I'M The Queen!!! No The Princes

I'M The Queen!!! No The Princes
ingin tes DNA...



Tapi tetap saja, ia tidak dapat lagi menahan rasa rindu kepada sang putra, rasa bahagia dan rasa bersalah dengan cepat Agra memeluk Bara membuat Angel kaget saat melihat pria didepannya memeluk putranya dengan mengeluarkan air mata, Bara yang dipeluk orang asing itu terdiam ingin meronta namun tubuhnya merasa nyaman disaat di peluk pria yang tak dia kenal itu hingga Agra buka suara baru ia sadar siapa pria yang memeluknya.


"Akhir nya... akhirnya aku menemukan kamu anak ku, akhirnya semua usaha ku tidak sia sia mencari kalian." ucap nya senang dengan tetesan air mata bahagia.


Even hanya bisa tersenyum haru dan canggung dengan Angel yang menatap dirinya seolah meminta kejelasan.


"Ehkmmm... nona Angel bisakah kita berbicara sebentar di Cafe dulu? " ucap Even berusaha bersikap tenang namun tubuh nya berbicara lain saat menerima tatapan mematikan Angel.


"Kenapa tatapannya sangat menakutkan? " batin Even.


Setelah mendapat persetujuan Angel mereka pun berjalan menuju Cafe di sebelah minimarket,


"Maaf, jika membuat kamu terkejut." ucap Agra.


"Perkenalkan saya Agaran jastin settle dan ini sahabat dan sekretaris saya." ucap agra memperkenalkan diri.


"Saya Angel Listiani Arora panggil aja Angel, dan ini putra saya Barastian vernanda Arora." ucap Angel.


"Nona Angel maksud saya kesini,saya ingin memastikan apakah Bara putra saya? " ucap Agra.


"Oh bagaimana bisa Anda menganggap anak saya anak mu? " ucap Angel santai.


"Apakah anda ingat sekitar 5 tahun yang lalu? anda memaksa seorang pria tidur dengan mu saat itu? " ucap Agra, membuat Angel gelagapan bukan karena terkejut namun karena rahasianya akan di ketahui sang anak.


"Apa mommy memaksa papa untuk bercinta, ck ck ternyata mommy hehehehee..." batin Bara dengan seringainya.


"Itu, tuan saya tidak ada pilihan lain, selain menjadikan anda pria saya saat itu karena pengaruh obat." ucap Angel menjelaskan.


" Sial,anak ini sengaja."umpat Angel dalam hati dan menatap sang putra penuh permusuhan dan jangan lupa Bara yang menatap Angel dengan tatapan menyeringai.


"Apa perut kamu sakit, apakah kita ke dokter saja? " tanya Agra khawatir.


"Ah tidak apa apa om, perut saya sakit mungkin belum di isi." ucap bara sambil menggaruk tengkuknya canggung,Namun Agra terlihat sendu saat Bara memanggilnya om.


"Oh begitu," ucap Agra dan segera meminta Even memesan makanan.


"Jadi bagaimana, apakah anda dapat memberikan izin untuk Tes DNA." ucap Agra.


"Dan setelah saya memberikan anda izin itu, selanjutnya apa yang akan anda lakukan? " ucap Angel santai.


"Saya akan membawanya tinggal bersama saya." ucap Agra membuat Angel menaikan alisnya.


"Barastian Vernanda Arora, ayo kembali." ucap Angel datar namun Bara dapat memastikan jika Mommy nya itu saat ini dalam suasana tidak dapat diajak berkompromi.


Bara beranjak dari duduknya dan berjalan mengikuti Angel dengan tangan di lipat ke depan dan bibir di majukan ke depan.


"Nona tunggu... " Agra yang mau menahan Angel terhentikan saat ponselnya berdering, ia mengumpat orang yang meneleponnya namun saat nama di layar ponselnya tertera mamanya dengan segera ia mengangkatnya.


"Halo ma....


"Jadi kamu masih menganggap saya ini mama kamu, saya kira kamu tidak menganggap saya masih ada ha? " ucap seorang wanita berumur di balik telponnya mengomeli sang putra.


Bagaimana tidak setelah kejadian lima tahun yang lalu Agra mengaku kepada sang mama dan papanya bahwa ia telah menghamili seorang gadis.