GERLANDBELL

GERLANDBELL
bab 15



Mereka bertiga masuk kedalam kamar Vila milik Gerland lebih tepat nya kamar di mana Gerland tinggali. Bisa di lihat Bella wanita itu sangat santai, dengan menyenderkan tubuh nya sambil menonton tivi yang memang ada di kamar Gerland, seolah-olah ia tidak merasa takut.


"Ini?" Tanya Kendrick menatap Bella heran, ia sempat berfikir jika wanita yang Gerland kurung ini tidak memiliki akal, bisa-bisa nya di saat seperti ini, wanita itu masih santai seperti tidak terjadi apa-apa.


Sontak kepala Bella menolah menatap ketiga lelaki yang berdiri di depan pintu, namun pandangan Bella jatuh kepada Kendrick dan Reynolds.


"Fuckk, ga nyangka di kehidupan nyata ada pangeran yang turun dari surga." Decak Bella mengagumi ketampanan Ken dan Rey. Ia segera berdiri lalu berjalan kearah ketiga lelaki yang masih tidak bergeming, seperti terhipnotis.


"Pangeran dari mana ini!? Ohh Tuhan.... Kenapa ada manusia setampan ini?" Ucap Bella pelan, tapi pendengaran Gerland, Rey, dan Ken tentu nya masih berfungsi hingga mereka mampu mendengar ucapan Bella.


"Terimakasih nona, maukah kamu menikah dengan ku?" Celetuk Reynolds tersenyum menggoda, ia menatap buas Bella.


"Buaya sialan." Gumam Gerland sinis, ia menatap Reynolds dengan tatapan tajam bercampur sengit.


Bella menyunggingkan bibir nya binggung."Hee, belum laku? Gw kira udah laku, jangan-jangan..." Bella berucap dengan pelan dan hanya sebatas gumaman. "Pasti buaya!?" Ucap Bella menanggapi ucapan Reynolds intonasi bicara nya sedikit tinggi.


"Nona cantik, apa maksud perkataan mu?" Seru Reynolds binggung, buaya? Ia tidak mengerti arti ucapan Bella, dan bukan kah buaya adalah binatang yang setia, hanya memiliki satu pasangan. Dan lagi, yang perlu kalian tau jika ia adalah lelaki tampan dengan sejuta pesona, mampu memikat lawan jenis hanya dengan tersenyum, bukan hanya lawan jenis bahkan sesama jenis pun jatuh dalam pesona Reynolds.


"Atau fuckk jangan-jangan..... Gay?" Ucap Bella menerka-nerka, ia memundurkan langkah nya, sedikit bergidik ngeri ketika ucapan nya tadi melintas di dalam otak nya.


Reynolds hampir tersedak oleh air liur nya sendiri, ia menatap Bella. "Gay? Tolong nona jangan main fitnah, aku masih menyukai bukit gumpalan daging bukan jalan datar yang tepos seperti tembok." Jawab Reynolds.


Kendrick memijat pelipis nya pelan, tak di sangka otak Reynolds mulai kumat kembali. "Rey!" Teriak Kendrick menatap tajam Reynolds.


Kepala Bella spotan menoleh menatap binar Kendrick."Astaga." Gumam nya pelan.


"Nona apakah kamu sudah memiliki boyfriend?" Ujar Reynolds tersenyum lembut, ia masih berusaha menggoda Bella, tidak memperdulikanmu kedua lelaki yang sedang menatap nya tajam.


Sekarang Bella malah merasa tak enak ketika lelaki yang berada di hadapan nya mengunakan kalimat akrab, tidak mungkin jika sekarang ia malah mengunakan kalimat gaul nya, Bella rasa itu tak cukup sopan.


Bella menarik mata nya kembali menatap Reynolds, ia tersenyum lebar, lalu ia menarik nafas pelan namun masih tetap tersenyum."Tidak! Namun aku memiliki seseorang yang bahkan tidak bisa ku anggap sebagai milik ku."


"Nona? Siapa yang berani mengabaikan cinta mu?" Tanya Rey. Reynolds sadar akan perkataan yang terlontar dari mulut gadis yang berada di depan nya, ia juga merasa kasian ketika nada bicara Bella terdengar begitu rendah.


"Ohh lupakan?" Ujar Bella mengalihkan pandangan nya dari Reynolds ke Gerland.


"Apakah yang kamu maksud adalah Gerland Nona cantik?" Tidak bukan Reynolds namun itu adalah ucapan Kendrick, tatapan yang Bella berikan terlihat berbeda jika ia sedang menatap Gerland, itu lah mengapa ia berani untuk mengatakan jika lelaki yang Bella maksud adalah Gerland.


"Kenapa bertanya? Tidak." Tegas Bella menatap Kendrick.


Kendrick mengerutkan dahi nya heran, ia sedikit menyunggingkan bibir nya tersenyum."Aku mengerti." Batin Kendrick sambil menganggukkan kepala nya pelan.


"Ini sudah melebihi 1 menit dan sekarang ku persilahkan kalian pergi!" Seru Gerland.


"Posesif sekali." Gumam Reynolds menatap takut Gerland.


"Nona cantik, apakah kamu memiliki nomer headphone yang bisa aku hubungi?" Tanya Reynolds pada Bella, untuk sekarang Reynolds rasa ia memiliki ketertarikan pada Bella, entah wajah nya yang mampu membuat nya terlena atau sifat nya yang menurut Rey pemberani.


Bella menganggukkan kepala nya, ia mengulurkan tangan nya seperti sedang meminta headphone milik Reynolds.


Tangan Reynolds terulur mengambil headphone yang berada di saku nya lalu ia tarik dan ia kasih pada tangan Bella yang masih membuka telapak tangan nya.


Dengan gerakan cepat Bella mulai menulis angka yang tak lain adalah nomer headphone nya, hanya butuh beberapa detik lalu, ia segera mengembalikan headphone milik Reynolds karena entah kenapa, ia merasa hawa di kamar milik Gerland ini sedikit menakutkan.


"Terimakasih nona, aku sangat mencintai mu." Ucap Reynolds tersenyum, ia menerima headphone nya lalu segara menarik Kendrick keluar dari kamar Gerland.


Mereka bertiga akhirnya keluar, Bella wanita itu menghela nafas kecil ketika ia rasa detak jantung nya kembali normal.


"Barani juga kamu Rey." Celetuk Kendrick.


Reynolds menggaruk belakang leher nya pelan, ia menatap mata Kendrick yang seolah-olah sedang mengisyaratkan nya untuk melihat sesuatu.


"Kenapa jadi horor?" Tanya Reynolds pada diri nya sendiri. Ia mengikuti gerak mata Kendrick.... Dan seketika dada nya terasa berdegup kencang, begitu terlihat Gerland yang sedang berdiri menatap nya dengan tatapan membunuh apa lagi aura yang Gerland keluar kan mampu membuat nya menelan ludah kasar.


"Land, ada apa?" Tanya Reynolds dengan tatapan bodoh nya.


Gerland melangkah kan kaki nya mendekati tubuh Reynolds, di tatap nya wajah Rey. Sangat jelas wajah Reynolds mengeluarkan keringat dan ekspresi seperti sedang menahan bera*


Tangan Gerland menyahut headphone milik Reynolds, sekarang yang bisa Rey lakukan hanya pasrah dengan keadaan yang tidak memungkinkan, apalagi dari tadi seperti nya Gerland tak menyukai jika ia gencar menggoda Bella.


"Cih, dasar lelaki bajingan seperti mu tidak pantas untuk mendapatkan perempuan sialan itu." Seru Gerland tanpa sadar di ikuti dengan tangan yang mengotak-atik headphone milik Reynolds.


"Ya, aku sadar diri tapi aku memaksakan diri dengan percaya diri." Jawab Reynolds dengan intonasi serendah mungkin.


Setelah beberapa detik berlalu, Gerland mengembalikan headphone milik Reynolds.


"Kenapa kamu menghapus nomer Bella?" Tanya Reynolds dengan perasaan yang tak terima.