
Saga menatap gelisah ponsel di genggamannya, Aellys lagi-lagi mengabaikan panggilannya. Sudah dua hari kekasihnya itu tidak bisa di hubungi dan selalu menghindar saat dia datang ke kostnya. Saga sudah sangat merindukannya, tapi dia tidak bisa menemuinya. Aellys seperti menghindarinya, apa semua gara-gara hal brengsek yang dia lakukankan kepada kekasihnya itu? Dia tahu dia sudah keterlaluan kepada Aellys, dia telah mengambilnya dari Aellys.
“Aku melakukan itu hanya untuk memilikimu seutuhnya, jika kamu marah kenapa kamu memilih mengabaikanku?” gumam lesu Saga menatap foto Aellys yang dia peluk dari belakang. Sneyum bahagia tercetak indah di ke dua bibir mereka. Foto yang mereka ambil sebelum Saga melakukannya. Tiba-tiba ingin untuk memiliki Aellys seutuhnya muncul dan membuatnya tidak bisa berutik lagi, Saga ingin cepat-cepat membuat Aellys menjadi miliknya sepenuhnya dan hanya cara tersebut yang ada di benaknya saat itu, apalagi bukan hanya dirinya yang menginginkan Aellys.
“Tapi, itu sudah terjadi hampir satu bulan lamanya dan kamu bersikap seperti biasa saja terhadapku! Kenapa baru sekarang kamu berubah, sayang? Sudah dua hari kamu mengabaikanku dan menjauhiku!” ujar Saga putus asa, dia tidak tahu harus berbuat apa agar Aellys memaafkannya.
“Semoga apa yang aku lakukan kepadamu membuahkan hasil dan kita akan bersama selamanya,” Saga tersenyum kecil membayangkannya, dia tidak sabar menjalani hidup bahagia berdua dengan Aellys, orang yang sangat dia cintai.
Lamunan Saga terhenti saat Reynad memberitahu kalau ada seseorang yang ingin menemuinya, Saga tidak yakin itu Aellys. Karena, kalau Aellys dia akan langsung masuk ke dalam dan memeluknya. Memikirkannya saja sudah membuat Saga semakin uring-uringan, dia sangat rindu suara lembut dan senyum manis milik kekasihnya itu.
“Ada perlu apa?” tanya Saga menatap datar Rachel yang datang dengan senyuman lebar. Saga sangat tidak suka di ganggu dengan hal yang tidak penting.
“Aku membawakanmu sebuah hadiah yang sangat menarik!” seru Rachel menaruh amplop berwarna cokelat yang di bawanya, dia mendudukkan diri di kursi sebrang Saga tanpa meminta ijin.
“Apa itu? Kalau tidak penting mending kamu pergi dari sini!” usir Saga membuat Rachel tertawa kencang dan mengambil kembali amplop tersebut, dia membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya. Saga melihatnya dan terkejut saat melihat ada wajah kekasihnya di sana.
“Ini adalah hasil jepretanku di perpustakaan tadi! Bagaimana hasilnya?” tanya Rachel dengan senyum miringnya, dia puas melihat wajah mengeras Saga. Dia berhasil.
“Aku melihat mereka sangat mesra di sana, apalagi di sana tempatnya jarang di datangi oleh mahasiswa membuat mereka lebih leluasa,” ujar Rachel membuat emosi Saga semakin memuncak, dia meremas foto di tangannya dan meleparnya ke lantai. Nafas Saga mulai memburu dan matanya mulai menggelap, dia tidak terima Aellys berselingkuh cuma, karena kesalahannya itu.
“Dasar wanita murahan!” geram Saga membuat Rachel tersenyum puas, dia sudah berhasil mengelabui Saga dan sebentar lagi dia akan menghancurkan hubungan mereka. Ternyata begitu mudah memainkan emosi dari seorang Saga Eighner Kith, cukup dengan menggunakan kekasihnya sebagai umpan dan semuanya terasa lebih mudah untuk di lakukan.
“Aku begitu muak melihat wajahnya yang sok polos, ternyata Aellys tidak lebih dari seorang wanita murahan! Aku akan menghancurkan hidupnya dan aku tidak akan membuatnya bahagia!” seru marah Saga membuat Rachel berteriak dalam hatinya, dia sangat bahagia.
“Apakah kamu sekarang membenci wanita yang sangat kamu cintai itu, sekarang?” tanya Rachel hati-hati membuat Saga menatapya tajam dan dia tertawa sinis dengan cukup kencang.
“Membenci? Aku sangat membenci wanita itu!” balas Saga dengan suara beratnya. Rachel menahan senyumannya, dia sangat puas mendengar kalimat itu dan sungguh dia sangat ingin Aellys mendengar semua ini. Dia akan lebih senang lagi melihat kehancuran Aellys.
Mereka berdua tidak menyadari Aellys berdiri tepat di depan pintu, dia mengurungkan niatnya untuk memberikan surprise kepada Saga saat mendengar ada suara Rachel di dalam. Dia ingin memberi kejutan di hari ulang tahun Saga, hari ini. Kue yang di pegangnya sudah tandas di lantai dan surat yang dia pegang dia masukkan lagi ke dalam tasnya. Hati Aellys begitu sakit mendengar kalimat tersebut dari orang yang sangat dia cintai dan begitu dia percayai. Padahal dia sudah mengumpulkan tekad untuk memberitahu Saga kalau dia sedang hamil anaknya.
“Kamu jahat! Kamu meghancurkan hatiku dan juga kepercayaanku!” Aellys menangis dan memegang perut datarnya, di sana terdapat nyawa yang harus dia pertahankan. Aellys memejamkan matanya dan menahan rasa sesak yang tiba-tiba bersarang di dadanya. Itu sangat sakit dan membuatnya susah bernafas, Aellys menghirup nafas dan menghembuskan dengan kasar.
“Jika, itu maumu aku akan pergi dan aku akan membesarkan anak ini sendiri. Aku harap kita tidak pernah bertemu kembali dan kita tidak saling mengenal,” ujar Aellys menatap pintu di hadapannya, dia mengusap kasar air mata yang mengalir desar dari pelupuk matanya, belum pernah dia merasa sesakit ini. Kenapa orang yang sangat dia cintai mengucapkan kata-kata seperti itu terhadapnya? Jika memang Saga muak melihatnya, lebih baik Aellys pergi jauh dari Saga.