
Yunhee sedang bertemu dengan Jiwon di Cafe dekat kantor BigHit..
Yunhee: apa Ibu menunggu lama?
Jiwon: tidak nak.. Duduklah..
Yunhee: iya.. Apa ibu datang ke sini sendiri?
Jiwon: iya.. Bisa ibu minta tolong kepadamu nak.. Hanya kamu yang bisa melakukan ini.. Ini tentang ayahmu..
Yunhee: memangnya ada apa bu..
Jiwon: aku tau ini berat untukmu.. Ini juga berat untuk Ayahmu..
Yunhee: maksud Ibu?
Jiwon: Ayahmu disuruh memilih untuk jauh darimu.. Dan itu membuatnya sakit.. Dy menuruti semua apa yang di katakan Ibunya agar kamu tidak di celakai oleh nenekmu..
Yunhee: aku masih belum mengerti maksud Ibu..
Jiwon: nenekmu menyuruh Ayahmu untuk tidak menemui mu lagi atau nenekmu akan mencelakaimu.. Dan itu membuat Ayahmu memilih untuk menjauhimu.. tapi Dy tertekan dengan keputusan yang di ambilnya.. Beberapa hari ini Dy hanya banyak diam.. Ibu bahkan tidak bisa membujuknya.. Ayahmu lebih memilih diam di tempat kerja daripada pulang ke rumah.. Pulang kerja pun Dy dengan kondisi mabuk berat..
Yunhee: semua karena nenek..
Jiwon: aku mau kamu membujuknya nak.. Ayah kamu akan sakit kalo terus seperti ini.. Dengan kondisi jantungnya yang lemah hanya akan memperburuk kondisinya..
Yunhee: jantung??
Jiwon: iya nak.. Karena kecelakaannya waktu itu jantung Ayahmu mengalami masalah..
Yunhee: Yunhee bahkan tidak mengetahuinya.. aku anak macam apa yang tidak tau kondisi Ayahnya.. Tidak memikirkan kesehatan Ayahnya..
Jiwon: sudahlah nak.. Ini juga kemauan Ayahmu.. Dy tidak mau kamu terluka lagi.. Dy ingin kamu bahagia.. Tapi Ibu tidak bisa melihat Ayahmu seperti itu.. Itu menyiksa dirinya sndiri..
Yunhee: apa nenek tinggal di rumah ayah sekarang?
Jiwon: iya.. Nenek kamu ada disana.. Tapi Ayahmu tidak pernah menemuinya.. Tolonglah nak bujuk Ayahmu.. Ibu mohon..
Yunhee: tapi ayah bilang.....
Jiwon: surat itu?? Itu untuk membuatmu tidak memikirkannya.. Walo nyatanya Dy menyiksa dirinya sendiri..
Yunhee: ya Tuhan..
.
.
.
Yunhee menangis sepanjang jalan menuju kantor BigHit setelah bertemu ibunya.. Hatinya sangat sakit.. Ayahnya mengorbankan dirinya untuk Yunhee.. Dan itu membuat Yunhee bertambah sakit..
.
.
.
.
.
.
Sesampainya di gedung tempat latihan, saat akn keluar dari lift Yunhee menabrak seseorang didepannya..
Yunhee: maafkan aku maafkan aku..
Yunhee terduduk sambil menangis.. Bukan karena merasa sakit karena terjatuh.. Hanya hatinya sangat sakit..
Yunhee: maafkan aku.. Maafkan aku..
Jungkook: Noona ada apa? Kenapa Noona menangis..
Jungkook yang tidak sengaja di tabrak Yunhee.. Jungkook yang tau kalo itu Yunhee segera membantunya..
Yunhee: maafkan aku..
Jungkook: Noona ini Kookie.. Noona kenapa?
Tanpa menjawab Yunhee kemudian berjalan ke arah tangga darurat dan naik menuju atas..
Jungkook: Noona.. Kau mau kemana?
Jungkook yang panik segera mengejarnya.. Bagaimana tidak khawatir, Jungkook melihat Yunhee yang tiba tiba menangis..
Sambil mengejar Yunhee, Jungkook mencoba menghubungi Taehyung..
Jungkook: kenapa tidak di jawab.. Hyung kemana.. Ahh...
.
.
.
.
.
Sampainya di rooftop Yunhee sudah berada disana.. duduk di sebuah bangku yang ada di sana sambil menangis..
Jungkook: Noona.. Ada apa Noona?
Yunhee: maafkan aku..
Jungkook: iya.. Tapi kenapa Noona menangis.. Apa tangan Noona sakit karena tersenggol tadi?
Yunhee: hmmm sakit.. Rasanya sangat sakit..
Jungkook: kita ke rumah sakit.. kita akan obati.. Tapi jangan menangis..
Yunhee: tidak.. Ini sangat sakit Kookie.. sangat sakit.. Ahhhhh.. Kenapa semua rasa sakit ini datang kepadaku.. Ini membuatku tersiksa Kookie..
Jungkook mulai mengerti kemana arah pembicaraan Yunhee.. Mungkin ini karena luka hatinya..
Jungkook: tenanglah Noona.. Jangan menangis.. Ini membuatku sakit melihat Noona seperti ini.. Bukankah kita akan selalu ada untukmu Noona.. Tenanglah..
Jungkook mencoba menenangkan Yunhee dengan memeluk YunHee..
Jungkook: aku tau Noona pasti bisa melewatinya.. Jangan pernah merasa sendiri.. kita di sini bersamamu..
Yunhee menangis dalam pelukan Jungkook.. Hatinya sangat sakit sekarang.. setelah mendengar apa yang JiWon menceritakan tentang Ayahnya..
.
.
.
Setelah merasa lega karena menangis Yunhee dan Jungkook kembali ke ruang latihan..
Taehyung: kenapa kau lama sekali.. Dan ada apa kau menelponku?
Jungkook: kau lama Hyung..
Taehyung: kau yang lama malah aku yang kau bilang lama..
Jungkook: sudahlah.. Noona apa kau ingin sesuatu?
Taehyung: kau sudah disini sayang.. Bagaimana? Kau menangis? Ada apa?
Taehyung segera menghampiri Yunhee dan memeluknya..
Taehyung: ada apa?
Yunhee: tidak ada apapa..
Taehyung: yakin?
Yunhee: Oppa, bisa Oppa temani Yunhee ke rumah Ayah?
.
.
.
.
.
.
.
Setelah menyelesaikan latihannya Taehyung mengantarkan Yunhee ke rumah Minhoo..
Taehyung: kau yakin?
Yunhee: iya..
Yunhee kemudian masuk ke dalam rumah.. Taehyung menunggunya di mobil.. Yunhee tidak ingin Taehyung ikut dengannya..
Pak Lee: Nonna sudah pulang..
Yunhee: apa nenek ada dirumah Pak?
Yunhee: terima kasih..
Yunhee berjalan ke ruang makan.. Ada nenek, Jiwon dan Minhoo di sana.. Kebetulan sekali Ayahnya juga ada disana..
Jiwon: Yunhee..
Minhoo terkejut melihat Yunhee ada di depannya..
Nenek: kau.. Ada apa kau kesini?
Yunhee: aku ingin bertemu Ayahku..
Nenek: bukannya Dy tidak ingin melihatmu..
Yunhee: tapi aku ingin melihatnya.. Dy Ayahku.. aku memiliki hak untuk bertemu dengannya..
Nenek: Dy anakku.. Kau hanya anak pembawa sial.. Bukan anaknya.. Pergilah..
Yunhee: Ayah..
Minhoo: kenapa kamu datang kesini?
Yunhee: aku ingin bertemu dengan Ayah..
Minhoo: tapi aku tidak.. Pulanglah..
Yunhee: Ayah..
Minhoo: pergilah..
Nenek: apa kau tuli.. Dy menyuruhmu pergi.. Pergilah..
Yunhee: cukup.. Ini semua karenamu.. Sebegitu bencinya kau kepadaku.. Sampai mengancam Ayahku.. Katamu Dy anakmu kenapa kau malah membuatnya seperti itu.. Kau menghancurkannya..
Minhoo: Yunhee cukup.. Sudah pergilah..
Yunhee: kenapa? Apa Ayah takut aku akn dicelakai olehnya.. Sama seperti kecelakaan yang pernah aku alami dulu.. Bukannya itu karenanya juga..
Nenek: jadi qm sudah mengingatnya? Baguslah..
Yunhee: bahkan kau menyekapku setelah kecelakaan itu.. Kau menyiksaku.. Kau membuatku jauh dari orng tuaku..
Minhoo: kau mengingatnya nak? Ingatanmu kembali?
Yunhee: dan sekarang kau mengulanginya lagi.. Kau bahkan menuduhku membunuh suamimu.. Bukankah karma itu benar benar ada untuk seorang yang melakukan dosa.. Kau yang melakukan dosa tapi kau tetap tidak ingin mengakui kesalahanmu.. Bukankah Tuhan adil.. Tuhan pasti membalasnya.. itu sudah takdir untukmu dan suamimu.. Karena apa yang kalian pernah lakukan.. Tapi skrng kau malah menuduhku membunuhnya??
Nenek: kau tau apa tentang takdir.. Kau hanya seorang bocah..
Yunhee: benar.. aku hanya seorang bocah yang ingin sekali kau bunuh.. Bukankah sekarang ayah menikah dengan wanita pilihanmu.. Dan untungnya Ibu Jiwon tidak sepertimu.. aku tidak menyesal mengenal Ibu Jiwon.. Karena Dy tidak sekejam dirimu.. Dy baik kepadaku dan kepada Ayahku..
Minhoo: Yunhee cukup..
Yunhee: apa kau melarang Ayah untuk tidak bertemu denganku?
Minhoo: nak..
Yunhee: jawablah..
Nenek: iya benar.. aku menyuruhnya untuk tidak bertemu denganmu, kenapa?
Yunhee: ohh.. Baik kalo itu mau mu.. aku tidak akan menggangu Ayah lagi.. Tapi aku minta kepada Ayah jangan menyiksa diri Ayah seperti itu lagi.. Itu menyakitkan.. Biarkan Yunhee yang menanggung takdir buruk ini.. Bukankah ada Ibu Jiwon yang selalu ada untuk Ayah.. Kasian Ibu Jiwon kalo Ayah terus menyiksa diri ayah seperti itu.. aku akan baik baik saja.. Jadi Ayah juga harus baik baik saja..
Minhoo: tapi bagaimana ayyah hidup tanpamu nak..
Yunhee: ayahnya harus bisa.. Bukankah Dy menginginkan hal itu dari ayah..
.
.
.
Nenek: sudahlah kau membuang waktuku saja dengan dramamu ini.. Pergilah..
Yunhee: boleh aku minta sesuatu sebelum aku pergi.. Beri aku satu alasan kenapa kamu sangat membenciku dan Ibuku..
Nenek: karena kamu hanya membawa kesialan untuk keluargaku..
Yunhee: bukan karena suamimu yg menyukai Ibuku?? Dy bahkan tergila gila dengan Ibuku.. Benar kan??
.
.
.
.
.
Semua terkejut mendengar apa yang di katakan Yunhee.. Minhoo yang memamg merahasiakan hal itu dari Yunhee berdiri dan menghampiri Yunhee..
Minhoo: kamu bicara apa?? Bagaimana kamu bisa tau..
Nenek: jaga bicaramu..
Yunhee: kenapa? Apa aku berbicara tentang hal yang salah? Bukankah.. Suamimu menginginkan Ibuku yg memang Istri anaknya sendiri.. Suamimu sampai sempat menyekap Ibu karena suamimu tidak ingin Ayah menikahi Ibuku?.. Bukankah suamimu yang membuat kesalahan itu..
Nenek: tutup mulut mu itu.. Atau....
Yunhee: atau apa? Kau ingin membunuhku? Seperti waktu itu.. Kau yang ada didalam mobil itu.. Kau yang menabrakku.. Kau....
Nenek: Minhoo bawa anak ini pergi dari sini..
Yunhee: tunggu aku belum selesai denga apa yang aku katakan.. Bahkan kau melampiaskan kemarahanmu kepadaku.. Dengan mencelakaiku.. Padahal kamu yang di campakan oleh suamimu.. Tapi kau terlalu cinta dengannya dan melakukan cara apapun untuk suamimu bisa kembali kepadamu.. Apa begitu sakit rasanya di campakan?
Nenek berjalan ke arah Yunhee dan menampar keras pipi Yunhee..
Minhoo: ibu..
Jiwon: Yunhee..
Nenek: mulutmu itu.. Kau itu sama dengan Ibumu.. Kau menghancurkan keluargaku.. Kau....
Yunhee: ahh.. Suamimu yang membuat masalah ini.. Kenapa kau menyalahkan Ibuku.. Ibuku tidak ada perasaan apapun dengan suamimu.. Sejak awal Ayah yang Ibu cintai.. Kenapa kau menyalahkannya?
Nenek: aku akan membunuh mu...
Nenek kemudian menyekik leher Yunhee tiba tiba.. Dy merasa marah karena Yunhee bicara seperti itu..
Minhoo: Ibu lepaskan..
Jiwon: Ibu.. Tenanglah.. Ibu melukainya..
Nenek: dy harusnya memang sudah mati sejak dulu.. Dy hanya membuat masalah.. Mati kau..
Taehyung: Yunhee..
Taehyung yang di suruh untuk menunggu di dalam oleh Pak Lee tidak sengaja mendengar pertengkaran segera masuk dan melihat Yunhee yang sudah di cekik oleh neneknya..
Minhoo dan Jiwon sudah menarik tubuh nenek untuk melepaskan cemilannya kepada Yunhee.. Nenek begitu marah mendengar perkataan Yunhee..
Yunhee mengingatkan luka lamanya.. Luka yang selalu dipendamnya.. Kesalahan yang di buat kakek Yunhee.. Masalah yang di timbulkan berawal dari kakek Yunhee tapi Nenek Yunhee malah menyalahkan Yunhee dan Ibunya karena kehancuran keluarganya..
Taehyung: lepaskan..
Taehyung ikut memisahkannya..
Tak lama kemudian nenek melepaskan cekikannya..
Nafas Yunhee memburu.. Bagaimana tidak Dy dicekik seperti itu oleh neneknya..
Nenek: kau itu anak pembawa sial.. Kau datang ke sini dan membual.. Kau menuduh suamiku seperti itu.. Kau itu memang pembuat masalah..
Minhoo: Taehyung bawa Yunhee keluar dari sini..
Yunhee: tu tunggu.. Harusnya kau mencekikku dengan sekuat tenaga.. Kau bisa mengunakan pisau dimeja itu untuk membunuhku..
Minhoo: Yunhee cukup.. Taehyung bawa Dy pulang..
Taehyung: sudahlah sayang.. Ayo kita pulang..
Nenek: aku ingin kau menyesal dengan apa yang kau katakan.. Tunggu saja..
Yunhee: aku akan menunggunya.. Kau bisa membunuhku sekarang kalo kamh mau.. Tidak perlu kau melarangku untuk bertemu Ayahku.. Dy Ayahku.. Kalo pun aku harus mati untuk bertemu dengannya akan aku lakukan.. aku tidak takut akan ancamanmu.. Jangan pernah membuatnya bersedih karena kesalahanmu.. Kau anggap dirimu seorang Ibu.. Kau bahkan melarang seorang Ayah menemui anaknya.. Jangan pernah kau menyakiti hati Ayahku.. Kau tidak berhak memberinya kesedihan kepadanya.. aku yang kau benci dan kelakuan suamimu yang sudah membuat mu seperti ini bukan Ayahku.. jangan pernah kau melarangku bertemu denganya.. Dy Ayahku..
Minhoo: Taehyung tolong bawa Dy pulang.. Ayah mohon..
Taehyung membawa Yunhee keluar dari rumah Ayahnya.. Dan membawanya pulang..
Di mobil Yunhee hanya menangis.. Tanpa berkata apapun..
Taehyung tau akan seperti ini selalu seperti ini saat Yunhee berurusan denga keluarganya.. Awalnya Dy tidak mengijinkan Yunhee untuk menemui neneknya tapi Yunhee memaksa dan Taehyung mau menuruti Yunhee..
Tapi tetap saja YunHee mendapat luka lagi dengan menemui neneknya..
😉
by: nyemoetdz
13/07/2020