
"Siapa yang menyuruh mu? " tanya Angel dengan tatapan membunuh.
"Apa maksud anda, dasar tidak tau berterimakasih saya telah membantu kalian, kalian memperlakukan saya seperti ini." ucap dokter itu menutupi kegugupannya.
"Benar, tidak tau terimakasih."
"Gak tau diri,sudah ditolong."
Begitulah ucapan para ibuk ibuk bapak bapak yang berada di sana mencerca Angel dengan segala umpatan, Wulan hanya bisa diam dan menangis, Angel yang merasa kesal membentak mereka semua hingga terdiam.
"Kalian bisa diam tidak!!!!!!."
"kamu ingin cara baik baik atau kamu akan tau akibatnya! " ucap Angel mengancam bukan mengancam lebih tepatnya dia lebih serius dengan ucapannya.
Dokter itu masih saja tidak mau berbicara, dia masih berkilah Angel tidak memperdulikan pria itu lagi, dipikirannya sekarang menyelamatkan ibunya yang tidak banyak waktu lagi.
"Cepat datang alamat yang aku kirim datang bersama yiran." ucap Angel yang menghubungi seseorang.
Tak butuh waktu lama Yiran datang bersama seorang pria muda dengan setelan putih kebanggaannya, ia adalah orang yang dihubungi Angel seorang dokter pribadi Mafia Red Phoenix.
"Cepat periksa, jangan ada kesalahan sedikit pun." ucap Angel penuh penekanan.
"Baik nona." ucap pria itu
Dokter muda itu mulai melakukan tugasnya, ia meriksa pasien lalu mengambil sempel darah dan memberikannya pada Yiran, sedangkan Yiran segera mengecek darah itu dengan alatnya sendiri sehingga ia mengetahui racun apa yang diderita pasien itu.
"Maaf nona, di darahnya terdapat racun, pasien sudah lama terkena racun tipe cerh ini, untungnya pasien sering menggunakan herbal sehingga jantungnya masih aman." ucap Yiran dan segera memberikan penawar racun itu kepada sang dokter untuk menyuntikkan ke pada pasien.
Angel membawa pergi sang ibu dan wulan tak memperdulikan bapak bapak dan ibuk ibuk itu, dan jangan lupa dokter jordan ingin melarikan diri namun ditahan oleh Yiran.
Namun begitu Angel sampai, sang putra tidak ada di sana melainkan sang asisten Agra yang berada di sana.
"Di mana bara?" tanya Angel dengan tatapan membunuh.
"Maaf nona Angel tuan muda bersama tuan." ucap Even.
"Apakah saya memberi anda untuk membawa putra saya tuan Even." ucap Angel penuh penekanan.
"Karena itu, kita mengambil tuan muda bara kita telah melakukan tes DNA dan hasilnya positif jadi kita akan mengambil hak asuh atas tuan muda bara." ucap Even dengan ancaman.
"Apa anda tidak tau berurusan dengan siapa tuan Anol." ucap Angel membuat Even tersentak kaget saat Angel memanggil namanya dalam dunia mafia, tidak ada yang tau namanya itu bahkan kalangan mafia sangat sedikit tau tentang namanya.
"Anda..." ucap Even kaget.
"Jangan memasang wajah ketakutan mu itu tuan Anol karena saya tidak suka melihat wajah ketakutan musuh saya jika kamu terusan memasang wajah ketakutan ini saya akan membuat anda menampilkan wajah kebahagian." ucap Angel yang berjalan mendekati Even dan perlahan menyentuh wajah even dengan tersenyum devil nya.
Even baru sadar bahwa ia salah berurusan dengan orang, dia tidak dapat mengira bahwa Angel bukan gadis lemah melainkan Monster.
"Ka... mu Qu.. Queen.." ucap Even namun dihentikan Angel.
"Jangan pernah sebut identitas saya di depan tuan anda atau kamu akan tau akibatnya." ucap Angel penuh penekanan.
"Dan satu lagi, anda sangat beruntung karena anda sahabat dari ayah anak saya jika tidak kamu mungkin sudah tidak ada disini." ucap Angel pergi meninggalkan Even yang masih ketakutan.
meskipun Even dikenal dengan mafia no dua dengan kebengisannya, namun ia masih tidak bisa mengalahkan cara kejam mafia red Phoenix dalam memberi hukuman.
"Kamu mencari mati Agra dengan ide konyol mu." gumam Even memegangi dadanya.