
Sean terkekeh pelan, ia tersenyum miring, sedikit mengacak rambut nya."Nanti kalau lo kalah harus ngundang kita." Ujar Sean.
Aleo mengerutkan dahi nya tak mengerti."Ngundang apa?" Tanya Aleo pada Sean.
"Kalau salah satu anggota Lucifer ulang tahun besok anggota Erisain Ganda harus di undang!" Tegas Sean tanpa malu padahal mereka adalah musuh yang terus bertengkar karena masalah sepela.
Gerland melotot kan mata nya, tangan nya pun tak luput mencolek paha Sean yang berlapisan celana jeans.
Biasa nya jika seseorang menerima hadiah ia akan menerima uang, jam, sertifikat, kunci mobil atau montor namun beda lagi dengan Aleo, masih ingat bukan saat Kenzo ingin menghadiahi tawuran untuk Aleo? Aleo menjawab dengan semangat Ya dan mengatakan jika hadiah mereka adalah hadiah terbaik yang dia terima di tahun ini.
"Tenang, besok gw undang, nanti jangan lupa pake topi khas ulang tahun sama hadiah ya!" Ujar Aleo tersenyum samar sambil menganggukkan kepala nya antusias
"JADI TAWURAN KAGA!" Teriak Kenzo sambil menggertakan gigiĀ nya kesal, gila memang kenapa harus bertele-tele membuat ia tak sabar untuk tawuran.
Gerland sedikit menarik tangan Sean, lalu memasang bendana nya yang sudah ia sisipkan di saku jaket Erisain Ganda, bersiap untuk berancang-ancang menyerang Aleo dan anggota Lucifer.
"Oke nanti kalau kalian kalah harus beliin gw kue ulang tahun!" Tegas Aleo melepas topi khas topi ulang tahun yang masih menempelkan pada kepala nya, ia masih tersenyum lalu sedikit merapikan kerah baju nya.
Mata tajam Gerland menatap Aleo, ia melakukan pemanasan dengan memutar kepala nya kesamping kanan maupun kiri hingga berbunyi.
Mereka Erisain Ganda sudah berancang-ancang dengan kaki yang sedikit menekuk, wajah mereka terlihat serius sedangkan si lawan yang tak lain Lucifer juga ancang-ancang takut jika ada serangan mendadak, 6 VS 5, 6 anggota dari Erisain Ganda dan 5 anggota dari Lucifer.
"ANAK DURHAKA!" Teriak Lesta menggema, hingga kepala mereka semua menoleh menatap Lesta.
Bella meringis ketika telinga nya mendengar teriakan Lesta yang begitu memekik telinga, ia dengan kesal menampar punggung Lesta dengan gerakan yang lumayan kasar.
"Anak?" Nathan mengerutkan dahi nya binggung, di tatap nya wanita cantik yang sedang melangkah kan kaki nya mendekati mereka, jika di liat-liat wajah nya seperti wajah gadis namun pendengaran nya tak mungkin salah ketika berteriak Anak Durhaka.
"Kenzo! Mommy ga ngizinin kamu tawuran kaya gini!" Pekik Lesta yang sudah berada di hadapan Kenzo, tangan nya pun tak diam, tangan Lesta terangkat lalu menjawer telinga kanan Kenzo.
"Apa sih! Lo bukan nyokap gw!" Teriak Kenzo sambil memegang tangan Lesta yang tadi mendarat di telinga nya.
"Dia nyokap lo? Weh tau gini gw bakalan baikin lo njing biar dapet nyokap lo, duh sugar mommy gw!" Teriak Nathan menatap Lesta dengan senyuman sumringah, ia mengedip kan mata nya ketika tatapan nya bertemu dengan tatapan mata Lesta, ganjen.
"Kenzo! Kamu pulang atau mommy aduin ke daddy kalau kamu tawuran!" Lesta mencoba untuk tidak menghiraukan Nathan, yang ia tau sekarang ia akan menjadi calon ibu Kenzo, dan Lesta harus bersifat tegas, tawuran hanya akan merugikan.
"Lo bukan ibu gw bego!" Teriak Kenzo.
"BERANI KAMU BILANG KAYA GINI KE MOMMY!" Tegas Lesta memukul cekuk leher Kenzo.
"Ngapain lo pada jam segini masih keluyuran?" Tanya Gandhi menatap Bella lalu menatap Selena, jam hampir tengah malam namun ia malah bertemu dengan perempuan yang dia kenal dan sekarang menghampiri mereka, sedikit curiga.
"Jenguk Dimitri, gw mau nikah minta restu." Celetuk Lesta yang sekarang sudah berada di samping Bella.
"Lo beneran mau nikah sama Daddy nya Kenzo?" Tanya Arga dengan tatapan terkejut, ah Arga kira Lesta hanya mengancam Kenzo tau-tau Lesta dengan keberanian nya akan menikah Verce.
"Beneran, lumayan jadi sugar daddy gw Ga! Pokok nya lo besok harus manggil gw nyonya!" Jawab Lesta dengan wajah songong membuat Bella kembali merasakan kesal, yang tadi nya kesal karena teriakan Lesta sekarang kesal karena wajah songong Lesta.
"Kenapa harus nyonya harus nya gw manggil Tan dong." Sinis Arga memutar bola mata nya jengah.
"Eh hati-hati ya kalau ngomong gw ga bakalan ngerestui hubungan lo sama bokap gw!" Ancam Kenzo kesal, tangan Kenzo terlihat masih memegangi telinga nya yang tadi di jewer oleh Lesta.
"Jadi tawuran ga sih!?" Erang Gerland kesal, sudah siap-siap ingin tawuran namun tiba-tiba pengganggu datang seenaknya.
"Ganteng, sendirian aja, mau tante temenin ga?" Ucap Bella menyenggol lengan Gerland pelan, alis Bella terangkat lalu ia tersenyum menggoda Gerland.
Gerland sontak langsung menjauhkan tubuh nya dari Bella, terkejut tiba-tiba ada sesosok wanita berada di samping tubuh nya.
"Minggir!" Tegas Gerland mendorong bahu Bella dengan sedikit jijik-jijikan.