GERLANDBELL

GERLANDBELL
Bab 21



Kantin kini telah penuh oleh deretan siswa/siswi, untung saja ada satu lebih kantin yang berada di sekolah Leiscester, namun walaupun terdapat beberapa kantin tetap saja begitu ramai pada hari-hari tertentu.


Di sebuah meja yang luas dengan beberapa kursi yang berjejer dan berhadapan kini telah di isi oleh Gerland serta teman-temen nya, di ikuti oleh Selena, Bella, dan Aleera yang ikut duduk.


"Bu Zara stress anjirrr." Kesal Gandhi yang masih saja tak terima akan hukuman yang di terima, padahal hukuman tersebut telah usai beberapa menit yang lalu hingga nyata nya sekarang Gandhi bisa duduk di kantin.


"Lo ngomong mulu dah, kaga capek?" Heran Arga menggelengkan kepala nya pelan.


Tiba-tiba datang seorang perempuan cantik dengan kulit putih cerah mendatangi Kenzo yang tengah tersenyum-senyum menatap headphone yang sedang ia gengam.


Dia adalah Reinan Lesta Sanjaya.


"Kenzo!" Teriak nya dengan intonasi lembut, tangan nya merayap mengelus rambut Kenzo, walaupun terdengar berteriak namun terkesan juga lembut dari intonasi bicara Lesta.


Kenzo spontan terdiam, ia mendongok menatap wajah rupawan Lesta, di tatap nya dengan dalam hingga Kenzo mengerutkan dahi nya binggung. "Lo siapa?" Tanya Kenzo dengan wajah bodoh milik nya.


"What? Lo ga kenal gw!?" Teriak nya kencang, tadi nya mengelus namun sekarang berganti menjadi jambakan ketika telinga nya mendengar ucapan Kenzo.


"Arghhh, gw ga kenal lo, bego!" Teriak nya bercampur dengan intonasi tinggi dan mimik wajah yang kesakitan.


Para siswa-siswi yang sedang berkeliaran di kantin, secara spontan menatap Kenzo yang berteriak.


"Gw cewe lo, masa lo ga tau sih!?" Ketus Lesta dengan kesal, ketika menghadap kekasih nya tidak mengenali diri nya.


Katakan jika ini mimpi, Kenzo hampir di buat kesakitan, teriak takut jika di katai gila namun jika tidak berteriak tenggorokan nya terasa gatal.


Lesta menjatuhkan tangan nya, ia mengambil headphone yang berada di saku nya lalu mengotak-atik hingga terdapat history sebuah chat yang di tampilkan melalui aplikasi whats*pp.


Lalu headphone itu di letakan di depan mata kepala Kenzo."Lo bisa liat?" Ujar Lesta pelan setidaknya ada bukti jika ia adalah kekasih Kenzo.


"Lo cewe yang kemaren gw chat? Sejak kapan kita pacaran? Gw ngetik pake tangan bukan pake hati." Seru Kenzo dengan wajah yang tak bersalah sedikit pun, padahal ia sekarang sedang mempermainkan hati seorang wanita.


Lesta menjatuhkan rahang nya, ia menarik nafas kasar."Lo fikir ini hati buat mainan!? Enak ya lo ngomong gitu dengan enteng dan ga ngerasa bersalah sedikit pun." Lesta menarik tangan nya, mengembalikan kempai headphone nya di saku.


"Hahaha siapa suruh lo baper? Udah tau cuma ketikan kenapa baper?" Jawab Kenzo dengan kekehan pelan, ia tertawa dalam batin nya dengan puas, bagaimana bisa ada seseorang yang baper hanya karena sebuah ketikan? Sungguh gila.


Tangan Lesta mengepal kuat."Tunggu gw nanti malem." Ancam Lesta dengan pandangan mata menatap kepala Kenzo dengan tatapan sulit di artikan.


Kenzo tidak mendogok ia kembali memainkan headphone nya."Mau apa? Mau jual diri lo ke gw? Ga dulu deh, gw ga suka cewe modelan kaya lo." Jawab Kenzo santai.


"Lo kalau ngomong ati-ati Zo, keren lo ngomong kaya gitu?" Ucap Selena menatap tajam Kenzo. Nyata nya mulut Gerland dan Kenzo sama saja, seperti pisau yang baru di beli sangat tajam dan menusuk.


"Pede banget jadi orang, gw mau lesbian sama mamak lo!" Ketus Lesta tanpa fikir panjang, yah... Seperti nya Lesta masih waras ia hanya berbicara sembarangan, mana mau jika ia lesbi di fikir gila apa?


Kenzo menjatuhkan headphone nya, ia menoleh perlahan kearah Lesta dengan tatapan terkejut."Lo mau lesbian sama nyokap gw? Yaudah sono cari, lo cari juga palingan kaga ketemu!" Ujar Kenzo dengan raut wajah terkejut namun kembali di ekpresi semula, santai.