
"Aku lupa menanyakan nya."
"Siapa wanita itu?" Tanya Kendrick.
Sejujurnya sekarang Kendrick ingin tau siapa wanita yang bisa memiliki lencana kepemilikan atas, sedangkan lencana itu hanya bisa di miliki orang tertentu bagi keluarga besar Frederick A, seberapa kuat wanita itu hingga memiliki lencana yang bahkan ia belum bisa mendapatkan nya.
Reynolds terlihat juga sedikit ingin tau.
Gerland menyenderkan kepala nya di sofa."Aku tidak sudi mengatakan nama nya mengunakan mulut ku." Ketus Gerland sambari menatap langit-langit atap apartemen dengan tatapan penuh arti.
"Cihh jangan bertele-tele, cepat katakan siapa nama nya? Jika tidak biarkan aku bertemu dengan wanita itu." Ancam Kendrick menatap serius Gerland.
Kepala Gerland menoleh kearah Kendrick lalu bergantian menatap Reynolds kemudian kembali menatap atap apartemen."Aku tidak memberi izin." Tegas Gerland.
Reynolds mengerang kesal, ia benar-benar tak suka jika Gerland bertele-tele, apalagi ia juga sangat ingin tau siapa wanita yang menyelamatkan Aleera."Jangan bercanda Gerland!"
"Aku tidak bercanda."
"Kenapa kau begitu posesif?" Tanya Kendrick mencoba untuk memancing Gerland agar mengizinkan diri nya untuk menemui wanita yang sedang mereka bicarakan atau setidaknya memberikan nama dari wanita tersebut.
"Bella." Jawab Gerland di iringi dengan ******* kecil.
Kendrick menganggukkan kepala nya mengerti."Bella? Nama yang cantik, aku ingin menemui nya." Ujar Kendrick dengan sedikit nada bicara memaksa.
Gerland menatap tajam Kendrick."Siapa yang memberi mu izin? Lagi pula aku sudah memberikan nama nya jadi tidak perlu repot-repot menemui wanita itu."
Reynolds terkekeh pelan."Tapi aku tidak, jadi aku akan menemui Bella!" Kekeh Reynolds.
"Dokter sialan, kenapa kalian begitu memaksa?!" Frustasi Gerland kesal, entah lah sekarang Gerland benar-benar begitu tak mengizinkan kedua sahabat nya menemui Bella, mungkin ia masih jengkel pada Bella dan takut jika kedua sahabat nya itu ikut merasa jengkel. Alasan yang aneh dan tidak masuk akal.
Reynolds memutar bola mata nya malas."Aku hanya ingin melihat bagaimana tangguh nya Bella hingga ia bisa mendapatkan lencana itu, lagi pula jika ia cantik aku akan menjadikan nya sebagai kekasih."
"Jangan harap." Seru Gerland posesif.
"Aku sudah memikirkan nya." Balas Gerland.
"Persahabatan mu dengan Sean di ambang kehancuran." Ucap Kendrick pelan, ia juga sedikit khawatir jika persahabatan antara Gerland dan Sean akan hancur dan mereka berdua akan menjadi musuh.
Gerland menyunggingkan senyum miring."Aku tidak peduli."
"Sebenarnya apa yang kau fikir kan Gerland? Sudah berapa tahun kalian menjalin hubungan persahabatan? Ayolah Land, minta maaf saja lagi pula rencana mu gagal dan kamu hanya akan mendapatkan kerugian." Ucap Kendrick memberi solusi pada Gerland.
"Kendrick benar." Celetuk Reynolds mengimbangi ucapan Kendrick.
"Tapi itu resiko yang harus ku terima." Jawab Gerland dengan nada bicara pelan, mengacak-acak rambut nya frustasi.
"Sekarang aku ingin menemui Bella!" Tegas Reynolds berdiri dari duduk manis nya, lalu segera berjalan manjauh meninggalkan Gerland dan Kendrick. Ia sudah sangat penasaran siapa wanita yang bernama Bella.
Gerland dan Kendrick sontak ikut berdiri. Gerland mengeram kesal, mata nya menatap tajam punggung Reynolds."JANGAN LANGKAH KAN KAKI MU KEMBALI REY!" Teriak Gerland.
Spotan kaki Reynolds langsung berhenti ia sama sekali tak menoleh kebelakang.
"Aku hanya ingin menemuinya, kenapa begitu tak suka? Bukankah kau menyukai Aleera bukan Bella?" Ujar Reynolds yang masih membelakangi Gerland dan Kendrick.
"Aku hanya tidak ingin kalian merasa kesal jika melihat wajah nya." Seru Gerland dengan tampang wajah sulit untuk di artikan.
Terlihat Reynolds terkekeh pelan."Apakah alasan yang Gerland berikan masuk akal, Ken?" Tanga Reynolds kepada Kendrick.
"Tidak." Tegas Kendrick di ikuti dengan menggelengkan kepala nya.
"Damnnn." Umpat Gerland dalam hati nya.
"Baik, silahkan temui dia! Tapi kalian hanya memiliki waktu 1 menit untuk melihat wajah nya!" Ujar Gerland sambil mongat-mangut kesal, ia berjalan mendahului Reynolds, sekarang entah kenapa Gerland merasa kesal.
"Jangan terlalu posesif." Seru Reynolds mengikuti langkah kaki Gerland lalu di ikuti Kendrick dari belakang.