Hold Me Tight

Hold Me Tight
3| Melahirkan



Kehamilan Aellys sudah menginjak sembilan bulan lebih, tinggal menghitung hari dia akan melahirkan. Dia juga sering merasakan sakit di perutnya yang sudah sangat besar, Saga juga sudah mengalihkan semua pekerjaannya ke rumah saat kehamilan Aellys menginjak bulan ke delapan. Saga ingin lebih menjaga Aellys dan ingin selalu berada di dekat istrinya. Dia tidak ingin istrinya kenapa-napa mengingat istrinya itu sering mencuri kesempatan untuk membereskan rumah atau pun mencoba resep-resep baru yang akan dia promosikan di kafe miliknya.


“Mas, hotelnya makin hari makin ramai juga ternyata,” ucap Aellys yang melihat ipad laporan data pengunjung dan acara yang di adakaan di hotel yang Saga bangun untuk Aellys.


“Iya, kita harus bersyukur. Ini semua hadiah untuk putri kita yang belum lahir ini,” ujar Saga mengusap lembut perut Aellys. Jenis kelamin buah hati mereka ternyata perempuan dan Leo sangat antusias menanti kehadirannya, lengkap sudah keluarga mereka dengan bertambahnya putri kecil cantik dan imut nantinya.


“Iya, kamu benar. Mungkin Tuhan memberikan ini semua untuk putri kita,” balas Aellys yang mendekatkan tubuhnya ke arah Saga, dia sangat ingin memeluk suaminya yang terlihat begitu tampan menggunkan kaos berwarna hitam.


“Mas, peluk!” ucap manja Aellys membuat Saga tersenyum dan langsung menariknya ke dalam dekapan hangat yang selalu membuat Aellys aman dan nyaman.


“Kamu sudah mempunyai nama untuk putri kita?” tanya Aellys mendongakkan kepalanya menatap Saga yang juga menatapnya. Tangan Saga mengusap pelan puncak kepala Aellys dan sesekali mencium kening Aellys, Saga sangat gemas dengan wajah imut istrinya.


“Aku ada, tapi nanti saja aku mengatakannya kepadamu. Setelah dia lahir ke dunia ini,” jelas Saga membuat Aellys mengerucutkan bibirnya, dia sangat penasaran dengan nama yang akan di berikan suaminya kepada putri mereka.


“Kenapa harus di rahasiakan?” tanya Aellys memasang wajah memelasnya mencoba untuk meluluhkan suaminya, tapi bukannya menjawab suaminya itu malah mencium tiba-tiba.


“Biar jadi surprise,” ucap Saga membuat Aellys melepaskan pelukannya dan memilih naik ke pangkuan Saga. Aellys menyandarkan punggungnya di dada bidang Saga dan saga memeluknya dari belakang, tangan Saga tidak berhenti mengelus perut Aellys dan berbicara dengan putri mereka yang masih berada di perut Aellys. Saga dan Aellys tersenyum saat merasakan pergerakan dari putri mereka, tidak jarang putri mereka merespon ucapan mereka dengan gerakan kecil.


“Dia sangat lucu,” bisik Saga di telinga Aellys, Aellys terdiam. Dia teringat saat dulu dia mengandung Leo, putra mereka. Di situ Aellys hanya sendirian di dalam kamar dan menatap pantulan dirinya di kaca besar, saat itu Aellys merasa takut, karena tidak ada Saga di sebelahnya. Meski pun ke dua orang tuanya selalu ada, tapi yang di inginkan Aellys adalah Saga, lelaki yang sangat dia cintai. Tanpa permisi air mata Aellys mulai ke luar dan Saga tersadar.


“Sayang, maafkan aku. Maaf, aku tidak berada di sampingmu saat kamu sedang mengandung dan melahirkan Leo. Maafkan aku, seharusnya aku menemuimu dulu,” sesal Saga membuat Aellys berdiri dan duduk di sampingnya.


“Tidak, Mas. Itu sudah berlalu, sekarang yang terpenting kamu sudah berada di sisiku dan akan menemaniku saat aku melahirkan nanti,” ungkap Aellys membuat Saga memelukanya.


“Terimakasih sudah memilihku kembali dan memberiku kesempatan ini, aku akan selalu di sampingmu dan menggenggam erat tanganmu, kamu tidak perlu khawatir aku akan meninggalkanmu. Karena, atas nama Tuhan aku akan selalu berada di sampingmu dan menggenggam erat tangan yang sudah memberikanku kepercayaan ini,” terang Saga sambil menggenggam erat ke dua tangan Aellys.


“M—Mas sa—sakit,” rintih Aellys sambil memegang perutnya yang  tiba-tiba sakit. Saga panik dan langsung berteriak memanggil ke dua orang tuanya dan Aellys yang memang menginap di sini. Mereka datang dan melihat keadaan Aellys.


“Aellys sudah saatnya melahirkan, kita langsung bawa dia ke rumah sakit!” seru mama Aellys dan Saga langsung menggendong Aellys menuju mobil yang sudah di siapkan papa Aellys. Mereka langsung menuju ke rumah sakit milik keluarga Saga. Saga menggenggam erat tangan Aellys dan membisikkan doa-doa uuk Aellys. Ini pertama kalinya dia melihat Alelys begitu kesakitan begitu membuatnya tidak tega dan ingin mentransfer rasa sakit itu kepadanya saja bukan Aellys.


“Sayang, kamu kuat dan kamu harus bisa bertahan,” bisik Saga saat mereka sudah sampai di rumah sakit. Saga langsung menggendong Aellys dan meletakkannya di brankar, para perawat langsung mendorongnya menuju ruang bersalin, Saga memakai baju yang sudah di siapkan. Dia akan menemai Aellys di dalam dan dia akan menyaksikan langsung perjuangan Aellys di dalam sana.


“Terimakasih, sayang,” ucap tulus Saga membuat Aellys tersenyum.


“Hai putri cantik Ayah, selamat datang di dunia ini!” seru Saga saat perawat menyuruhnya untuk menggendong putri kecilnya. Aellys tersenyum haru melihat pemandangan ini, Saga mendekatinya dan meletakkan putri mereka di dada Aellys atas arahan dokter.


“Hai putri Bunda,” ujar Aellys dengan mata berkaca-kaca, dia mengusap pelan punggung putrinya. Saga tersenyum haru dan mencium kening Aellys.


“Namanya, Fabella Dhima Putri Kith,” ucap Saga membuat Aellys tersenyum.


“Nama yang cantik,” puji Aellys.


“Sekarang kita membuat agenda rencana anak ke tiga,” ucap enteng Saga membuat Aellys menatapnya datar dan mencubit lengan suaminya itu.


“Fabella baru saja lahir Saga! Kenapa malah buat rencana anak ke tiga?” kesal Aellys yang di balas cengiran khas dari suaminya itu. Saga pikir melahirkan itu gampang apa? Tadi saja dia sangat ketakutan melihat Aellys yang melahirkan. Tapi, sekarang dia malah membuat rencana untuk anak ke tiga. Aellys tidak habis pikir dengan otak suaminya itu.


***


Hai… disini im sudah mengumumkan bahwa cerita ini sudah benar-benar selesai, akhirnya… hehe, makasih buat semua yang sudah support dan setia sama ceritaku ini. Nantikan juga cerita im yang lainnya.


Jangan lupa baca cerita yang lain, sekali lagi terimakasih…


Salam hangat dari Taehyung suami masa depanku…



Gantengkan, suamiku? Pastinya dong, gila posenya itu lho kwkwk


Btw, kalian dapat pesan dari Saga, katanya dia cinta aku—eh maksudnya Aellys.