GERLANDBELL

GERLANDBELL
Bab 6



Bella mendengus kesal, ternyata Arga tak mau jujur padahal yang ada ia sudah tau apa yang mereka berdua bicarakan.


"Kenapa?" Tanya Arga mendogok, ia menatap Bella.


"Kenapa apa nya?"


Arga memutar bola mata nya jengah, sedikit ia menarik ujung bibir nya."Kenapa nanya kaya gitu? Ada masalah?"


"Kamu berat Arga, minggir dulu."


Bella menarik tangan nya, ia menahan kepala Arga mengunakan tangan kanan nya lalu mendorong kepala Arga pelan.


"Berat? Padahal cuma kepala loh, gimana kalau tubuh aku yang nandih kamu? Masa ga kuat?" Ujar Arga di ikuti dengan tatapan tajam dari kedua mata Bella.


"ARGA! Kamu ngomongin apa sih?" Marah Bella.


"Bercanda Bella, jangan baperan atuhh." Jawab Arga dengan cengegesan, ia menyenderkan tubuh nya di batang poton, lalu menatap bulan dengan tatapan dalam.


"Terserah."


"Marah?" Tanya Arga tanpa menatap Bella, ia masih di sibukan dengan menatap bulan yang penuh dengan keindahan.


"Engga mungkin aku marah sama kamu Argaa. " Bella sedikit melirik, menatap wajah tampan Arga. "Kamu sama Gerland engga ngomongin aku kan?" Lanjut nya.


"Engga Bella, astaga kamu kenapa sih?"


"Cuma tanya emang ga boleh?"


"Hmm." Arga hanya membalas dengan deheman, karena ia tak ingin berdebat dengan Bella si perempuan yang tak bisa mengalah ketika bersama nya.


10 menit berlalu, tak ada pembicaraan di antara mereka, Hening hanya ada beberapa suara montor dan mobil yang berlalu lalang serta desiran angin yang terdengar.


Arga tersenyum lebar, lalu ia kembali menatap Bella. "Bella menurut kamu bulan indah atau sebaliknya?" Arga membuka perbicaraan.


"Bulan itu indah." Ketus Bella.


"Kamu tau apa yang lebih indah dari bulan, Bella?"


Bella menolehkan kepala nya menatap Arga, lalu mengerutkan kening nya heran. "Apa? Emang ada yang lebih indah dari bulan?" Tanya nya penasaran.


"Bintang." Arga menjawab dengan senyuman kecil.


"Bintang?" Ia sedikit Heran, tentu nya bintang tidak ada apa-apa nya, melihat keindahan bulan pasti membuat bintang yang berjejeran iri. Katakan lebih indah bulan atau bintang?


Sebelum Bella berucap, Arga sudah memotong nya lebih dulu. "Karena Bintang adalah Bella dan bulan adalah Arga, kita selalu berdampingan di malam hari, dan bulan tidak bisa di samakan dengan bintang yang sangat indah dan warna-warni."


Bella terdiam, ia menegang seketika. "H-ah?" Ujar Bella gelagapan.


"Kenapa? Apa perkataan ku salah?" Ucap Arga sambil mengelus kepala Bella pelan.


"Apasih? Aku suka nya bulan bukan bintang, lagian juga cantikan bulan!"


"Masa sih? Coba liat baik-baik mungkin katarak itu mata."


Bella melotot mata nya tak percaya. "Kamu, bilang aku katarak mata Arga!?" Teriak Bella kencang membuat Arga mau tak mau menutup telinga nya.


"Engga, mana ada, itu nohh yang aku bilang katarak mata." Ucap nya sambil menunjuk seseorang lelaki yang sedang berjalan sambil membawa bingkisan.


Lelaki itu yang di katai Arga katarak mata, langsung menghentikan langkah nya, ia tentu nya mendengar ucapan Arga dan memang lokasi mereka tak jauhan. "Saya engga katarak mata ya Mass! Jangan karena Mas nya, punya pasangan sampai bilang saya katarak mata! Mas nya kali yang buta, mana ada saya katarak mata." Sinis nya menatap tajam Arga.


Arga terkekeh geli, ia menampilkan wajah tak bersalah. "Maaf Mas, Mas nya kan tau kalau sifat cewe kaya gimana, eh maaf-maaf saya lupa kalau Mas jomblo."


"Ayo kita By One aja ya Mas? Saya pingin banget narik bibir Mas sampe jontor."


Bella meringis membayangkan jika pertarungan itu akan terjadi dan bibir Arga akan menjadi tebal seperti baja. "Aduh, Mas nya maaf ya, ini juga udah malem, saya perwakilan Arga meminta maaf."


"Jaga mulut cowo nya ya Neng, sayang ganteng tapi bibir nya suka ngatain orang." Lelaki itu sebelum melangkahkan kaki pergi melirik Arga terlebih dahulu, begitu jelas Arga yang memasang wajah tak bersalah, dengan langkah kesal lelaki itu segara pergi tak ingin melihat wajah Arga, bisa darah tinggi dia jika terus menatap wajah Arga.


"Iya Mas." Ucap Bella pelan.


Bella menatap sengit Arga. "Kamu juga jomblo? Ngapain ngatain orang?"


"Biarin hehehe."


"Dasar cowo, kenapa sih selalu bikin masalah? Bisa diem ga? Sehari aja jangan bikin masalah."


"Aku kalem gini loh Bell!" Rengek Arga dengan memasang wajah sok imut nya.


"Iya terserah kamu, aku masuk dulu ya?" Pamit Bella sambil berdiri dari duduk nya tak lupa ia juga mengambil kresek yang berisi martabak, hanya setengah karena setengah nya sudah Bella habiskan.


"Aku ikut ya?" Tanya Arga memohon.


"Dih mau ngapain? Udahh sana pulang kemansion!" Ketus Bella dengan wajah julid milik nya, lalu segera berlari meninggalkan Arga.