesal? " ucap Bara, Meskipun Bara sangat senang bertemu dengan papanya namun jika pertemuan itu membuat sang ibu sedih dia tidak menginginkan itu.
"Apa, papa membuat mom sedih? jika ia maka Bara janji tidak akan bertemu papa lagi dimasa depan." ucap bara sambil memeluk Angel yang lagi menyetir.
"Tidak sayang, mommy hanya kesal saja," ucap Angel membelai kepala putranya dengan lembut dia tau jika sang anak tidak mau dia sedih.
"Ehm, sepertinya mommy tidak sempat masak lagi deh, ini udah kesiangan, kita pesan gofood aja apa gak apa sayang?" tanya Angel.
"Iya gak apa mommy." ucap bara.
Sampai di gerbang rumahnya Angel bisa melihat seorang wanita yang ia kenal, Angel terkejut dengan wulan yang ada disana.
Wulan yang udah lama menunggu, melihat mobil Angel berjalan menghampiri Angel yang keluar dari mobil.
"Apa kamu sengaja menghindari ku, apa kamu tidak ingin memberi kejelasan kepada ku semua ini ha, kamu pergi dan datang semau mu tanpa memikirkan perasaan orang lain, apa kamu masih punya hati Ha..." ucap wulan yang menghampiri Angel meneriaki Angel Bara yang melihat mommy nya di bentak seperti itu tidak suka.
"Diam, apa hak kamu meneriaki mommy ku? " ucap Bara dengan tatapan tajam, ucapan Bara membuat Wulan terdiam bukan karena bentakan Bara namun ucapan bara mengatakan mommy nya.
"I.. ini." ucap Wulan melihat Angel meminta. penjelasan.