GERLANDBELL

GERLANDBELL
bab 16



Gerland terkekeh pelan, namun sedetik kemudian ia menatap tajam Reynolds."Oh, apakah aku peduli? Tentu saja tidak." Ketus Gerland.


"Xeider!" Teriak Gerland memanggil Xeider untuk datang kepada nya.


Terlihat seorang lelaki berlari menuju kearah tempat Gerland berada. Ia menundukkan setengah badan nya.


"Tegakan." Pinta Gerland.


Xeider menurut."Apa yang bisa saya bantu Tuan?" Tanya Xeider pada Gerland.


"Apakah wanita itu mencoba untuk kabur?"


"Tidak Tuan, Nona Bella sama sekali tidak memberontak." Jawab Xeider menundukkan kepala nya.


"Ya la-" Sebelum Gerland menyelesaikan ucapan nya, terdengar jelas jika di luar Vila terjadi keributan.


Sontak ke empat lelaki yang tak lain Gerland, Kendrick, Reynolds, dan Xeider berlari melihat apa yang sedang terjadi di luar Vila hingga menimbulkan kerusuhan.


Gerland terdiam, ia menatap lekat Arga yang sedang berdiri dengan gagah nya, ia sekarang paham orang yang membuat kerusuhan di kediaman nya adalah Arga, nyali Arga cukup hebat karena barani datang ke kediaman nya dan membuat kerusuhan.


"Nyali mu cukup hebat ya bocah." Ujar Kendrick tersenyum bangga, ia bertepuk tangan pelan mengagumi tindakan Arga.


"Gerland, lo ga bisa nyekap Bella karena dia nyelametin Aleera! Sekarang gw minta lo balikin Bella ke gw!" Tegas Arga mengabaikan ucapan yang terlontar dari mulut Kendrick.


Reynolds tertawa keras, ia menatap remeh Arga."Hahahhaa, Land apakah teman mu ini adalah pahlawan kesiangan? Cukup aku ingin tertawa keras." Seru Reynolds.


"Langkahi mayat ku terlebih dahulu jika ingin mengambil Nona cantik!" Lanjut Reynolds menghentikan tawaan nya lalu mengubah ekspresi nya menjadi tegas bahkan terdengar nada bicara Reynolds juga sangat berwibawa.


"Lo ga perlu ikut campur urusan gw sama Gerland." Ucap Arga menatap Reynolds sengit.


"Lo datang cuma karena wanita sialan itu?" Tanya Gerland pada Arga.


Arga mengalihkan pandangan nya dari Reynolds lalu menatap Gerland."Gausah banyak cincong lo Land, kalau sampe Bella kenapa-napa, gw ga akan segan-segan majang kepala lo di depan Perusahaan utama keluara Frederick Adiputra."


"Sebelum anda melakukan itu, saya juga tak akan segan-segan mencincang tubuh Anda menjadi 5 bagian, lantas akan saya lemparkan pada keluarga besar Neondra." Celetuk Xeider dengan nada yang begitu tegas di ikuti dengan tatapan yang membuat orang bergidik ngeri.


"Sekarang lo mau apa Ga?" Tanya Gerland pada Arga, Gerland menautkan kedua alis nya, mata elang nya kini berpaspasan dengan menik mata Arga yang juga menatap nya, sedari tadi nyata nya tangan Gerland memegang pistol, hanya untuk berjaga-jaga.


Para bodyguard milik Gerland mengitari semua anak buah Arga, mereka tidak menyerang terlebih dahulu, karena mereka masih menunggu aba-aba dari mulut Gerland atau ketiga lelaki yang berada di sisi Gerland. Sedangkan anak buah milik Arga mereka bersikap waspada dengan senjata yang mereka gengam.


"Bebasin Bella!" Teriak Arga kencang, ucapan Arga mempu membuat orang-orang Arga segera menaruh senjata di depan dada, dengan kaki ancang-ancang untuk menyerang.


Dor...


"BAJINGA*N." Teriak Gerland menatap atas sana tajam, ia menggertakan gigi nya geram dengan tangan yang mengepal kuat.


Tangan nya kini ia tarik di pegang nya pistol itu kuat-kuat, lalu


Dorr...


Dorr...


Dorr...


Tiga peluru Gerland bidikan pada helikopter yang Gerland ketahui untuk menyelamatkan Bella, namun bidikan itu sama sekali tidak mengenai awak helikopter.


Kendrick dan Reynolds yang paham segera memberi arahan pada bodyguard milik Gerland untuk menyerang anak buah milik Arga. Sedangkan Xeider membantu Gerland untuk membidik awak helikopter. Namun di sini Xeider sedikit merasakan binggung, mengapa ia harus membidik helikopter itu, entah lah Xeider merasa bodoh sendiri, dia terus membidik menggunakan senjata api nya.


Pertempuran terjadi, Gerland dan Xeider yang fokus untuk membidik, Kendrick yang sedang beradu dengan Arga, sedangkan Reynolds yang berdiam diri di tempat, dan sebagian bodyguard Gerland yang ikut serta untuk membantu Gerland membidik helikopter itu.


Reynolds menatap helikopter itu lamat-lamat, ia mengerutkan dahi nya heran, lalu ia menoleh kebelakang menatap Arga yang seolah-olah tersenyum remeh, kali ini ia sedikit binggung dengan situasi yang sekarang ia hadapan.


"SHITTT." Umpat Reynolds. Reynolds berlari memasuki Vila, namun terlihat beberapa orang mencegah nya, dengan perasaan kesal bercampur marah ia menarik pistol nya lalu membidik semua orang yang mencegah nya untuk masuk.


Dengan langkah tergesa-gesa, tangan nya juga tak tinggal diam, ia mengotak-atik headphone nya lalu menghubungi orang-orang nya untuk datang.


Reynolds membuka pintu kamar Gerland dengan kasar, ia menatap sekeliling dengan teliti, dan yaa... Sekarang ia tak menemukan di mana Bella berada.


Ia berjalan menuju jendela, mata nya kini terfokuskan pada seorang wanita yang tengah berlari."Bella? Sial!" Pakik Reynolds geram.


"Kita telah di tipu, helikopter itu sama sekali tidak membawa Bella!" Ujar Reynolds pada diri nya sendiri.


"Bangsa*" Umpat Reynolds.


"GERLAND, BELLA LARI KEARAH YANG BERLAWANAN, JANGAN TERKECOH OLEH TIPUAN MENJIJIKKAN ITU!" Teriak Reynolds dengan kepala kluar dari jendela, hingga semua orang yang berada di arena pertempuran mampu mendengar ucapan Reynolds.


Gerland segara menoleh ia menatap Reynolds yang berada di balik jendela, Gerland meruntuki kebodohan nya sendiri, dengan langkah terburu-buru ia berlari kearah selatan untuk menangkap Bella kembali.


Kaki Gerland berlari dengan kuat, untuk sekarang ia tak bisa membiarkan Bella lari dari nya, berlari di imbagi dengan mata nya yang terus berkeliaran, sekarang Gerland mulai memahami rencana Arga, anak buah milik Arga di tempatkan pada depan Vila, dan tidak di tempatkan pada semua lingkungan Vila milik nya, karena agar tidak menimbulkan kecurigaan, lalu helikopter itu hanya kecohan semata untuk mengulur waktu.


Gerland mulai memelankan langkah nya saat ia melihat seorang wanita yang menunggangi motor moge hitam dan sedang menghidupkan mesin motor.


"Damnn!" Umpat Gerland berlari kembali menghentikan Bella yang sudah akan mencapai garis di mana ia berhasil kabur.


Mata Bella menatap Gerland dengan tatapan sulit untuk di artikan, ia dengan gerakan cepat langsung menghidupkan motor moge nya lalu menjalankan motor nya dengan kecepatan penuh. Syukur lah motor moge hitam nya masih terparkir dengan baik.