
Papih Saga datang ke kantor polisi setelah mendapat panggilan dari pihak kepolisian. Beliau mendapat kabar putra semata wayangnya terlibat kasus pembunuhan, dengan segera papih Saga pergi ke luar kota untuk datang ke kantor polisi dan menemui putranya itu. Papih Saga baru mengetahui jejak putranya yang diam-diam mengelabui orang suruhan beliau dan beliau sudah mengirim detektif untuk menemukan bukti kebenarannya, beliau yakin putranya itu tidak pernah melakukan hal rendahan seperti itu dan itu adalah sebuah kecelakaan.
“Saga!” seru papihnya membuat Saga menoleh dan menemukan wajah khawatir dari sang papih, dia sudah berkata jujur kepada polisi. Namun, dia masih belum di percayai sebelum semua bukti terkumpul dan dia masih di tahan di kantor polisi.
“Pih,” sahut Saga dengan wajah lelahnya, dia sudah cukup lelah dengan semua ini. Yang dia inginkan hanya bertemu dengan Aellys dan mengatakan semuanya. Saga tidak tahu kenapa begitu susah dia untuk bertemu dengan Aellys, selalu saja ada hal yang menghalanginya.padahal, dia sudah sangat dekat dengan Aellys, bahkan dia sempat melihat wajah yang sangat dia rindukan itu.
“Putra saya tidak bersalah!” seru papih Saga setelah beliau duduk di samping putranya.
“Maaf tuan Eighner, putra anda bisa jadi pelakunya. Karena, dia berada di tempat kejadian dan orang tua dari pihak korban yang menghubungi kami meyakini kalau putra anda sebagai pelakunya,” balas polisi tersebut membuat Saga menghembuskan nafas lelah, dia sudah lelah mengatakan semuanya. Dia memang tidak bersalah dan itu semua kesalahan Rachel sendiri.
“Apakah mereka mempunyai bukti yang cukup kuat untuk menuduh putraku?” tanya papih Saga membuat sang polisi terdiam cukup lama sampai seorang rekan polisi yang melakukan investigasi di tempat kejadian datang bersama detektif pilihan papih Saga.
“Kami menemukan cctv yang terpasang di sana, sekarang kita sama-sama lihat rekaman yang ada. Ini adalah bukti terkuat!” seru detektif tersebut memberikan sebuah flashdisk yang berisikan rekaman cctv di tempat kejadian. Polisi pun mulai memutar rekaman yang ada dan semuanya melihat awal kejadian di mana Rachel yang berniat membunuh Aellys, Aellys yang melindungi dirinya menggunakan semprotan garam dan Saga yang datang untuk menghalangi Rachel yang berniat untuk mengejar Aellys. Sampai Rachel yang ingin menusuk Saga dan malah naas dirinya sendiri yang tertusuk pisau yang di pegangnya. Polisi mengangguk paham setelah melihat semua rekaman yang ada, dengan cepat polisi memberi instruksi agar Saga di bebaskan.
“Kenapa kalian malah membebaskan pembunuh putriku?” tanya seorang lelaki yang seumuran dengan papih Saga datang dengan wajah marahnya, dia tidak sendiri ada seorang yang menggunakan jas rapi yang Saga yakini seorang pengacara. Saga memutar bola mata jengah, tidak anak tidak orang tua sama-sama pemain drama murahan, dia sangat muak.
“Maaf tuan, tapi semua bukti sudah ada di tangan kami dan putri anda yang memang bersalah sudah melakukan pembunuhan berencana. Putri anda juga yang melakukan kecelakaan tunggal, kami tidak bisa menghukum orang yang tidak bersalah. Kalau saja putri anda tidak meninggal, putri anda yang harusnya kami tahan,” jelas polisi tersebut membuat orang tua Rachel menggeram marah. Papih Saga berjalan pelan mendekatinya dan beliau berbisik.
“Saga, ayo kita pulang!” seru papihnya membuat Saga mau tak mau mengikutinya. Mereka meninggalkan kantor polisi dan mengendarai mobil milik papihnya. Saga terdiam dan menatap gelisah jalanan, papihnya yang melihat gelagat putranya pun paham dan menepuk pundak putranya.
“Kamu akan Papih kirim ke New York! Kamu akan belajar di sana dan menekuni bisnis di sana selama dua tahun atau bisa lebih!” tegas papihnya membuat Saga terkejut, dia tidak bisa pergi sebelum menjelaskan semuanya kepada Aellys, dia tidak bisa meninggalkan Aellys dengan semua kesalah pahaman ini. Saga tidak ingin Aellys semakin jauh dari jangkauannya dan bersama lelaki lain.
“Pih! Saga tidak bisa pergi sebelum Saga bertemu dengan Aellys!” seru Saga yang akhirnya mengatakan tujuannya dia datang ke sini. Papihnya hanya menatap putranya dengan tatapan tajam.
“Itu semua kesalahanmu! Kamu terlalu di kuasi oleh emosimu sendiri! Ini semua adalah hukuman untukmu, agar kamu lebih berpikir dewasa. Papih tidak mengijinkanmu untuk menemui Aellys, dia sudah sangat terluka dengan sifatmu itu. Papih tidak ingin Aellys semakin terluka lagi!” terang papihnya yang tidak bisa di bantah. Saga hanya mengacak rambutnya frustasi, dia tidak bisa membantah untuk sekarang dan Saga akui kalau dirinya sudah sangat bersalah kepada Aellys.
“Tapi, apa salahnya Saga menemuinya dan mengatakan kalau Saga itu sudah salah paham kepadanya. Saga hanya ingin Aellys tidak membenci Saga, Pih. Saga hanya ingin Aellys tahu kalau saat itu Saga salah paham kepadanya!” Saga masih mencoba untuk meyakinkan papihnya.
“Keputusan Papih ini tidak bisa di bantah dan kamu sangat berbahaya berada di negara ini!” tegas papihnya membuat Saga terdiam tak berkutik lagi, dia sudah pasrahkan semuanya kepada Tuhan. Saga berdoa agar Aellys tetap menunggunya dan masih mau menerima dirinya kembali. Dia yakin, Aellys akan menunggunya dan masih mencintainya, seperti dirinya yang masih begitu mencintai Aellys dan mengharapkan mereka kembali bersama lagi.
“Maaf aku tidak bisa memberimu surat ini sekarang, nanti aku akan memberikannya kepadmu. Ini adalah surat penyesalanku,” batin Saga menatap surat yang berada di saku jaketnya.