
Sekarang Gerland berada di sebuah apartemen milik Kendrick, dari tadi terlihat Gerland uring-uringan tak jelas, hal itu mampu membuat Kendrick dan Reynolds merasa pusing atas tingkah laku Gerland.
"Kau ini dari tadi uring-uringan tidak jelas!" Ujar Kendrick memukul pelan tangan Gerland, kuping nya sudah terasa panas karena mendengar omelan dari mulut Gerland.
"Sebenarnya kau ini kenapaa sih? Tak biasa nya kau uring-uringan tidak jelas seperti ini, sampai ingin menghancurkan dunia." Seru Reynolds meminum isi botol mineral dingin yang tadi ia ambil dari dalam kulkas milik Kendrick.
Reynolds Reidan Alfeus lelaki yang berprofesi sebagai dokter, berwajah sangat tampan dan bibir yang begitu menggoda, ia adalah sahabat dekat Gerland dan Kendrick.
Gerland mendengus kesal ia menatap Reynolds tajam. "Kau fikir aku ini Tuhan!?" Teriak Gerland di iringi dengan hembusan nafas yang tidak beraturan.
"Kau sendiri yang bilang tadi ingin menghancurkan dunia." Seru Reynolds tak mau kalah, ia sedikit membenarkan letak ia duduk lalu membuka dua kancing atas kemeja nya.
"Diam kau Rey, atau aku benar-benar akan menghancurkan dunia bodoh ini!"
"Jadi? Rencana mu gagal?" Ujar Kendrick mengalihkan pembicaraan, Ken tau jika kedua lelaki ini sedang ribut entah meributkan apa, sampai ia karatan pun mungkin tidak akan ada habis-habis nya, ia sudah hafal betul bagaimana sifat Reynolds dan Gerland.
"Cih, sudah tau masih bertanya?" Seru Gerland dengan raut wajah kesal.
"Kau ini aneh sekali Land! Lebih baik persiapkan diri mu untuk ujian kelulusan, bukan malah memikirkan cara menghamili anak orang." Celetuk Reynolds dengan santai. Yeahh yang namanya Reynolds, ia adalah tipe orang yang tidak mengerti suasana.
"Tutup mulut mu Rey, jika kau masih mau melihat matahari terbit maka-" Sebelum Gerland menyelesaikan ucapan nya, terdengar Reynolds langsung melanjutkan ucapan Gerland.
"Kau-" Suara Gerland terlihat bergetar, bukan bergetar karena takut melainkan bergetar seperti menahan kekesalan, ia menyipitkan mata dengan bibir yang sedang menahan umpatan di ikuti dengan pukulan kuat dari tangan kanan kiri nya pada paha kiri nya juga, memukul paha nya sendiri.
"Gerland, jadi jika rencana mu gagal apa yang akan kau lakukan? Kau sudah memikirkan konsekuensi nya kan?" Ujar Kendrick lagi-lagi untuk mengalihkan pembicaraan agar kedua lelaki itu tidak bergelut lidah kembali.
Terlihat Gerland menghela nafas pelan, mulai memadamkan emosi yang menguasai jiwa nya. "Ya aku tau apa resiko nya, jika saja wanita ****** itu tidak menyelamatkan Aleera kemungkinan besar usaha ku ini tidak akan sia-sia begitu saja." Ujar Gerland.
Kendrick memijat pelipis nya pelan, ia turut pusing memikirkan nasib percintaan Gerland yang tak terbalaskan. "Bagaimana bisa wanita itu masuk kedalam Vila mewah mu itu? Bukan kah penjagaan nya begitu ketat?" Tanya Kendrick heran.
"Dia masuk mengunakan lencana kepemilikan atas."
Reynolds lelaki itu mengerutkan dahi nya binggung. "Bagaimana bisa? Apakah wanita yang kamu maksud adalah orang penting bagi mansion utama atau dia adalah orang yang memiliki kepemilikan hak?" Tanya Reynolds kepada Gerland.
"Entah lah, aku mengenal wanita itu dia adalah sahabat Aleera, dan aku tidak paham betul bagaimana ia bisa mendapatkan lencana itu."
Kendrick menatap Gerland. "Apa kau tidak bertanya pada wanita itu dari mana ia mendapatkan lencana kepemilikan atas?" Seru Kendrick bertanya.
Kepala Gerland menggeleng. "Tidak."
"Bodoh, bagaimana bisa kau Gerland tidak bertanya!?" Teriak Reynolds kesal.