Hold Me Tight

Hold Me Tight
03| Reno dan Aellys



“Aellys tugasnya kita kerjakan di perpustakaan lantai lima saja, sekalian kita mencari buku-buku referensi untuk menyelesaikannya,” ujar Reno teman sekelas Aellys di bangku kuliah, dia sudah memasuki bangku kuliah semester enam. Hubungannya dengan Saga masih berjalan dan sekarang sudah memasuki tahun ke empat. Tentang Ina, temannya itu mendapat beasiswa kuliah di luar negeri sehingga mereka berpisah dan Saga kuliah di tempat yang berbeda darinya. Tapi, Saga kadang-kadang datang ke kampusnya untuk menjemput atau makan siang bersama di kantin.


Semua orang tahu kalau Aellys adalah kekasih Saga, tidak ada yang berani mendekatinya karena mereka semua takut dengan Saga yang sangat menyeramkan dan tatapan yang sangat dingin darinya membuatnya semakin di segani. Sudah dua hari Aellys mengabaikan lelaki itu, karena dia ingin memberikan kejutan di hari ulang tahun kekasihnya itu. Dia sudah menyiapkan hadiah yang membuatnya sedikit takut dan bahagia dengan kabar yang dia dapatkan, entahlah dia sangat antusias untuk mengatakannya langsung kepada Saga yang sudah dua hari ini sengaja dia abaikan.


“Aellys ayo, aku ada kelas lagi dua jam lagi!” seru Reno teman sekolompoknya dalam menyelesaikan tugas akhir membuat tersadar dari lamunannya. Aellys segera beranjak dari duduknya dan mengikuti langkah Reno menuju ke UPT perpustakaan terbesar  di kampusnya.


“Ini sudah revisi terakhir dan minggu depan kita sudah mulai presentasi,” keluh Reno dengan wajah kusamnya membuat Aellys tertawa kecil  melihat tingkah teman sekelompoknya itu.


“Ya, kan sebentar lagi juga akan libur panjang. Jadi, harus bersabar dulu,” balas Aellys yang mulai membenahi hasil revisi yang mereka sempat diskusikan bersama asdos.


“Iya, kita harus bersabar dan tetap semangat!” seru Reno yang mulai membuka laptopnya untuk mengerjakan tugas yang mereka bagi. Aellys melangkah mencari buku referensi untuk mempermudah menyelesaikan tugasnya, dia membawa beberapa buku yang mulai berdebu itu.


Mereka mulai berdiskusi dengan sesekali di barengi canda agar tidak terlalu membosankan, mereka tidak menyadari ada seorang perempuan yang seumuran dengan Aellys dan juga sangat membenci Aellys. Dia sangat membenci Aellys, karena Aellys sangat terkenal di kampus dan bisa bercanda dengan lelaki yang sudah dia sukai dari awal dia masuk di kampus ini.


“Reno hanya milikku, hanya milik Rachel Tintrany seorang!” serunya menatap tak suka Aellys. Rachel mengepalkan tangannya kuat-kuat, dia merasa sangat kalah dari Aellys yang bisa memiliki kekasih seperti Saga, sangat terkenal di kampus dan begitu dekat dengan Reno, lelaki pujaannya. Reno memang tidak setampan Saga, tapi Reno sudah berhasil membuatnya jatuh cinta. Dia tidak akan melepaskan apa yang sudah dia klaim sebagai miliknya, tidak boleh ada orang yang mengambilnya. Dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan dan sekarang yang dia inginkan adalah membuat Reno menjadi kekasihnya, itu adalah keinginan terbesar ke dua. Sebelum ke ingin pertama dia selesaikan, dia harus bisa bersabar menantikan saat-saat itu tiba.


Rachel terus memperhatikan interaksi antara Aellys dan Reno, dia sangat sakit hati melihat Reno yang begitu lembut kepada Aellys, tapi tidak kepadanya. Padahal Aellys sudah memiliki kekasih, tapi kenapa Aellys selalu saja di dekati oleh banyak lelaki baik dari fakultasnya atau di luar fakultasnya, mulai dari seangkatan, adik tingkat sampai seniornya pun banyak yang mendekatinya. Tapi, semenjak ada beberapa orang yang masuk rumah sakit dan pindah kampus akibat ulah Saga. Mulai saat itu, tidak banyak lagi yang mendekati Aellys, mereka lebih memilih memberinya hadiah secara diam-diam tanpa memberikan nama atau pengenalnya, karena mereka tidak ingin berurusan dengan Saga yang sangat kejam. Saga merebut semua hadiah itu dan membakarnya dengan emosi.


“Ini bisa jadi kartu as ku! Lihatlah kehancuranmu akan datang dan aku akan membuat ini tidak pernah di lupakan olehmu!” seru Rachel saat melihat Aellys kelilipan, karena membuka buku berdebu itu. Reno membantunya dengan meniup mata Aellys. Rachel mengambil posisi agar jepretaannya bisa membuat orang yang milhatnya salah paham. Ini bisa membuat Reno dan Aellys berjauhan dan membuat hubungan Aellys hancur, otak licik Rachel mulai merangkai skenario bagus.


“Perfect! Rachel kamu memang hebat,” ucap bagga Rachel melihat hasil-hasil foto yang dia ambil. Semua sesuai dengan keinginannya, Rechel tersenyum puas. Dia melirik sebentar ke arah Aellys yang sudah kembali fokus dengan laptopnya, Rachel meninggalkan perpustakaan dia menuju ke tempat cetak foto untuk mencetak hasil karyanya itu. Dia tertawa di dalam hati membayangkan apa yang akan terjadi saat foto-foto tersebut dia berikan kepada Saga, kekasih Aellys.


“Ini akan membuat rencana yang sudah ku buat cepat di selesaikan. Dan aku akan menjalankan rencana ke duaku dalam waktu dekat!” seru Rachel menatap hasil foto yang dia cetak, foto-foto tersebut dia masukkan ke dalam amplop berwarna cokelat. Dia akan mengunjungi seseorang yang akan melihat foto-foto di dalam amplop yang di genggamnya.