GERLANDBELL

GERLANDBELL
bab 9



Bella berjalan pelan, ia sudah berhasil masuk berkat lelaki tadi, ia terus berjalan dengan gaya tegas tak ingin membuat bodyguard yang berjejer curiga akan keberadaan nya, Bella masih mengingat dengan jelas jika ia harus masuk kedalam kamar dengan pintu hitam kecoklatan.


"Ya Tuhan, gimana gw bisa kabur sama Aleera kalau bodyguard nya aja banyak gini, sebenarnya apa sih yang mau Gerland lakuin? Kenapa harus culik Aleera segala?" Ujar Bella dalam batin nya.


Seketika Bella berhenti melangkah."Gerland?" Bella merenung sebentar, kenapa tiba-tiba hati nya merasa nyeri, sakit, semua tak bisa Bella jelaskan secara rinci apa yang ia rasakan. "Segitu cinta nya sama Gerland sama Aleera?" Tanya Bella pada diri sendiri, lalu ia tersenyum miris.


Bella menggeleng kan kepala nya, ia segera mengambil langkah, namun Bella nyalang menabrak tubuh besar dengan pakaian jas yang rapi.


Lelaki itu adalah Xeider, Xeider menatap Bella tajam. "Apa mata mu sudah tidak berfungsi lagi!?" Bentak Xeider.


Bella tidak membalas tatapan Xeider. Perasaan nya sekarang malah kacau, bagaimana ini? Astaga rasa nya Bella ingin menangis, kenapa ia harus berhadapan dengan lelaki dengan tampang wajah datar? Sungguh Bella tadi tidak sengaja menabrak lelaki datar itu.


"Ekhm- Tuan, maaf saya benar-benar tidak sengaja." Jawab Bella dengan usaha yang maksimal mengubah suara nya setidaknya jangan sampai menimbulkan kecurigaan.


Kening Xeider mengerut. "Kau wanita?" Seru Xeider.


Ucapan Xeider mampu membuat jantung Bella berhenti berdetak. Bella langsung menegang dan badan nya pun panas dingin, namun ia tidak ingin mati di sini lebih baik ia tetap sandiwara.


"Apa maksud anda Tuan?" Jawab Bella sedikit pelan, Bella menyodorkan lencana hitam dengan balutan emas.


Bella linglung menatap Xeider, ia sedikit merasa lega namun juga binggung kenapa lelaki dengan wajah datar itu meminta maaf dengan nya hanya karena ia menunjukkan lencana itu.


Tak ingin terus memikirkan nya, Bella segara menghindar dari Xeider. Ia sekarang sudah berada di lantai dua. Dengan perasaan campur aduk dan langkah yang terburu-buru Bella akhirnya menemukan pintu hitam kecoklatan, akan tetapi ada bodyguard yang menjaga pintu itu membuat Bella langsung terdiam tak mengerti harus bagaimana lagi.


Bella mencoba melawan sisi ketakutan nya, ia menghela nafas pelan. "Setidaknya pasti Sean sama Arga datang dan gw sama Aleera bisa kabur." Ujar nya pelan.


"Kalian, pergilah!" Tegas Bella yang masih berusaha untuk berbicara dengan nada tegas, dua orang bodyguard yang berjaga di depan Bella saling menatap satu sama lain.


"Siapa anda? Dan atas dasar apa anda menyuruh kami pergi." Jawab salah satu bodyguard itu dengan dingin.


Bella kembali menunjukan lencana itu, membuat bodyguard tadi langsung menganggukkan kepala nya dan segara pergi, namun sebelum pergi mereka memberikan bow pada Bella.


Tangan Bella membuka pintu secara perlahan, tidak terkunci dan itu membuat Bella kebinggungan, Bella menggelengkan kepala nya ia harus cepat dengan begitu Aleera bisa terselamatkan.


Deg


Hati Bella terasa teriris seribu pisau, pintu terbuka lebar memperlihatkan Gerland yang sedang memaksa Aleera agar bercumbu dengan nya.