Hold Me Tight

Hold Me Tight
Epilog



Lee Hi – My Love (Kalau kalian ada lagunya wah, cocok nih baca part ini sambil dengarin lagu romantis ini)


***


Aku merindukanmu,


Setiap saat, setiap detik, setiap menit hanya dirimu yang hadir dalam benakku,


Aku tak sanggup hidup tanpa adanya kehadiranmu,


Kamu membuat diriku tergila-gila padamu dan janganlah kamu pergi meninggalkanku,


Kumohon agar kamu selalu berada disisiku dan percaya padaku,


Kamu merupakan sebuah harapan baru bagiku dan kita akan memulai awal perjalanan baru bersama-sama.


Aku bukan apa-apa tanpa cinta dan kasih sayangmu, tolong buatlah aku sadar, agar aku mengerti kehadiranmu dalam hidupku ini,


Aku sangat bersyukur akan hadirnya dirimu dalam hidupku, tanpa dirimu aku bukan apa-apa dan tidak berguna,


Aku ingin kamu selalu disisiku di setiap waktu selama hidupku, aku tahu ini sangat egois, tapi aku tak berdaya bila tiada dirimu disisiku,


Aku tahu mungkin kamu merasa muak dengan sikapku, tapi ini memang diriku yang sebenarnya,


Aku berharap kamu menerimaku dengan apa adanya, jangan berpaling dariku dan selalu bersamaku.


S.E.K.


“Kata-kata sangat indah yang pernah aku baca,” balasnya menatap Saga dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


“Terimakasih kamu sudah berusaha keras untuk mengembalikan kepercayaanku lagi,” lanjutnya dengan tangisan kecil membuat Saga menariknya dalam dekapan hangat.


“Sstt… jangan menangis, sayang, aku merasa menjadi lelaki paling brengsek sudah membuatmu menangis seperti ini,” ucap pelan Saga dengan mengusap punggung Aellys dengan pelan.


“Kamu yang buat aku nangis gara-gara membaca surat darimu yang begitu indah yang sudah aku lewatkan begitu lama, kenapa kamu tidak pernah mengirimnya dari dulu? Kenapa baru sekarang?” Tanya Aellys yang tangisannya semakin keras membuat Saga gelagapan dan kembali memeluknya semakin erat.


“Aku merasa takut waktu itu, aku takut kamu membuangnya saat tahu bahwa aku salah paham dan belum menanyakan kebenarannya padamu, terus yang ada dipikiranku sebaiknya aku langsung memberitahu kebenerannya secara langsung kepadamu, apalagi Papih langsung mengirimku ke luar negeri waktu itu. Aku tidak mau kehilanganmu lagi, jangan pernah tinggalin aku, karena sifat cemburuku dan tidak menanyakan terlebih dahulu kebenarannya sama kamu. Aku tidak mau menjadi orang bodoh seperti waktu itu, kamu harus ada disisiku sampai maut memisahkan kita, kamu mau berjanji kan menggenggam erat tanganku dan selalu percaya kepadaku,” lirih Saga yang tak terasa mambuat Aellys menangis lebih kencang dari sebelumnya.


“Eh… kok malah... sayang aku salah ya? Sebutin apa salahku? Jangan menangis seperti ini, hatiku rasanya ditusuk beribu-ribu samurai saat melihatmu menangis seperti ini,” panik Saga melihat tubuh Aellys semakin terguncang akibat tangisannya.


“Gara-gara kata-kata gombalmu itu,” balasnya dengan sisa tangisan, sedangkan Saga tersenyum manis dan hendak mencium Aellys yang begitu cantik di depannya itu. Sebelum—


“Ayah buat Bunda menangis? Kita serang Ayah! Ayo serbu!” perintah anak laki-laki yang memegang pedang mainan kepada bocah perempuan kecil yang berada di sampingnya dengan boneka kesayangannya. Mereka menerjang tubuh Saga membuatnya terjatuh di atas kasur, segera kedua bocah itu menaiki tubuh Saga dan menyerangnya.


Aellys melihat itu hanya tersenyum bahagia, apalagi melihat sang suami dan kedua anaknya tertawa lepas begitu, iya—dia dan Saga memiliki satu lagi malaikat kecil dalam keluarga kecil mereka, malaikat kecil yang sangat mirip dengan Aellys sewaktu kecil. Dia menatap Saga yang juga menatapnya, dia melihat Saga mengucapkan sebuah kalimat yang membuat bersemu dan tersenyum malu, sebelum membalsasnya dengan ‘I Purple U Too’.


Kedua anak Aellys menariknya untuk bergabung dengan Saga yang duduk di atas kasur besar mereka, dengan senang hati Aellys menuruti kemaunan sang buah hatinya. Dia duduk di sebelah Saga yang mulai menghidupkan layar televisi untuk menonton acara kesukaan anak mereka, saat layar mulai mengeluarkan cahaya dan acaranya sudah ditanyangkan. Kedua anak mereka terlihat serius menatap layar besar di depannya.


“Hold me tight,” Aellys memegang tangan Saga sangat erat setelah Saga mengucapkan kalimat itu.


***


Sebentar lagi akanpart flashback dan bonus chapter... di tunggu ya ;)