
Even sang asisten bingung dengan apa yang dilakukan oleh tuannya,ia hanya bisa mengikuti tuannya pergi dari hadapan wanita itu
Didalam mobil Even selalu memperhatikan tuannya dari kaca spion depannya dengan alis terangkat,Even bingung dan otaknya ia paksa untuk berpikir.
"Tuan kenapa gelang itu anda kasi ke wanita tadi?" ucap Even yang sudah di buat pusing oleh tuannya itu.
"Hemm, Kamu cari tau tentang keluarga Arora."
"Saya sangat yakin jika wanita tadi pasti ada hubungannya dengan si pemilik gelang itu."Ucap Agra tersenyum misterius.
"Tapi aku tidak mengerti bro,mengapa kamu memberikan gelang itu pada wanita menor itu,bukannya gelang itu selalu kamu jaga seperti menjaga jiwa mu?" ucap Even tidak formal.
Even asistennya Agra juga sahabat kepercayaannya,Jika masalah kantor mereka akan bersikap layaknya asisten dan majikan beda halnya jika diluar pekerjaan maka mereka akan bersikap layaknya sahabat.
"Aku hanya memberikan wanita itu sedikit pelajaran." ucapnya tersenyum menyeringai
"Ha..."ucap Even bingung.
"Wanita itu,akan datang kepada ku mengembalikan gelang itu dengan sendirinya."
"Tidak sepertinya dia akan menelpon ku." ucapnya dingin.
Tak berapa menit ponsel Agra berdering,terlihat Agra tersenyum begitu manis namun dibalik senyum manisnya tersimpan siasat jahat.
"Nanti malam atur pertemuan ku dengan nona Anggi." ucap Agra semakin membuat Even frustrasi dengan sahabatnya itu entah apa yang di rencanakan sahabatnya itu.
"Selamat datang kembali Queen." ucap para Mafioso
"Bangun lah,perkenalkan jasen ketua kelompok A" ucap Angel.
"Selamat datang ketua." ucap salah tangan kanan kelompok A dan di ikuti para bawahannya dan yang lain.
"Sungguh tidak dapat percaya salah satu ketua kelompok datang ke markas indonesia." ucap salah satu Mafioso lain begitu juga yang lain.
"Benar, biasanya para ketua sangat sibuk, urusan disini para tangan kanan mereka yang mengurus semuanya, kita dapat bertemu langsung dengan salah satu para ketua sungguh sebuah keajaiban. " ucap yang lain
Memang para ketua kelompok sangat susah untuk dijumpai mafioso lain, karena jadwal mereka yang begitu padat mereka akan datang ke Indonesia jika pemimpin mereka yang memanggilnya.
"Houm..momy,where are we?" Ucap pria kecil di gendongan Angel dengan suara habis bangun tidur.
"At the little man's headquarters." ucap Angel membuat para mafioso saling pandang satu sama lain, yang bertanya tanya siapa pria kecil yang di gendongan Queen mereka.
Meskipun Angel hamil selama 8 bulan di indonesia, semua para bawahannya tidak ada yang tau bahwa Queen mereka sedang mengandung kecuali tangan kanannya yang sekarang.
"Mulai sekarang kalian semua harus melindungi putra ku, sama seperti kalian melindungi ku." ucap Angel
"Baik Queen, kami akan melindungi tuan muda... " ucap mereka sambil garuk garuk kepala yang tidak gatal karena tidak tau nama pria kecil itu.
"Oh iya saya lupa, perkenalkan pria kecil ini Barastian vernanda Arora." ucap Angel.
"Baik Queen, kami akan selalu setia dan melindungi tuan muda Barastian vernanda Arora." ucap kompak mereka semua.
"Jesi, tolong bawak pria kecil ini ke kamar saya untuk sementara saya akan tinggal di markas selama merenovasi rumah baru saya." ucap Angel kepada jesi si tangan kanan.
"Baik Queen, ayo tuan muda." ucap Jesi dan membawa pergi Barastian keliling markas.