
Setelah jantung Aellys kembali berdetak, Saga tidak ingin menundanya lagi. Dia mengatakan kepada ke dua orang tuanya dan orang tua Aellys untuk menikahi Aellys saat itu juga. Mereka marah? Tentunya, Saga sudah tidak bisa berpikir lagi menikah Aellys yang sedang koma dan belum di ketahui kapan dia akan kembali membuka matanya.
“Pih, Saga sangat yakin dengan keputusan Saga! Saga tidak ingin menundanya lagi, Saga tidak ingin Aellys meninggalkan Saga lagi,” jelas Saga yang berusaha menyakinkan semua orang dengan ide konyolnya ini. Tapi, dia sudah sangat yakin dengan keputusan yang dia ambil.
“Saga kamu jangan terlalu gegabah, kita tidak tahu Aellys benar-benar akan kembali sadar atau tidak! Kamu harus tunggu sebentar saja!” seru papa Aellys yang di balas gelengan cepat dari Saga. Saga tidak ingin menunda atau menunggu Aellys sampai sadar. Sadar atau tidak sadar, Saga akan tetap menikahi Aellys dan membuat Aellys menjadi miliknya utuh, itu yang ada di pikiran Saga.
“Tidak, Pa! saga akan tetap menikahi Aellys dia sadar atau masih koma, Saga sudah mendaftarkan semuanya di catatan sipil dan pernikahan akan di langsungkan satu jam lagi di ruangan Aellys! Saga sudah selesai menyiapkan segalanya, kalian tidak perlu khawatir,” jelas Saga membuat mereka semua menghela nafas kasar, mereka tahu Saga sangat takut kejadian tadi terulang lagi. Tapi, mereka tidak menginginkan Saga melakukan hal bodoh seperti ini.
“Nak, kamu pikirkan lagi keinginanmu itu,” ucap lembut mamih Saga kepada putra satu-satunya itu. Saga tersenyum lebar meyakinkan mamihnya, tekadnya sudah bulat dan dia tidak akan mengehentikannya, dia akan terus menyakinkan mereka untuk menikahi wanita yang sangat di cintainya itu. Saga menatap Aellys yang masih menutup mata dan alat-alat kembali terpasang di tubuh rapuhnya, Saga sangat ingin menggantikan posisi Aellys.
“Saga sudah memikirkan ini dengan matang, Saga tidak akan merubah keputusan Saga ini. Yang Saga inginkan dari kalian adalah restu dan dukungan untuk Saga dan Aellys,” ujar Saga membuat mereka saling bertatapan. Mereka berbicara lewat mata dan menganggukkan kepala.
“Baik, jika itu keputusan terbaik yang kamu ambil. Kami semua merestuimu dan akan mendukung keputusanmu itu!” seru papih Saga membuat Saga tersenyum haru, dia langsung memeluk erat tubuh papihnya dan mengucapkan kata terimakasih, air matanya pun mulai ke luar tanpa permisi. Dia sangat bahagia dan tidak bisa lagi untuk menjabarkan semuanya. Akhirnya dia dan Aellys bisa bersama sehidup se-mati, Saga yakin Aellys-nya akan kembali kepadanya.
“Tapi, kamu harus mencoba merubah sifat-sifatmu, agar Aellys semakin jatuh cinta kepadmu!” seru mama Aellys membuat Saga tersenyum malu, dia sangat malu mertuanya—eh bukan calon mertuanya yang sebentar lagi menjadi mertuanya itu mengatakan hal seperti itu. Saga memang sudah berniat untuk merubah semua sifat buruk yang ada di dalam jiwanya, dia akan mencoba untuk menjadi lelaki yang bisa menahan emosi dan penyabar.
“Ini baru jagoannya Papih!” seru papih Saga mengacak rambut Saga seperti anak kecil, Saga hanya tersenyum kecil menanggapinya. Dia melirik ke arah Aellys dan tersenyum.
“Sebentar lagi, sayang,” gumam lirih Saga sambil menatap lekat wajah Aellys, dia sudah tidak sabar dan dia juga menantikan Aellys sadar saat pernikahannya nanti. Itu adalah sebuah keinginan terbesar dari Saga, mengharapkan Aellys cepat sadar dan kembali mengisi hari-harinya yang mulai hampa. Saga sangat kehilangan dan merasa separuh hidupnya telah pergi darinya.
“Kita harus berpenampilan rapi dan wangi ini, ayo kita cari baju dulu! Pantas saja Saga sudah rapi dan wangi, ternyata dia sudah sangat siap!” seru papih Saga membuat semua orang tertawa dan ke luar dari ruangan Aellys untuk mengganti pakaian mereka di acara pernikahan anak mereka. Hanya tersisa Saga di dalam ruangan Aellys, Saga melangkah mendekati Aellys. Dia menarik kursi dan duduk di dekat Aellys. Saga mengusap pelan surai rambut Aellys, Saga menatap Aellys dengan manahan tangisannya, dia begitu lemah melihat Aellys-nya seperti ini.
“Sayang, aku harap kamu tidak akan memarahiku dengan rencana konyolku ini! Kamu tahu, aku melakukan ini agar aku semakin dekat denganmu. Aku tidak bisa lagi untuk menunggu waktu tiba, kalau bisa sekarang kenapa aku harus menundanya? Ya kan?” Saga terkekeh hambar, dia kembali menatap wajah Aellys yang matanya masih terpejam. Ingin sekali Saga melihat mata indah itu terbuka dan melihat ke arahnya dengan senyuman manis di bibir mungilnya itu.
“Cepatlah sadar dan kita bangun keluarga bahagia bersama, aku sangat menantikan waktu-waktu itu. Pasti kamu juga menantikannya bukan? Makanya kamu cepat sadar dan lihat wajahku yang sangat tampan ini. Apakah kamu tidak cemburu banyak sekali wanita yang menatapku kagum! Aku sangat terusik oleh mereka, tapi kalau ada kamu yang menggandengku mesra mereka pasti tidak akan menatapku berlebihan!” seru Saga yang terus berkomunikas dengan Aellys yang masih koma, dia berharap Aellys mendengar semuanya dan dia sadar dari komanya, karena mendengar dirinya di goda oleh banyak wanita di luaran sana.
“Sebentar lagi waktunya, kamu akan menjadi milikku selamanya!” Saga beranjak dari duduknya dan mencondongkan wajahnya ke arah Aellys. Dia mencium lama kening Aellys dan tanpa terasa air matanya kembali jatuh di wajah Aellys. Saga mengusap air matanya yang mengenai wajah Aellys dan tersenyum lebar menatap wajah Aellys yang tersenyum. Dia yakin, Aellys mendengarnya dan menyutujui keinginannya itu, Aellys setuju menikah dengannya.