
Yunhee sedang berada di rumah Bang PD.. Awalnya Dy tidak mau harus diam disana.. Tapi saat Bang PD yang bicara, Yunhee menurut..
Boss: istirahatlah.. Paman tidak mau kamu kemana mana..
Yunhee: paman ingin mengurungku di sini?
Boss: tidak juga.. Untuk sekarang diamlah disini dulu.. Bukankah paman sudah menceritakannya kepadamu.. Turuti paman kali ini..
Yunhee: bukankah Yunhee selalu menuruti paman..
Boss: iya maafkan paman.. Ya sudah paman akan pergi.. Kalo ada apapa cepat hubungi paman atau kau bisa mnta tolong ke penjaga di depan..
Yunhee: iya paman..
.
.
.
.
.
.
Sudah beberapa hari ini Yunhee diam di rumah Bang PD.. Tidak melakukan apapa itu yang membuat Yunhee bosan.. Kadang Dy juga ingin menanyakan kondisi kakeknya tapi hati Yunhee terlalu sakit mengingat itu..
Bahkan ponselnya pun mati.. Dy di beri ponsel baru oleh pamannya..
Yunhee: ahjuma bisa minta tolong..
Ahjuma: iya Nonna..
Yunhee: aku ingin keluar sebentar.. Tapi jangan beritahu paman.. Boleh ya.. aku mohon..
Ahjuma: maaf Nonna tidak bisa.. Tuan akan marah kepada saya nanti.. Maaf..
.
.
.
Boss: ada apa?
Ahjuma: maaf tuan.. Nonna ingin keluar..
Yunhee: ayolah paman ijinkan Yunhee keluar.. Yunhee bosan harus terus di rumah.. Bahkan aku tidak boleh melakukan apapa..
Boss: memangnya kamu mau kmana? Aku bisa mengantarmu..
Yunhee: aku kan juga ingin kuliah paman..
Boss: kau bisa cuti dulu..
Yunhee: aku bahkan merasa menjadi tahanan.. Sudahlah paman, aku ingin kembali ke kamarku saja..
Boss: bagus.. Sana masuk kamar kamu.. Bukankah lebih baik kamu menulis lagu.. Lagu yang kamu buat kemarin bagus..
Yunhee: dengan pikiranku yang terkurung disini yang ada bukannya menulis tapi menangis..
Yunhee masuk kamarnya dengan perasaan kesal, Bang PD seperti Ayahnya selalu saja memaksakan diri untuk Yunhee..
.
.
.
.
.
Tiba tiba Yunhee merasa kepalanyw berdenyut sakit sekali..
Yunhee: ahhh..
Yunhee berjalan masuk kamarnya dengan sedikit sempoyongan karena menahan rasa sakit.. Tubuhnya seperti tidak ada tenaganya..
Sesampainya di kamar Yunhee membuka pintu dn berjalan menuju tempat tidurnya..
.
.
.
.
.
Boss: naiklah.. Pasti Dy senang tau kau di sini..
Taehyung: iya Boss..
Taehyung memang datang kerumah Bang PD untuk menemani Yunhee yang sedang bosan..
Taehyung: sayang..
Taehyung yang baru membuka pintu melihat Yunhee yang merintih kesakitan sambil duduk di samping tempat tidurnya sambil memegang kepala yang terasa sakit..
Yunhee: Oppa sakit sekali.. Ahhh..
Taehyung: iya iya..
Taehyung segera membawa Yunhee untuk ke rumah sakit..
Boss: ya Tuhan.. Ada apa?
Taehyung: saat aku masuk dy sudah seperti ini..
Boss: bawa k rumah sakit..
.
.
.
.
.
.
.
Di rumah sakit..
Dokter: tolong untuk tidak membuatnya tertekan.. Buat Dy tenang dan hilangkan kesedihannya.. Dan lagi Dy melewatkan pemeriksaan kesehatannya beberapa kali..
Boss: baik dok.. lalu bagaimana dok..
Dokter: dy harus menjalani tes kesehatannya lagi..
Boss: lakukan yang terbaik untuknya dok..
Yunhee terbaring lemah di tempat tidur na.. Yunhee kembali terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit karena kondisinya..
Boss: apa Dy sudah lebih baik? Aku akan bicara dengan ayahnya.. Temani Dy..
Taehyung: iya Boss..
.
.
.
.
Minhoo: kenapa kamu membawa YunHee ke rumah sakit yang sama..
Boss: aku bahkan tidak bisa berfikir panjang saat melihat YunHee merintih kesakitan.. Mau smpai kapan akan mengurungnya seperti itu..
Minhoo: kau tau Ibuku.. Dy tidak akan tinggal diam..
Boss: bahkan Dy belum tau ginjal Yunhee cocok atau tidak.. seharusnya Dy mengeceknya dulu.. Dan masalah penyakit anakmu.. Apa kau akan terus seperti ini, Dy butuh pengobatan dan perhatian darimu..
Minhoo: aku memang ayah yang buruk untuknya.. aku hanya tidak ingin Dy celaka lagi karena orang tuaku.. Dy mengalami masa yang berat karena aku dan orng tuaku.. Dy bahkan tidak mengeluhkan kondisi kepadaku.. Dy selalu tersakiti karena keluarganya sendiri..
Boss: tapi kamu tidak bisa terus mengurungnya.. aku tidak merasa keberatan saat Dy dirumahku.. Dy juga ank untukku.. Tapi dokter bilang Dy tidak boleh merasakan tertekan..
Minhoo: aku harus apa? Aku tidak mau terjadi sesuatu dengannya..
.
.
.
.
.
Di ruang rawat Yunhee..
Yunhee: Oppa..
Taehyung: kamu sudah bangun.. Ada apa?
Yunhee: Yunhee di mana?
Taehyung: kamu di rumah sakit..
Yunhee: hmmm dan lagi, Yunhee disini..
Taehyung: ohh ya apa kamu mau ke rumah..
Yunhee: rumah??
Taehyung: hmmm ke rumahku.. Kamu tidak akn bosan di sana.. JeongGyu dan Eonjin juga bisa menemanimu..
Yunhee: tapi..
Taehyung: aku akan bicara ke Bang PD jadi sekarang istirahatlah..
Setelah dirasa sudah membaik Yunhee pergi ke rumah Taehyung..
Dalam perjalanan Yunhee hanya tidur karena kondisi tubuhnya yang memang belum sepenuhnya sehat..
JeongGyu: Noona sakit lagi..
Yunhee: tidak.. Noona hanya lelah saja..
JeongGyu: benarkah?
Yunhee: hmmm..
Ibu Tae: istirahatlah nak.. Tae bawa Yunhee kekamar mu..
Taehyung: iya bu..
.
.
.
Taehyung: maaf bu, Tae membawa Yunhee ke sini..
Ibu Tae: tidak apapa nak.. Memangnya ada apa?
Taehyung: nenek Yunhee memaksa untuk melakukan ginjal nya kepada kakek Yunhee..
Ibu Tae: ya Tuhan..
Taehyung: aku tidak mau Dy terus tertekan kalo di rumah Bang PD.. Dokter menyuruhnya untuk istirahat.. Taehyung minta tolong ibu menjaganya..
Ibu Tae: iya nak.. Ibu akan mengurusnya.. kamu tenanglah..
JeongGyu: Noona akan tinggal disini kan?
Yunhee: hmmm.. Apa boleh?
JeongGyu: boleh.. Sangat boleh.. aku nanti akan menunjukan kepada teman teman Gyu kalo Noona ku cantik..
Yunhee: Noona Eonjin kan cantik..
JeongGyu: tidak dy itu cerewet seperti Tae Hyung..
Taehyung: benarkah.. Kalian membicarakanku..
JeongGyu: tidak.. Siapa yang membicarakan Hyung.. Hyung saja salah dengar.. Benarkan Noona..
Yunhee: iya..
Taehyung: ohhh kalian mulai berkomplot ya..
JeongGyu: biarkan saja..
Taehyung: JeongGyu sini..
Taehyung memangku JeongGyu..
Taehyung: bisa Hyung minta tolong..
JeongGyu: memang apa? Kalo itu berat Gyu akan meminta imbalan kepada Hyung..
Taehyung: jadi JeongGyu tidak bisa menolong Hyung?.. Yunhee Noona akan Hyung bawa ke Seoul lagi..
JeongGyu: kenapa? Memangnya apa? Hyung minta tolong apa..
Taehyung: tolong jaga Noona disini saat Hyung sedang tidak disini.. Apa Gyu bisa??
JeongGyu: bisa.. Hanya menjaga Noona saja kan? JeongGyu bisa Hyung..
Taehyung: bagus.. Jangan membuatnya menangis ya..
JeongGyu: tidak akan.. Hyung saja yang sering membuat Noona menangis.. JeongGyu tidak.. Ya kan Noona..
Yunhee: hmmmm.. Hyung mu sangat nakal kepada Noona dan membuat Noona menangis..
Taehyung: kalian memang ya..
Taehyung menghabiskan waktu mereka sebelum kembali ke Seoul.. Dy tidak bisa lama karena Dy ada jadwal.. Taehyung meninggalkan YunHee di rumahnya karena disana Yunhee akan aman..
Eonjin: wahhh Unnie benar menginap di sini?
Yunhee: iya..
Eonjin: yeee.. Eonjin ada temannya sekarang..
Ayah Tae: kau senang sekali Unnie mu disini..
Eonjin: iya yah.. Eonjin bisa mengajak Noona jalan jalan..
Ayah Tae: kan ada ibu.. Unnie mu harus istirahat..
Eonjin: kalo bersama Ibu banyak yang tdk boleh.. Ibu tidak asyik..
Ibu Tae: kamu bilang ibu tidak asyik.. Oke.. Uang jajan EonJin, Ibu kurangi kalo begitu..
Eonjin: tidak bu tidak.. Ibu kenapa begitu.. Maafkan Eonjin..
Yunhee tersenyum melihat interaksi mereka.. Dy bahkan tidak ingat masa kecilnya.. merekalah yang membuat Yunhee lupa dengan masalahnya.. kehangatan keluarga Taehyung kepadanya..
.
.
.
.
.
.
.
Seoul..
Nenek: kau sembunyikan dimana anak itu..
Minhoo: ibu saja belum tau kalo ginjalnya cocok dengan ayah.. kenapa Ibu memaksanya..
Nenek: aku sudah mengeceknya dan ginjalnya cocok.. Bukankah kamu juga sudah mendapatkan hasilnya..
Minhoo memang sudah mendapatkan hasil dari Lab.. Ginjal Yunhee memang cocok.. entah Ibunya dapat dari mana hasil lab Yunhee.. tapi tetap saja kondisi yang seperti itu tidak bisa untuk mendonorkannya..
Minhoo: ibu, Dy itu sedang sakit.. Bagaimana bisa Ibu tega mengambil ginjalnya untuk ayah..
Nenek: lalu apa aku harus menunggu na sampai ayahmu meninggal dengan berdiam diri..
Minhoo: Yunhee juga berhak untuk dirinya bu.. Bukankah Ibu sudah berjanji kepadanya untuk menganggap Yunhee, cucu ibu..
Nenek: iya.. Bukankah keluarga harus berkorban untuk keluarga lainnya..
Minhoo: iya tapi tidak dengan paksaan.. Ibu selalu membuatnya luka..
Nenek: Dy itu seperti Ibunya.. Hanya menyusahkan oryng saja..
Minhoo: Ibu cukup.. cukup Ibu membuatnya sakit dan tidak lagi.. aku tidak akan mengijinkannya..
Nenek: coba saja.. aku atau kamu yang akan menang.. Bukankah yang terbaring disana juga orang tuamu.. Kau hnya memikirkan anakmu itu dan melupakan ayahmu yang sedang berjuang dengan maut..
Nenek Yunhee kemudian meninggalkan Minhoo.. bagaimana Dy bisa sekejam itu kepada cucunya sendiri hanya untuk menyelamatkan orang yang di anggapnya penting.. bagaimana dengan Yunhee, apa Dy tidak penting untuknya??
.
.
.
.
.
.
.
Yunhee: biar YunHee membantu Ibu..
Ibu Tae: tidak nak.. kamu istirahatlah..
Yunhee: Ibu, Yunhee bosan harus tidur.. Hanya membantu ibu memasak saja tidak apapa kan..
Ibu Tae: ya sudah.. Ohh ya nak apa kamu betah disini..
Yunhee: betah bu.. Maaf ya bu Yunhee merepotkan kalian disini..
Ibu Tae: Ibu akan marah kalo kamu bicara seperti itu lagi..
Yunhee: maafkan Yunhee, bu..
Ibu Tae: iya nak.. Apa Tae baik kepada mu nak?
Yunhee: sangat baik bu.. Oppa selalu ada untuk Yunhee.. Terkadang Yunhee berfikir selalu membuatnya susah..
Ibu Tae: sayang tidak kata menyusahkan saat kalian berdua saling mencintai.. bukankah harus seperti itu.. Menjaga satu sama lain..
Yunhee: iya bu..
Mereka menyelesaikan acara memasak mereka sambil berbincang ini dan itu..
Mereka semakin dekat, Ibu Taehyung juga sayang kepada Yunhee..
Menurutnya Yunhee anak yang baik dan sopan.. kenapa keluarganya menyiayiakan anak seperti Yunhee..
JeongGyu: Noona nanti saja belajarnya.. JeongGyu masih lelah..
Yunhee: kan hanya 10 soal.. Selesaikan Noona akan membantumu..
JeongGyu: sebentar saja Noona..
Eonjin: Dy memang begitu Unnie.. Malas seperti Tae Oppa..
JeongGyu: kan Gyu bilang hanya sebentar..
Yunhee: begini saja.. Kalo JeongGyu tidak mau mengerjakannya sekarang, Noona juga tdyk jadi mengantarkanmu besok..
JeongGyu: yaa jangan Noona.. aku sudah berjanji kepada teman temanku..
Eonjin: memangnya janji apa?
JeongGyu: Gyu akan mengenalkan Noona ke teman temanku..
Eonjin: jangan mau Unnie.. Buat apa? Kamu saja tidak seperti itu kepadaku..
JeongGyu: biarkan saja.. Siapa suru Noona cerewet sekali.. Nanti yang ada Noona memarahi teman teman Gyu..
Eonjin: enak saja kalo bicara..
.
.
.
Yunhee: sudah sudah.. kita cepat selesaikan belajarnya.. Nanti kalo Ayah tau pasti akan memarahi kalian.. Cepat.. Dan JeongGyu tidak boleh seperti itu kepada Noona.. Eonjin Noona seperti itu karena Dy sayang.. Setiap orang mengutarakan rasa sayang mereka dengan cara yang berbeda.. Dan Eonjin harus jadi Noona yang baik untuk JeongGyu.. Oke..
Eonjin/JeongGyu: iya kak..
Yunhee: bagus.. kita lanjutkan belajarnya..
Selesai belajar bersama Yunhee mengangkat telpon dari Taehyung..
Telpon:
Taehyung: kamu sedang apa?
Yunhee: belajar bersama JeongGyu dny Eonjin..
Taehyung: apa mereka tidak membuatmu pusing.. Mereka kan sering bertengkar kalo sedang berkumpul..
Yunhee: tidak juga.. Mereka baik.. Oppa sedang apa?
Taehyung: sedang merindukan mu..
Yunhee: Oppa..
Taehyung: iya sayang.. Maaf, aku masih di lokasi.. Dan baru akan pulang..
Yunhee: hmmm Yunhee rindu bekerja lagi..
Taehyung: bukankah aku sudah bilang kepadamu.. Kesehatan mu yang paling penting.. aku mau kamu sehat..
Yunhee: iya.. Oppa terima kasih..
Taehyung: untuk apa?
Yunhee: selalu menjaga Yunhee.. Selalu ada untuk Yunhee.. I Love you..
Taehyung: I Love you more sayang..
Mereka melanjutkan obrolan mereka hingga larut.. Menemani Taehyung yang katanya sedang perjalanan ke Dorm..
๐
mampir yuk ke cerita aku yang lain๐
by: nyemoetdz
14/07/2020