
Saga termenung di kamarnya, dia kembali menatap foto-foto di tangannya, sudah dua hari dia mengurung diri di kamar apartemennya. Dia memilih tinggal di apartemen agar ke dua orang tuanya tidak melihat keadaannya yang sangat kacau. Kamarnya juga tidak dapat di lihat, sangat kacau banyak pecahan kaca dan semua barang-barang berada di lantai.
“Kenapa kamu tega mengkhianatiku, Aellys? Padahal aku sangat mencintaimu,” gumam Saga menatap foto yang tercetak besar di dinding kamarnya, fotonya dan Aellys dengan saling bergandengan tangan. Dada Saga begitu sakit melihatnya, dia masih belum menerima semuanya.
“Tunggu dulu, sepertinya ada yang aneh dengan foto ini,” Saga beranjak dari duduknya berjalan ke luar ke arah balkon kamarnya. Dia kembali menatap foto-foto tersebut dengan teliti. Jantungnya serasa berhenti berdetak, Saga baru menyadari kalau Aellys dan Reno tidak sedang berciuman. Tapi, dia masih sedikit ragu, dia bergegas pergi untuk bertanya langsung dengan Reno, lelaki yang menjadi selingkuhan Aellys. Saga ingin menanyakan langsung kepadanya.
Saga menuggu Reno di depan pintu masuk gedung fakultasnya, dia sudah bertanya kepada pihak akademi kalau Reno masih ada kelas. Saga menunggunya di dalam mobilnya, dia sangat ingin tahu kebenarannya dari lelaki bernama Reno itu. Dia sangat gelisah, perasaan takut mulai merayapi pikirannya. Saga takut dia salah paham kepada Aellys, apalagi dia mendengar Aellys sudah mengambil cuti kuliah selama satu tahun dan Saga tidak tahu kenapa Aellys mengambil cuti.
Saga melihat Reno ke luar dari gedung fakultasnya bersama beberapa temannya, Saga menghembuskan nafas beratnya saat melihat wajah Reno secara langsung, emosinya serasa akan meledak. Dia mencoba untuk menahannya dan ke luar dari mobil, dia menghampiri Reno dan berhenti di hadapan Reno. Reno cukup terkejut dengan kedatangan Saga, apalagi dia tahu Aellys sudah mengambil cuti dan menyelesaikan ujian dengan cepat. Reno merasa ada sesuatu di antara Aellys dan kekasihnya. Tapi, Reno tidak ingin mencampuri urusan mereka.
“Ada apa?” tanya Reno kepada Saga semua orang melihat ke arah mereka, apalagi dengan datangnya Saga membuat semuanya menjadi penasaran dan bertanya-tanya.
“Apa benar, kau selingkuhan Aellys?” tanya Saga membuat Reno mengernyit bingung.
“Tidak, kami tidak memiliki hubungan apa-apa, kecuali teman sekelas dan sekolompok tugas akhir,” jujur Reno membuat Saga tidak bisa menahannya lagi, Saga langsung melayangkan pukulan keras ke wajah Reno. Dia sangat tidak suka dengan jawaban santai dari Reno. Saga terus menghajar Reno dan semua yang melihatnya memilih diam, karena mereka takut dengan Saga. Beruntung seorang dosen datang dan melerai semuanya, Reno pingsan dan Saga berhasil di tahan oleh satpam.
“Cepat bawa dia ke rumah sakit!” seru dosen yang melihat keadaan Reno yang tak sadarkan diri. Saga di bawa oleh satpam dan papih Saga di panggil oleh dosen yang melerainya, dosen tersebut kenal dengan papih Saga dan juga Saga begitu beliau kenal. Papih Saga datang dan dosen tersebut menjelaskan kejadiannya sebenarnya, sedangkan Saga hanya bungkam.
“Ayo kita ke rumah sakit!” papihnya menarik lengan Saga, setelah semua urusan selesai. Mereka menuju ke rumah sakit di mana Reno di bawa, lebih tepatnya di ruangan ICU, karena Reno membutuhkan penanganan khusus.
“Papih ikut!” papih Saga juga ikut masuk ke dalam untuk menemui Reno, terlihat Reno yang menatap takut ke arah Saga. Dia masih trauma dengan perlakuan Saga kepadanya.
“Maaf, tadi aku tidak bisa menahan emosiku. Aku hanya ingin menyakan tentang foto-foto ini kepadamu!” Saga memperlihat foto yang berada di tangannya, Reno manatap foto tersebut.
“Itu aku hanya menolong Aellys yang kelilipan, karena buku yang di bukannya berdebu. Aku dan Aellys hanya mengerjakan tugas akhir kami, kami tidak memiliki hubungan apa-apa,” jelas Reno membuat Saga tidak bisa bernafas, dia sudah salah paham dan emosi menguasainya.
“Itu kamu salah paham, siapa yang memberimu foto itu?” tanya Reno.
“Rachel,” jawab Saga membuat Reno tertawa kecil, dia sudah menyangka wanita licik itu.
“Kamu termakan dengan omong kosongnya, Rachel begitu membenci Aellys dan juga dia selalu mengincarku. Jadi, dia ingin menghancurkan Aellys dengan menggunakanmu. Oh ya, seperti Aellys sudah pergi jauh dari sini. Dia sudah menyelesaikan semua ujian lebih cepat dan mengambil cuti selama satu tahun ke depan,” ujar Reno membuat Saga semakin di landa kegelisahan.
“Pih, apakah Saga sudah ke hilangannya?” tanya Saga setelah semua kebenarannya terungkap, dia sangat ingin menemui Aellys dan meminta maaf. Reynad bilang Aellys datang ke apartemennya di saat Rachel berada di sana dan kemungkinan terbesar Aellys mendengar semua ucapannya waktu itu. Saga ingin menjelaskan semuanya kepada Aellys dan meminta maaf atas semua kebodohan yang dia lakukan. Saga sangat menyesal.
“Kalau kamu benar-benar mencintainya dan percaya kepadanya, kamu tidak mungkin mudah percaya dengan sesuatu yang belum tentu benar. Seperti foto-foto itu!” jelas sang papih membuat Saga semakin terpuruk, dia sangat menyesal telah meragukan Aellys.