
"Eh ada tamu? Mau ngerayain ulang tahun bareng ga?" Tanya Aleo dengan senyuman yang masih terus ia pertahanan.
Arka dengan gerakan cepat, menarik pundak Nathan lalu mengambil korek api."Bisa di hidupin lagi kan? Bisa mati kita kalau si Aleo kaga niup lilin." Ujar nya dengan mode panik, tangan Arka dengan segera membakar ujung lilin mengunakan korek, untung saja lilin itu masih mau untuk menyeburkan api.
"Gw mau ngajak tawuran sebenernya, tapi berhubungan musuh gw ulang tahun, gimana kalau pesta aja?" Ujar Gerland membalas senyuman manis Aleo.
"Kita ini kawan bukan lawan, ayo jangan sungkan." Imbuh Zero menarik tangan Sean dan Gerland sekarang bersamaan lalu mengajak mereka duduk di sofa.
"Anjir! Gw mau tawuran woi bukan mau ngerayain ulang tahun, pe'a lo pada!?" Teriak Sean mencoba menghempaskan tangan Zero, kesal sudah padahal Sean berharap ia akan bertarung bukan memakan kue.
"Ngapain tawuran, tawuran nya di pending dulu." Santai Aleo.
Sean menggertakan gigi nya kuat."Enak aja! Gw gabut nya sekarang masa harus di pending sih tawuran nya!" Teriak Sean pada Aleo.
"Udah ga usah ribut." Ujar Gandhi melerai."Gw mau makan kue dulu, tawuran nya mending di pending." Lanjut nya sambil berjalan kearah Nathan.
"Cepetan tiup lilin nya gw mau makan itu kue." Tegas Arga, tangan nya pun tak luput terus mencuil sedikit kue membuat tangan Nathan yang memegang kue terus sedikit menggoyang-nggoyang kan kedua tangan nya agar tangan Arga menghindar.
"Gw udah niup lilin tadi, sekarang ayo makan kue." Ajak Noah dengan tatapan polos nan bodoh nya membuat Aleo mengerutkan dahi nya binggung.
"Happy birthday to you!"
"Happy birthday to you!"
Irama nyanyian terdengar begitu keras dan memekik telinga, siapa lagi jika bukan Arka yang bernyanyi dengan suara keras.
Aleo tersenyum manis, kaki nya melangkah hingga berada di depan tubuh Nathan, nyanyian terus berputar hingga terdengar jika nyanyian mereka akan sampai pada paksaan untuk meniup lilin, sebelum meniup lilin terlihat tangan Aleo menggengam menjadi satu, mata nya memejam lalu menyampaikan apa yang ia ingin kan lewat perantara doa pada Tuhan, dan Aleo harap Tuhan-Nya mau untuk mendengar dan mengabulkan apa yang dia inginkan.
ia mendekat wajah nya pada kue yang Nathan bawa, lalu meniup lilin itu hingga api padam, suara tepukan tangan begitu meriah bisa di dengarkan.
"Oke selamat ulang tahun!" Ujar Arga menarik tangan Aleo agar tidak berdiri di depan kue tersebut.
"Sebenernya yang ulang tahun siapa sih anying?" Teriak Aleo kesal ketika melihat Arga yang begitu antusias memotong kue.
Arga tidak menghiraukan ucapan Aleo, ia malah tanpa fikir panjang menarik kue ulang tahun Aleo lalu menaruh nya di meja pertengahan sofa yang melingkar.
Tangan Gerland, Sean, Kenzo, Noah, dan Gandhi secara bersamaan mengambil irisan kue hingga hanya tersisa satu bagian.
"Ini sisa nya buat kalian!" Ujar Sean dengan santai, lalu segera melahap kue itu.
"Harus nya gw yang makan duluan njing." Seru Aloe dengan mata yang berkaca-kaca, sebenernya siapa yang sedang ulang tahun? Kenapa malah musuh bebuyutan nya yang memakan kue ulang tahun nya terlebih dahulu.
"Telat lo Al." Jawab Noah.
"Kesisa satu bagian ni, mau di bagi ga?" Ujar Zero dengan tatapan penuh arti pada kue yang tertinggi satu bagian utuh.
"Bagi aja deh, gw juga mau makan itu kue soal nya." Celetuk seseorang yang tak lain adalah Rico salah satu anggota Lucifer.
Aleo mendekatkan diri nya pada Gerland, lalu menyodorkan tangan nya."Hadiah buat gw appan?" Tanya Aleo.
Gerland yang sedang asik memakan kue ulang tahun Aleo tiba-tiba langsung tersedak, dan dengan cepat Sean yang berada di samping tubuh Gerland segera mengambil sebuah a*ua berbotol kecil lalu menyerahkan pada Gerland, spontan juga Gerland langsung meminum a*ua tersebut hingga tandas tak tersisa.
"Ga ada hadiah, mana gw tau kalau lo ulang tahun." Jawab Gerland dengan nafas yang sedikit terputus-putus.
"Terus ngapain lo pada abisin kue gw!" Teriak Aloe kesal.
"Lo mau hadiah?" Tanya Kenzo tiba-tiba.
Kepala Aleo mengangguk.
"Yaudah hadiah nya nanti kita tawuran!" Santai Kenzo.