Hold Me Tight

Hold Me Tight
12| Ingatan Aellys



Setelah Aellys sadar dan dia mulai bisa berbicara, dia diam-diam memperhatikan Saga tanpa sepengetahuan lelaki itu. Dia merasa tidak asing dengan wajah Saga, tapi dia belum bisa mengingatnya. Aellys juga merasa sangat nyaman dan aman saat Saga berada di sampingnya. Aellys tahu kalau Saga memang orang yang sangat dekat dan penting baginya, dia dapat merasakannya.


“Kamu melamun?” tanya Saga membuat Aellys terkejut.


“Apakah aku masih di terapi lagi?” tanya Aellys yang sudah sangat bosan berada di rumah sakit. Dia ingin cepat-cepat ke luar dari tempat ini dan ingin kembalimenjalani hidup normalnya.


“Tidak lama lagi kamu pasti di perbolehkan pulang, oh ya tadi kamu sama karyawanmu berbincang apa saja?” tanya Saga yang sudah membaringkan dirinya di samping Aellys, Saga memeluk erat Aellys dan mencuri ciuman di pipi Aellys. Aellys mencoba menjauhkan wajah Saga, namun usahanya itu sia-sia. Saga malah mengigit pipinya membuatnya menjerit.


“Sakit!” pekik Aellys memukul lengan Saga yang memeluknya.


“Tidak banyak, soalnya aku tidak terlalu mengingat mereka,” jujur Aellys. Dia memang tidak begitu mengingat jelas mereka semua, kecuali Azka yang Aellys ingat, karena lelaki itu menyerupai karakter Saga saat Aellys perhatikan dan Aellys merasa Azka cukup berbahaya.


“Kamu sekarang istrirahat, tadi sudah minum obat kan?” tanya Saga yang di angguki Aellys, dia juga mulai merasa kantuk dari efek obat yang di minumnya. Aellys mencari posisi ternyaman di pelukan Saga, apalagi Saga mengusap lembut punggungnya membuat Aellys langsung terlelap.


“Semoga kamu bermimpi indah dan cepat mengingatku lagi, sayang,” bisik Saga di telinga Aellys, dia menatap lama wajah Aellys yang terlelap dan mencium lama kening Aellys. Dia juga mulai merasa kantuk dan mengeratkan pelukannya agar tidurnya lebih nyeyak.


Aellys sudah di nyatakan sehat dan dia sudah di perbolehkan untuk pulang, terapinya berjalan lancara selama dua minggu dan Saga yang selalu bersamanya selama dirinya menjalani proses terapi. Aellys sangat kagum dengan sikap dan cara Saga memperlakukan dirinya, dia tersenyum kecil dan mencoba untuk menormalkan detak jantungnya yang selalu berdebar kencang saat Saga berada di dekatnya, apalagi saat Saga mengecup keningnya. Aliran darah Aellys terasa begitu cepat dan pacu detak jantungnya bekerja sangat cepat.


“Kamu jadinya mau tinggal di mana?” tanya Saga yang baru selesai membereskan barang-barang Aellys, Aellys sendiri duduk di sofa bersama Leo di pangkuannya.


“Aku akan tinggal di rumahmu, aku akan mencoba untuk mengingat semuanya. Mungkin dengan aku yang menghabiskan waktu lebih banyak denganmu, itu akan membuatku cepat mengingat semuanya,” jujur Aellys membuat Saga tersenyum dan menghampirinya.


“Terimakasih, sayang,” ucap tulus Saga sambil mencium kening Aellys, dia tidak dapat menyembunyikan kebahagiaanya. Aellys mulai mempercayainya dan akan berusaha untuk mengingat dirinya, Saga sangat senang mendengarnya.


“Ayo semuanya sudah selesaikan?” tanya papa Aellys yang baru datang bersama istrinya dan juga ke dua orang tua Saga. Mereka akan mengantar Aellys pulang ke rumah Saga dan mereka sangat senang mendengar Aellys ingin tinggal di rumah Saga, itu artinya Aellys memang sudah mempercayai Saga dan sebentar lagi mereka yakin Aellys akan mengingat Saga.


“Kamu harus beristirahat!” seru Saga di belakang Aellys sambil menggendong Leo yang sedang terlelap. Mereka sudah sampai di rumah Saga dan ke dua orang tua mereka hanya mampir sebentar untuk melihat-lihat saja.


“Aku sudah cukup lama beristirahat, aku ingin mengelilingi rumah ini,” jawab Aellys menoleh ke arah Saga yang tersenyum lebar kepadanya dan tangannya terulur  mengusap lembut pipi Aellys. Aellys sangat ingin mengetahui lebih dalam rumah yang tidak asing ini menurutnya.


“Kamu keliling saja dulu, aku akan menaruh Leo ke kamarnya,” balas Saga yang di angguki Aellys. Saga menaiki tangga menuju ke kamar Leo, Aellys memperhatikannya sampai Saga tak terlihat. Aellys menghirup nafas dan menghembuskannya perlahan.


“Aku ke halaman belakang saja,” gumam Aellys melangkah ke halaman belakang, dia menatap takjub dengan taman bermain  besar, serta kolam renang yang sangat luas. Dia melebarkan senyumannya dan menghirup udara segar dari bunga-bunga yang tertanam di taman belakang.


“Benar-benar tidak asing,” senyum Aellys sambil memetik tulip berwarna biru, bunga kesukaannya. Tidak ada yang tahu jika dia sangat menyukai tulip dan hanya satu orang yang mengetahuinya, Aellys semakin yakin kalau orang itu adalah Saga.


“Aku akan membuatmu kembali mengingatku,” ucap Saga yang menatap Aellys dari balkon kamar Leo, dia melirik ke arah putranya yang sangat lelap, dia mengecup lama kening putranya sebelum ke luar untuk menemui Aellys. Dengan langkah lebar Saga mengarahkan kakinya ke halaman belakang di mana Aellys berada.


“Sepertinya tadi aku melihat pintu yang tidak asing,” gumam Aellys yang kembali masuk ke dalam, dia melangkah ke arah pintu yang tidak asing menurutnya. Dia membuka pintu itu dan melihat ruangan tersebut di penuhi dengan figura berbagai bentuk yang terdapat foto-fotonya.


“Apakah Aellys masuk ke dalam ruangan itu?” gumam Saga saat menatap pintu ruangan rahasia terbuka sedikit. Tidak ada yang berani masuk ke dalam ruangan ini, bahkan dia sendiri yang membersihkan ruangan yang sangat berarti baginya.


“Ini? Aku sepertinya pernah melihatnya,” gumam Aellys dan dia memegangi kepalanya yang berdenyut, Aellys menahan teriakannya, karena sakit di kepalanya yang begitu menyiksa.


“Aellys!”  suara Saga membuat Aellys menoleh ke arah pintu dan menemukan Saga dengan wajah paniknya, Saga segera mendekati Aellys yang kesakitan.


“Tapi, wajahmu kembali pucat, sayang,” lirih Saga yang di balas senyuman kecil dari bibir pucat Aellys.


“Aku hanya sedikit pusing,” jujur Aellys dan merapatkan tubuhnya ke Saga, dia memeluk erat Saga dan menghirup aroma Saga yang sangat dia sukai. Saga membalas pelukan Aellys tak kalah erat, dia senang Aellys memeluknya erat seperti ini. Aellys tersenyum di dalam hatinya, dia sudah mengingat semuanya. Tapi, dia tidak ingin mengatakannya kepada Saga.


“Kamu kenapa?” tanya Saga yang tak membiarkan Aellys melepaskan pelukannya, dia ingin sedikit lebih lama memeluk Aellys. Aellys menahan senyumnya mendengar nada khawatir dari suara suaminya, Aellys menahan tawanya saat sebutan itu terlintas di kepalanya.


“Hanya pusing, mungkin aku terlalu banyak berjalan,” gumam Aellys dengan suara terendam, karena pelukan Saga.


“Kamu ingin istirahat?” tanya Saga sambil mengusap punggung Aellys.


“Tidak, aku tidak begitu lelah. Aku ingin bertanya kepadamu?” Aellys mendongakkan kepalanya dan menatap Saga yang menunduk menatapnya teduh, Aellys sangat menyukai tatapan Saga yang seperti ini. Membuat jantungnya berdebar begitu kencang, hanya tatapan seperti itu.


“Apa yang kamu tanyakan? Katakan saja!” titah Saga membuat Aellys melebarkan senyumanya dan Saga ikut tersenyum.


“Kenapa di ruangan ini banyak sekali foto-fotoku dari jaman sekolah dulu sampai sekarang? Bahkan, ada foto Leo dan diriku berdua denganmu?” tanya Aellys melepaskan pelukannya dan Saga tertawa kecil. Dia sangat ingin mendengar penjelasan Saga.


“Beri aku satu kecupan dan aku akan menjawabnya!” Saga menaikkan sebelah Aellys menatap geli ke arah Aellys yang mulai cemberut, sungguh Saga sangat menyukai ekspresi Aellys yang seperti itu, dia ingin menciumnya.


“Curang, setiap aku menanyakan sesuatu. Pasti, kamu beri syarat terlebih dahulu. Kalau kamu tidak ingin menjawabnya tidak apa! Aku bisa mencari tahunya sendiri,” kesal Aellys.


“Kamu kalau marah tambah cantik saja,” ujar Saga membuat Aellys mendengus.


“Biar aku saja,” lanjut Saga sambil mencuri kecupan dari Aellys, membuat Aellys hampir jantungan dengan tingkah Saga, dari dulu hingga sekarang dia tidak bisa mengotrolnya. Saga menarik lembut tangan Aellys dan membawanya ke arah foto dirinya dan Saga waktu kuliah dulu.


“Ini foto pertama kita setelah kuliah dan kamu yang memaksaku untuk mengambil foto, kamu mengancam tidak ingin berbicara padaku kalau aku tidak ingin melakukannya,” jelas Saga membuat Aellys terdiam dan memperhatikan foto tersebut, dia meremas ujung bajunya dan menatap Saga yang tersenyum lembut kepadanya, ada denyutan nyeri yang dia rasakan di dalam dadanya. Dia memejamkan matanya dan nafasnya mulai memburu. Sebenarnya, dia hanya sedikit berpura-pura untuk melihat bagaimana wajah panik Saga.


“Aellys! Kamu kenapa?” Saga menangkup wajah Aellys dan menatapnya khawatir. Aellys tidak tega melihat tatapan itu dan dia hanya tersenyum kecil.


“Aku akan panggil dokter!” seru Saga sambil membawa Aellys dalam gendongannya menuju ke arah kamar mereka.


“Tidak, aku tidak apa,” lirih Aellys kepada Saga saat mereka sudah memasuki kamar.


“Kamu kenapa-napa! Aku akan memanggil dokter!’ tegas Saga yang membuat Aellys segera bangkit dari tidur dan menahan Saga. Suaminya ini sungguh menggemaskan.


“Tidak, aku hanya butuh kamu! Temani aku tidur,” ujar Aellys sungguh-sungguh membuat Saga sedikit goyah dan akhirnya mengangguk, dia ikut naik ke atas ranjang dan mengambil tempat kosong di sebelah Aellys. Aellys langsung memeluk Saga dan memejamkan matanya, Saga menatap Aellys dan mengusap pelan kepalanya.


“Selamat tidur, sayang,” ujar Saga sambil mengecup lama kening Aellys sebelum dia menutup matanya menyusul Aellys yang tertidur. Aellys tersenyum dalam hati mendengarnya.


“Aku ada kabar baik untukmu! Tapi, tidak untuk sekarang,” gumam Aellys kepada Saga yang tertidur.


“Aku sudah mengingatmu, sayang.”


Fin...tinggal nunggu bonus chapter see you nest part